Hotel Prince

Hotel Prince
S2 : Bali


__ADS_3

"Dan.. walau ini sepertinya bukan waktu yang tepat.. tapi.." Luckas terdiam dan menatap Louis dengan serius.


"Apa?"


Luckas dan Lidya saling menatap, "Louis.." sahut Lidya pelan "Kami membutuhkanmu untuk ke Bali segera.. secepatnya.."


Louis terdiam, "kalian baru saja memberitahuku dan kalian ingin aku segera ke sana?"


"Maafkan kami,tapi.. memang di Bali akan secepatnya di buka dan kamu harus ke sana sebelum peresmian. Dan kami ingin kamu langsung mengambil alih disana dan mengurus semuanya" sahut Luckas.


Keheningan menyelimuti mereka, Louis terdiam, "baiklah.." sahut Louis tiba-tiba.


Lidya dan Luckas saling menatap kembali, lalu menghela nafas lega, "terima kasih, Louis".


"Tapi.. sebagai gantinya.. aku ingin kabar Vanya secepatnya" sahut Louis.


"Baiklah.. akan kami usahakan secepatnya" sahut Luckas.



Satu minggu kemudian, di kediaman Luckas.



Frey kembali menghubungi Luckas dan mengabarkan mereka jika Vanya telah tidak berada di Beijing dan mereka tidak bisa menemukan Vanya di sana. Luckas mengabarkan Lidya dengan sedikit lemas. Begitu juga dengan Lidya saat mendengar kabar yang dia dengar dari Luckas. Lidya duduk dengan lemas.



"Ba..bagaimana ini?" tanya Lidya dengan lemas.



"Bagaimana lagi.. kita harus memberitahu Louis.." sahut Luckas.



"Hari ini Louis berangkat ke Bali,bukan?" tanya Lidya.



Luckas mengangguk, Lidya menghela nafas.



"Bagaimana jika kita jangan memberitahunya terlebih dahulu? Sampai kerjaan di Bali selesai" sahut Luckas.



Wajah Lidya terlihat murung, "menurutku juga seperti itu".



Di sisi lain, Hotel Ryans, di Bali,Indonesia.


Louis yang baru sampai di Bali, langsung jatuh cinta pada keindahan pulau Dewata itu. Sesaat Louis seakan melupakan semua masalah pekerjaan maupun Vanya.


Sesampai di Bali, Louis juga di sambut oleh Chandra,pria muda asal Indonesia yang bertubuh tinggi tegap,memakai pakaian kerja formal.


"Selamat datang,sir.." sahut Chandra dengan bahasa Inggrisnya yang sangat fasih.


"yes.."


"Saya Chandra.. asisten yang diutus untuk anda,sir.." sahut Chandra.


Louis mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobil, Luckas telah memberitahu dirinya sebelumnya tentang Chandra, "Dia asisten yang telah aku pilih untukmu, dari segi kinerja dia sangatlah bagus.. dan juga,dia mampu berbahasa inggris dengan fasih.. jadi,dia bisa menjadi asisten sekaligus translator-mu (penerjemah) selama di sana. Tentunya,aku mengharapkan jika kamu bisa belajar bahasa Indonesia juga tanpa harus mengharapkan translator" itu yang Luckas katakan sebelum Louis berangkat ke Bali.


"Sir..anda ingin langsung ke rumah anda atau hotel?" tanya Chandra sebelum menghidupkan mobilnya.

__ADS_1


"Rumah??"


Chandra mengangguk, "Sir Luckas telah menyiapkan akomodasi tempat tinggal untuk anda, sir.. dan lokasinya tidak terlalu jauh dari hotel"


"Kapan peresmian hotel?"


"Satu minggu lagi" jawab Chandra.


"Turunkan aku ke hotel sekarang..Banyak yang harus aku siapkan.. satu minggu,waktu yang sangat singkat" sahut Louis.


Chandra tersenyum, "baik,sir.."


Sepanjang perjalanan,tidak berhenti Louis mengangumi pemandangan di Bali. Berulang kali,Louis memuji keindahan Bali tanpa dia sadari, dan hal itu membuat Chandra tersenyum bangga seakan Louis tengah memuji dirinya. Sampai akhirnya tiba di hotel Ryans, Chandra bergegas turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Louis. Louis menatap sekeliling depan hotel lalu tersenyum, diam-diam dirinya memuji Luckas.


Hotel Ryans yang berada di New York,Washington, dan cabang lainnya, memiliki kesan berbeda dengan yang di Bali ini. Hotel Ryans yang sekarang tidak di dekorasi se mewah sebagaimana biasanya,namun lebih terkesan tradisional.. Luckas mempertahankan dan menyesuaikannya dengan tema alam di Bali, indah dan natural.


