
I'm jealous of the nights
That I don't spend with you
I'm wondering who you lay next to
Oh, I'm jealous of the nights
I'm jealous of the love
Love that was in here
Gone for someone else to share
Oh, I'm jealous of the love
•Labirinth•
"Mom.. Sampai kapanpun,Luckas akan tetap menjadi ayah satu-satunya bagi Ayles. Tidak akan ada satupun yang bisa menggantikan posisi itu.. Karena Luckas adalah ayah kandungnya" tukas Lidya.
"maafkan mom jika perkataan mom menyinggungmu"
Lidya menggeleng dengan cepat "tidak...tidak..jangan berkata seperti itu,mom"
"Baiklah..jika seperti itu,mom akan menggantikan pertanyaan mom. Dan ini murni,pertanyaan antara ibu dan anaknya. Apakah kamu telah memiliki kekas-" pertanyaan Martha terhenti karena adanya seorang pria yang mendekati mereka.
Ayles terlihat gembira saat melihat Louis, Louis yang menyadari keberadaan Martha, tersenyum dan menyapanya.
"kamu sudah datang? Oh ya..Louis..kenalin, ini Martha..nenek Ayles" sahut Lidya.
Louis menatap Lidya saat mendengar ucapan Lidya. Lidya seakan mengerti arti tatapan Louis, dia mengangguk.
"Halo auntie..kenalin saya Louis.." sahut Louis sambil menjulurkan tangan kanannya.
Pikiran Martha dipenuhi tanda tanya mengenai pria ini, '*apakah pria ini yang di katakan Luckas*?' pikirnya dalam hati. Martha membalas menyalami tangan Louis "senang berkenalan dengan anda,Louis. Kamu boleh memanggilku Martha, dan jika boleh tau apa hubungan antara kalian berdua?"
__ADS_1
Louis tertawa "hubungan kami sangat spesial tentunya.. Lidya adalah..kakakku"
Merasa tidak percaya akan ucapan Louis,Martha menatap Lidya yang tengah tersenyum "Louis adalah adikku,mom. Selama ini,dialah yang membantuku menjaga Ayles saat senggang."
Louis meminta izin untuk membawa Ayles pulang ke rumah terlebih dahulu, meninggalkan Martha dan Lidya berdua kembali.
"Kalian tidak terlihat seperti kakak adik, bahkan lebih terlihat seperti sepasang kekasih"
"Karena itu,banyak yang salah paham dengannya" sahut Lidya sambil tertawa "Setelah menyelesaikan sekolahnya,Louis melanjutkan kuliahnya di sini.. sekaligus membantuku untuk menjaga Ayles saat dia senggang"
"Mom sangat bersyukur kamu begitu kuat"
"rasa sakit yang membuat aku kuat.. dan tentunya kehadiran Ayles menjadi kekuatan tersendiri bagiku untuk harus tetap kuat"
"semua sudah berlalu,mom.."
"dan..apakah Luckas sungguh-sungguh telah berlalu dari hatimu?"
"Mom.. kamu tahu nama lengkap Ayles?. Aku memberinya nama Ayles Lucca Ryans.. Lucca aku ambil dari nama Luckas.."
Martha tersenyum..sekarang dia telah mendapatkan jawabnya.. Jika sampai kapanpun, Luckas akan tetap menjadi bagian dari anak dan juga hati Lidya.
Malam hari itu di hotel DeParis,
Luckas duduk di kursi lobi hotel,menatap orang-orang yang berlalu lalang, dia terlihat menunggu seseorang. Sampai akhirnya,orang yang ditunggunya muncul, Luckas langsung mendekatinya,menarik tangannya tanpa memperdulikan pekikan dari orang tersebut dan juga pandangan orang-orang yang melihat mereka.
Luckas menarik Lidya masuk kedalam lift.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan?!!!" bentak Lidya sambil memegang tangannya yang terasa sakit.
