Hotel Prince

Hotel Prince
Hometown Glory


__ADS_3

Round my hometown


Memories are fresh


Round my hometown


Ooh the people I've met


Are the wonders of my world


•Adele•



Lexington,



Louis telah mengabari kedua orang tua mereka jika Lidya dan Ayles akan pulang ke Lexington selama beberapa hari, hal itu disambut baik oleh keduanya. Mereka bahkan terlihat begitu antusias menanti kedatangan cucu mereka.



Saat menyadari ada mobil yang berhenti di depan rumah mereka. Belinda,ibu Lidya terlihat begitu gembira..apalagi disaat dia menatap sosok mungil yang turun dari mobil tersebut. Sosok mungil yang tidak kalah antusias melihat neneknya.



"enmaaa (grandma)~~~~" pekik Ayles sambil berlari mendekati Belinda.



Dengan antusias,Belinda juga menghampiri Ayles dan segera menggendongnya dan memeluknya..dia begitu merindukan cucunya yang menggemaskan itu.


"aduh..duh..cucu grandma makin ganteng aja.." sahut Belinda sambil mengecup pipi cucu kesayangannya.



"tentu dong..siapa dulu grandpa-nya.." sahut Ronald,ayah Lidya yang baru saja keluar menghampiri mereka "aduh..cucu grandpa..kangen tidak sama grandpa?" sahut Ronald sambil tersenyum.

__ADS_1



Ayles tertawa dan mengangguk cepat "Ailes juga kangen loti coklat" sahut Ayles diiringi tawa dari kedua kakek neneknya.



Lidya tersenyum melihat pemandangan antara cucu dan kakek neneknya,perlahan dia menghampiri mereka "jadi.. sepertinya tidak ada yang menanti kedatanganku.." gurau Lidya.



Belinda dan Ronald tertawa dan menghampiri Lidya dan memeluk anak perempuan mereka itu. Pelukan hangat dari kedua orang tuanya seakan memulihkan kepedihan di hatinya.



"yuk..masuk..mom sudah membuat susu coklat hangat untuk kalian.." sahut Belinda "dan tentunya roti coklat hangat juga sudah menanti cucu grandma"



Ayles langsung bertepuk tangan "holee...loti coklat".




Malam harinya, Lidya dan Belinda terlihat sibuk di dapur. Mereka sibuk menyiapkan makan malam bagi mereka semua, ibu dan anak perempuannya itu sangat dekat. Percakapan mereka tidak akan berakhir jika sudah bertemu,mereka bahkan terlihat layaknya seperti sahabat baik. Louis mengintip mereka berdua dari balik pintu,dia tersenyum lega saat melihat Lidya yang tertawa bersama ibunya. Dan diapun pergi meninggalkan keduanya yang terlihat sibuk memasak dan berbincang.



"jadi..bagaimana pekerjaanmu,sayang?" tanya Belinda sambil mengaduk sop asparagus yang ada diatas kompor.



"semua berjalan lancar,mom..aku sangat menikmatinya.."



"baguslah.." Belinda menatap anak perempuannya "kamu tahu,Lidya? mom bangga padamu, kamu begitu tegar dan kuat" lanjut Belinda sambil mengelus rambut pendek anak perempuannya.

__ADS_1



Lidya membalas ibunya dengan senyuman.



"Jadi.." Belinda menatap anaknya kembali "bagaimana dengan hubungan kalian?"



"kalian? maksud mom?" tanya Lidya bingung.



"hubunganmu dengan ayah Ayles..mmm..mom lupa namanya..Luca? Luckas? ah..siapalah namanya" sahut Belinda sambil mencoba mengingat nama Luckas.



Saat mendengar nama tersebut, raut wajah Lidya berubah muram seketika. Dan saat itu juga,Belinda menyadari jika dia telah memberikan pertanyaan yang salah.



Louis pernah mengabari mereka tentang hubungan Lidya dengan Luckas,dan dari Louis..Belinda dan Ronald tahu jika Lidya kembali pada ayah Ayles dan akan segera menikah. Awalnya,mereka mengira jika kepulangan Lidya kali ini akan bersama Luckas untuk mengenalkannya pada kedua orang tua Lidya. Tapi ketika tidak melihat adanya tanda-tanda pria yang ikut bersama mereka. Kedua orang tua Lidya pun tidak bertanya lebih lanjut.



"mom..Lidya ke kamar mandi sebentar.." sahut Lidya yang mencoba mengalihkan pembicaraan dan juga menghindari menjawab pertanyaan ibunya.



Belinda mengangguk dan dia pun tidak mengungkit tentang ayah Ayles lagi. Sedangkan Lidya, walau dia tidak ingin tapi air matanya kembali menetes keluar dari kedua matanya. Dia begitu merindukan Luckas.



Malam harinya,mereka berlima menikmati makan malam dengan begitu hangat. Sesekali terdengar canda tawa sambil menikmati makan malam mereka,dan juga kelucuan Ayles yang begitu membuat suasana makan malam mereka semakin seru. Lidya tertawa sambil menatap keluarganya "keluarga kecil tapi begitu hangat,keluarga seperti inilah yang ku impikan..sebuah impian kecil namun tidak sanggup ku berikan untuk Ayles" gumamnya dalam hati.


Louis menyadari Lidya yang tengah melamun menatap mereka semua, dia mendekati Lidya dan berbisik "jangan melamun,Lidya..atau ayam panggang yang di piringmu itu akan raib ku telan".

__ADS_1


Lidya melirik Louis dengan pandangan tajam "awas kau!!"



__ADS_2