Chandra langsung mengantar Louis menuju ruangannya, beberapa karyawan diam-diam melirik bos baru mereka itu.


"Wow.. manajer kita orang bule ternyata!!" bisik salah satu staf wanita pada rekan lainnya.


"Ganteng ya!!" balas temannya.


"Ehem!!" Terdengar suara yang tidak asing di telinga mereka, suara yang begitu jelas di belakang mereka.


Keduanya menoleh perlahan sambil menundukkan kepala mereka, "Miss Rose.." lirih mereka. Kepala bagian mereka,Miss Rose sangatlah tegas kepada mereka. Baginya,selama jam kerja..maka bekerjalah dengan sungguh-sungguh. Rose, telah berada di Bali selama sebulan dan sedikit mengerti dan mampu berbahasa Indonesia walau masih sedikit berantakan. Namun,hal itu tidak mengganggunya dalam bekerja.


"Apakah pekerjaan yang saya berikan pada kalian telah selesai?" tukasnya.


Keduanya menggeleng hampir bersamaan, "kami akan segera laksanakan!!" sahut keduanya sambil bergegas berlari meninggalkan Rose.


Rose hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia menatap Louis dari belakang yang perlahan semakin menjauh. Rose hanya menghela nafas, "akhirnya.. manajer bari telah sampai..", selama ini..Rose membantu semua persiapan hotel. Walau itu bukan tugasnya,namun Rose merasa risih karena manajer yang ditugaskan untuk mengurus hotel mereka belum juga tiba. Karenanya,Rose diam-diam turun tangan, tanpa berusaha mengambil alih tugas manajer mereka.



Di kantor Louis,




Tidak lama kemudian,Louis kembali ke ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya, "mengapa Luckas begitu terburu-buru menyuruhmu kesini,jika dia sendiri telah menyelesaikan hampir semuanya?" gumam Louis sendiri. Dia pun menelepon Luckas saat itu,tanpa memperdulikan perbedaan jam antara Bali dengan New York.



"Halo.." terdengar suara berat dan ngantuk dari ujung telepon.



"Bos besarku masih meringkuk di balik selimut rupanya" sindir Louis.



"Ada apa?" tanya Luckas acuh.



"Mengapa kamu menyuruhku kesini jika kamu bisa langsung mengurus semuanya secara sendiri?"



"Apa maksudmu?"



"Hotel hampir sempurna,Luckas.."


__ADS_1


"Bukankah bagus?" balas Luckas acuh.



"Maksudku.. sebelum aku kesini,semua telah hampir sempurna.. dan aku tidak mengerti mengapa kamu begitu cepat menyuruhku kesini padahal kamu bisa mengurusnya dari New York?!"



"Ha? Tapi aku tidak mengurus apapun selain mengenai surat dan kondisi hotel. Untuk detail lainnya,aku tidak turun tangan akan hal itu,karena itu aku menyuruhmu kesana" sahut Luckas kebingungan.



"Kamu serius?"



"Sangat! Sudahlah..aku masih ngantuk!" sahut Luckas sambil mengakhiri pembicaraan mereka.



Tanpa berpikir lebih lama,Louis menyuruh Chandra ke ruangannya, "apakah ada orang lain yang diutus sir Luckas untuk mengurus hotel?"



Chandra menggeleng, "kami tidak ada yang berani,sir.. hanya.."



"Hanya apa?!"



"Miss Rose.. Dia selalu mengerjakan dan memeriksa detail kelengkapan hotel sebelum anda tiba.."



"Lancang sekali!"



Seketika Chandra mematung.



"Panggil dia keruangan saya segera!"



"Ta..tapi sir.. bukankah dia tidak melakukan kesalahan?"



"Melakukan hal yang bukan tanggungjawabnya.. bagaimana jika terjadi kesalahan?? apakah dia mau bertanggung jawab?!" tukas Louis dingin, "panggil dia sekarang!"



curcol author:


"Loha~~


telat lagi yah?😭


maaf.. karena kondisi kesehatanku,aku memutuskan untuk istirahat. Selama tiga hari aku sedikit kesulitan tidur, dan hal itu berpengaruh pada kesehatanku.. terutama mata dan kepalaku.. Setiap aku fokus di layar komputer atau HP, kepalaku langsung oyong dan denyut..(efek kurang tidur).


Jadi,aku sulit buat menulis.. sampai aku mendapat notif dari noveltoon karena uda tiga hari tidak update😭😭😭😭.. dan.. aku mulai menulis sedikit demi sedikit, dengan kepalaku oyong saat ini.. huhuhu..


jadi harap maklum,jika beberapa hari ini akan sangat lelet updateannya"

__ADS_1


__ADS_2