Hotel Prince

Hotel Prince
S2 : Beijing 2


__ADS_3

Vanya masuk ke dalam apartemen kecilnya yang juga menjadi tempat tinggalnya selama beberapa bulan ini. Dengan air mata yang masih mengalir,dan berulang kali dirinya mengutuk dirinya sendiri yang begitu naif mempercayai kedua kakak adik yang begitu licik itu. Dan bahkan tidak lupa dia mengutuk dirinya sendiri yang telah membenci Louis atas kesalahan yang tidak dia perbuat.


Ting..tong..Ting tong!


Suara bel pintu apartemen Vanya terdengar berulang kali, diiringi suara ketukan pintu dan juga sahutan nama Vanya.


"Aku mohon Vanya!! Buka pintu ini..biarkan aku jelaskan semuanya padamu!" sahut Peter dari balik pintu itu.


"Pergi!" pekik Vanya.


"Vanya..aku mohon.." pinta Peter.


"Enyah dari hadapanku,Peter!!"


"Sial!!" pekik Peter untuk dirinya sendiri, awal yang baik tiba-tiba berubah menjadi seperti benang kusut seperti ini. Dimana seharusnya dia dan Vanya telah berada di restoran dan mungkin saja keduanya telah resmi berpacaran saat ini, tapi.. kenyataannya, dia dan Vanya yang di batasi oleh pintu apartemen Vanya yang berwarna abu-abu ini.


"Aku telah mendengar semuanya dengan jelas tadi,maka dari itu..pergi!! Aku tidak ingin mendengar penjelasan palsumu lagi!!" pekik Vanya.


Rasa putus asa mulai menyelimuti sekujur tubuh Peter, dia memukul pintu apartemen Vanya dengan keras,tentunya sontak membuat Vanya yang berada di dalam apartemennya itu terkejut, "aku bilang buka pintu sialan ini!!!" pekik Peter, "sudah aku katakan aku bisa menjelaskannya padamu!!"


Sekujur tubuh Vanya bergetar hebat, dia tiba-tiba merasa takut akan Peter. Vanya meraih ponselnya dengan tangan yang masih gemetaran, "Ha..halo,polisi?".


Brak!!!


Suara pukulan di pintunya membuat Vanya menjerit keras,hingga ponselnya terjatuh dari tangannya.


"BUKA KATAKU!!! APA PERLU AKU HANCURKAN PINTU SIALAN INI,HAH???!!" pekik Peter,tanpa memperdulikan tetangga-tetangga Vanya yang mulai keluar satu persatu-satu menatap Peter.


Peter menatap mereka semua dengan kesal, "kan shi me?!! kan you shi a,ha? bu shi ni men de shi!! (lihat apa?!! lihat drama a,ha? ini bukan urusan kalian!!)".


Tetangga Vanya saling menatap satu sama lain,mereka mengira Peter adalah pacar Vanya,dan pasangan itu sedang bertengkar.

__ADS_1


"haiyo.. huai nan ren!! ke lian nei ge gu niang (haiyo..laki-laki jahat!! kasihan wanita itu)" bisik salah satu tetangga Vanya.


"Masuk kalian atau ku hancurkan kalian semua juga,hah?! Kalian belun tahu siapa aku!!" pekik Peter.


Tidak lama terdengar suara sirine polisi yang mendekat dan dalam beberapa menit,mereka telah menahan Peter. Peter memberontak saat para polisi mencoba menahannya, "apa yang kalian lakukan padaku??!! Kalian belum tahu siapa aku?!" pekik Peter.


Tidak lama kemudian,Vanya membuka pintu dengan wajah sedikit ketakutan. Peter yang melihat Vanya keluar dari apartemennya langsung mencoba memberontak kembali, "Vanya..Vanya.. katakan pada mereka jika ini semua salah paham!!" pinta Peter.


Vanya mengalihkan matanya,dia terlalu takut menatap Peter.


"Anda tidak apa-apa,nona?" tanya salah satu polisi pada Vanya.


Vanya mengangguk dengan tubuh masih bergemetar, "saya berharap seperti itu.."


"Jika boleh tahu,apakah anda mengenalnya?"


"Aku adalah atasannya!! Dan dia adalah wanitaku!!" pekik Peter.


"Bohong!! Bohong!!" pekik Peter.


"Bawa dia!!" sahur polisi itu.


Peter kembali meronta dan menjerit nama Vanya,hingga dia di bawa masuk ke dalam mobil polisi.


"Saya berharap anda dapat mengikuti kami ke kantor polisi untuk memberikan pernyataan. Dan setelahnya,apakah kamu memiliki tempat tinggal lain untuk sementara waktu?" tanya polisi itu.


Vanya menggeleng, polisi tersebut menghela nafas.


"kami sarankan anda untuk pindah sementara waktu,supaya dia tidak dapat mengganggu anda lagi.. setidaknya untuk sementara waktu" jelas polisi tersebut.


__ADS_1


Di kantor polisi,



Vanya memberi semua keterangan kepada pihak kepolisian, dan berulang kali Peter memberitahu pihak polisi jika dia dan Vanya saling mengenal dan semuanya hanyalah salah paham belaka. Sesaat sebelum Vanya keluar dari kantor polisi,Peter menarik tangannya.



"Inikah balasanmu atas semua yang telah aku berikan padamu?!" sahut Peter.



Vanya menepis tangannya, "apa yang kamu berikan padaku? Kebohongan?"



"Berapa kali aku katakan padamu.. semuanya salah paham!! Aku sangat mencintaimu,Vanya!!"



"Maafkan aku,Peter.." sahut Vanya sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan yang sama dengan Peter itu.



"Vanya!!!!" suara jeritan Peter masih terngiang-ngiang di telinga Vanya.



Begitu kembali ke apartemennya,Vanya langsung mengemas barangnya dan memesan tiket penerbangan paling awal menuju Washington.


__ADS_1


__ADS_2