Luckas menatap Lidya dengan tatapan tajam dan dingin,membuat Lidya menciut. Terkadang jika Luckas mengeluarkan aura dingin seperti ini,sangat mendominasi lawan bicaranya bahkan sekitarnya.
Luckas berjalan perlahan,membuat Lidya secara otomatis melangkah mundur hingga akhirnya punggungnya menyentuh dinding lift yang terasa dingin, tatapan Luckas dan dinding lift yang dingin membuat Lidya merinding.
"a..ada a..aapa?" tanya Lidya terbata-bata. Lidya mengalihkan pandangannya ke arah lain,matanya tidak berani menatap Luckas.
Luckas tidak melepaskan pandangannya sedikitpun dari Lidya. Tangannya menahan Lidya hingga tidak bisa kabur darinya. Tubuhnya panas menahan emosi yang bercampur aduk. "aku telah memikirkannya,Lidya. Awalnya aku ingin melepaskanmu, tapi ternyata aku tidak sekuat dirimu.. aku tidak sanggup. Hanya memikirkan merelakanmu untuk bersama pria lain, membuatku..gila!"
Lidya menatap Luckas dengan bingung "apa maksudmu?"
"Siapa lagi kalau bukan Louis, lelaki yang bersamamu selama ini!! siapapun dia...aku berjanji akan merebutmu kembali darinya!!" suara Luckas terdengar dingin tapi juga terasa perih.
Lidya sekarang mengerti,Luckas cemburu pada Louis!!. Rasa cemburu yang pernah dia lihat saat masalah Rico, tapi..Luckas salah kali ini..dia cemburu pada Louis,adiknya?
Lidya tertawa keras, membuat Luckas yang tengah di selimuti amarah..menjadi kebingungan melihat Lidya yang tertawa.
Saat itu, pintu lift terbuka dan beberapa tamu masuk kedalam lift. Luckas tidak bisa melanjutkan bertanya pada Lidya, dan Lidya sendiri berusaha menahan tawanya.
Setelah tamu-tamu tersebut keluar,Luckas menarik Lidya keluar dan menuju tangga darurat. Lokasi yang sangat jarang dilewati siapapun.
Luckas menatap Lidya yang masih menahan geli, "Lidya..jika kamu merasa aku hanya bercanda,maka hentikan! Aku sangat serius akan ucapanku! Apapun statusmu, aku akan merebutmu kembali dan juga Ayles!" sahut Luckas serius.
"Luckas..sampai kapanpun,kamu akan tetap menjadi ayah Ayles dan tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi itu! Aku hanya merasa geli melihatmu yang begitu pencemburu, sama seperti dulu" sahut Lidya terkekeh.
Luckas merasa malu dengan ucapan Lidya "a..aku bukan cemburu. Maksudku,a..aku tidak cemburu!"
Lidya melirik Luckas yang memalingkan pandangannya tidak berani melihat Lidya, sekarang situasi keduanya berbalik "benarkah?"
"ten..tentu saja!"
"sekalipun dengan Louis?"
Mendengar nama Louis,Luckas kembali merasa kesal "siapa dia?!!"
"Luckas..Louis itu-" suara dering telepon Luckas menghentikan kalimat Lidya.
Luckas menatap layar teleponnya, Lidya menyuruh Luckas mengangkat teleponnya terlebih dahulu.
"Mom?"
"Luckas!! Kamu mengatakan jika Lidya telah memiliki pria lain,bukan?"
Luckas melirik Lidya,takut jika Lidya mendengar suara percakapan mereka.
"Jika pria yang kamu maksud adalah Louis. Maka kamu salah besar.." lanjut Martha.
"maksud mom?"
"Louis adalah adik Lidya bukan kekasihnya!!"
Saat itu juga Luckas menyadari arti tawa Lidya, dan saat itu juga Luckas ingin lari dari Lidya,dia begitu malu pada dirinya sendiri. Dia marah bahkan cemburu pada pria yang ternyata adalah..adik Lidya!!
__ADS_1