Hotel Prince

Hotel Prince
S2 : Sucker


__ADS_3

I'm a sucker for you


You say the word and I'll go anywhere blindly


I'm a sucker for you, yeah


•Jonas Brother•



Ruby menatap Vanya dengan murka, dia sangat tidak menerima Vanya yang membentaknya. Bagi Ruby,bagaimanapun Vanya tetap hanyalah pegawai rendahan dan dengan statusnya..Vanya tidak berhak untuk membentaknya ataupun memerintahnya.



"Bisakah kamu berkonsentrasi dan fokus?!" bentak Vanya kembali, dia telah mencoba bersabar dan mentoleransi Ruby yang masih belum mengerti. Dan bahkan mencoba menjelaskan ulang kembali pada Ruby,tapi..lagi-lagi Ruby hanya melamun dan tidak memperhatikannya dengan serius.



"Dan bisakah anda tidak membentakku sesukamu?!!" balas Ruby dengan sinis.



"Aku tidak membentakmu sesuka hatiku!! tapi aku membentakmu karena kamu berbuat sesuka hatimu!" balas Vanya.



"Aku? Tidak!! Sejak tadi aku fokus pada penjelasanmu!!" seru Ruby.



Vanya tertawa sinis "ingin bertaruh? Kamu bahkan tidak tahu apa yang aku jelaskan dari awal,walau hanya secuil!"



Ruby menahan geram,dia ingin menjawab Vanya tapi apa yang dikatakan Vanya benar adanya "itu karena kamu yang tidak pintar menjelaskan!"



"atau memang kamu yang bodoh!" lanjut Vanya.

__ADS_1



"Kau!!! ucapanmu keterlaluan!!" pekik Ruby.



"Hei.. hei..hei..? *ladies*..tenang..tenang.. mengapa kalian berdua jadi bertengkar seperti ini?" tanya Louis yang kebingungan sejak tadi. Kedua wanita ini saling bertengkar seperti kucing dan tikus.



"Salahkan dia yang bodoh dalam menjelaskan!" sahut Ruby.



Vanya menatap Ruby dengan murka, Mr.Zhang perlahan mendekati mereka "hei..ada apa dengan kalian?" tanyanya, suara pertengkaran antara Ruby dan Vanya yang perlahan makin membesar..sontak menjadi pusat perhatian semua orang di ruangan itu. Mr.Zhang baru saja menyadari jika yang tengah bertengkar adalah Ruby Lee,bergegas dia menghampiri mereka "Vanya..jelaskan padaku!".



"Mr.Zhang.. aku tidak keberatan jika anda menyuruhku membimbing anak baru.. tapi jika anak baru yang seperti--" mata Vanya melirik kearah Ruby kemudian menghela nafas "maka aku menyarankan anda mengutus orang lain saja.." sahut Vanya. Pekerjaan dia sendiri saja sudah cukup menguras waktu dan tenaga, sekarang harus dihadapkan pada Ruby yang begitu keras kepala.



Mr.Zhang terdiam, tidak ada orang lain sebaik Vanya dalam mendidik Ruby pikirnya. Dia sengaja menyuruh Vanya supaya Ruby bisa belajar banyak padanya,tapi akhirnya belum juga satu hari..keduanya telah berperang "Bagaimana dengan Louis?" tanyanya.




"Baiklah jika begitu.. Kamu tetap membimbing Louis!! Dan kamu Ruby.." Mr.Zhang melirik sekeliling,dan refleks membuat pegawai lainnya menundukkan kepala mereka secepat kilat "Miss Jessica!!" seru Mr.Zhang.



Seorang wanita paruh baya dengan wajah yang tidak bersahabat berdiri dari kursinya dengan kesal "yes,Mr.Zhang.." jawabnya sambil memperbaiki posisi kacamata merah terangnya.



"Kemarilah!" sahut Mr.Zhang.


__ADS_1


Jessica mendekati Mr.Zhang "ada apa,Mr.Zhang?"



"Aku ingin kamu membimbing Ruby" sahut Mr.Zhang.



Raut wajah Jessica telah menunjukkan jika dia menolak keras akan hal itu, tidak kalah juga dengan wajah Ruby yang menentang akan hal itu. Mendengar Vanya tetap membimbing Louis saja sudah cukup membuatnya kesal,sekarang Mr.Zhang malah menyuruh seorang wanita yang terlihat begitu menakutkan untuk membimbingnya?, Ruby sangat tidak menerima hal itu.



"Aku tidak mau,Mr.Zhang!" seru Ruby seketika.



Mr.Zhang menatap Ruby dengan bingung,sedangkan Jessica terlihat sedikit kesal. Dia memang menolak perintah Mr.Zhang tapi belum sempat dia berkata apa-apa, malah anak baru ini yang menolaknya terlebih dahulu!.



"Kamu tidak bisa seperti ini,Ruby!! Vanya merupakan yang terbaik dalam membimbingmu tapi kamu sendiri tidak cocok dengannya. Karena itu,mau tidak mau..kamu harus dibimbing Jessica!" jelas Mr.Zhang dengan tegas.



"Tidak!! Aku tidak mau!!" seru Ruby yang langsung meraih tas tangannya dan berjalan keluar dari ruangan itu.



Semua orang menatap Ruby dengan bingung,mereka tidak mengerti..baru kali ini ada anak baru yang berbuat sesuka hatinya. Louis sendiri hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Ruby "



Ruby berjalan dengan kesal menuju ruangan ayahnya dan tanpa mengetuk pintu..dia langsung masuk begitu saja.


brak!!


Simon Lee yang tengah mempelajari berkas kontrak dengan perusahaan lain, menatap kehadiran putrinya sambil mengerutkan keningnya.


"Setahu papa, papa tidak pernah mengajarimu untuk masuk ke ruangan orang tanpa mengetuk pintu!" sahut Simon dengan tegas "dan lagi.." Simon menatap jam tangannya "bukankah seharusnya kamu sedang bekerja di bawah?"

__ADS_1


Mulut Ruby semakin memanjang keluar setelah mendengar pertanyaan papanya "Aku benci!! Aku tidak mau kerja lagi!!"



__ADS_2