Hotel Prince

Hotel Prince
Blank Space


__ADS_3

Nice to meet you, where you been?


I could show you incredible things


Magic, madness, heaven, sin


Saw you there and I thought


Oh my God, look at that face


You look like my next mistake


Love's a game, wanna play?


•Taylor Swift•


#######


Para remaja itu terlihat begitu gembira sambil bergantian menggandeng tangan Freya sambil berjalan ke tempat parkir, berulang kali mereka selalu menyebutkan jika mereka adalah fans berat dari Freya. Freya membalas dengan senyuman, dalam hatinya dia merasa sangat jijik dengan para remaja yang berulang kali tidak berhenti bergantian menggandengnya,tapi memikirkan mereka yang mungkin menjadi fans satu-satunya yang tersisa,Freya memaksakan dirinya untuk mencoba tersenyum dan bersikap ramah..dia harus memperbaiki image dirinya sendiri.


Sesampai di tempat parkir,Freya tanpa sadar mengikuti mereka terus hingga akhirnya mereka tiba di tempat gelap yang jarang dilewati. Salah satu remaja itu mendorong Freya dengan keras hingga dirinya tersungkur di lantai,mereka menertawakannya begitu keras.


"oopsss..maaf..aduh..aku telah membuat model terkenal jatuh.." ucap salah satu remaja itu.

__ADS_1


Freya terkejut, dia sadar telah masuk dalam jebakan mereka. Dia menatap mereka dengan tatapan tajam memancarkan amarah yang ditahan Freya.


"Hahaha..lihat..dia melihat kita!!" ucap salah satu dari mereka dan diiringi tawa teman-temannya.


Salah satu mereka merunduk menatap Freya tanpa merasa takut akan tatapan Freya "jangan salahkan kami,Freya Green terhormat!! Kami dulu memang fans beratmu!! Bahkan kamu adalah panutan bagi kami semua, tapi setelah video tentangmu,kami benar-benar kecewa dan bahkan merasa dibohongi selama ini yang telah mendukungmu!!"


"Kami bahkan merasa jijik melihat posterku yang pernah kami tempelkan di kamar kami!!" timpa remaja lainnya.


"tidak perlu menatap kami seperti itu!!" bentak remaja yang didepannya sambil memukul kepala Freya.


Freya merasa dilecehkan, belum pernah dia mendapat perlakuan seperti ini sejak dia lahir. Dia hanya sanggup membalas menatap mereka dengan marah tanpa sanggup melawan, tenaganya begitu lemah untuk membalas mereka. Sejak kejadian yang menimpanya,Freya bahkan tidak ingat kapan terakhir dia menikmati makanan yang sanggup memulihkan tenaganya.


Tiap pukulan dari mereka, diterima mentah-mentah oleh Freya. Freya menangis "hentikan!!! aku mohon!!"


Mereka tertawa terbahak-bahak "baiklah..akan kami hentikan.. tapi..hanya setelah kami merasa lega memberimu pelajaran!!" sahut salah satu mereka.


Freya menatap potongan rambut-rambutnya yang tergeletak di lantai, air matanya mengalir. Remaja-remaja itu merasa puas saat selesai 'mendandani' Freya. Mereka menghentikan aksi mereka "saran dari kami.. bersembunyilah sepanjang sisa hidupmu!! kamu tidak pantas menjadi publik figur lagi!!" ucap salah satu dari mereka sambil melemparkan gunting yang mereka pakai pada Freya tadi. Mereka tertawa bersama sambil meninggalkan Freya yang masih duduk dilantai dan menangis.


 ######


Disisi lain,


Setelah mendapatkan informasi dari pihak Times Square,Edward bergegas memberitahukan pada Luckas jika salah satu pihak sekuriti Times Square menemukan Lidya di salah satu restoran.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama,Luckas langsung pergi ke restoran tersebut. Dia merasa lega sekaligus takut, lega karena menemukan Lidya tapi juga takut jika wanita yang tersebut bukanlah Lidya.


Luckas menatap restoran yang sama yang pernah mereka kunjungi sebelumnya, Luckas melangkah masuk dan melihat sekeliling ruangan restoran tersebut sampai akhirnya berhenti di sosok yang dikenalnya. Sosok tersebut tengah duduk membelakangi Luckas,sehingga tidak tahu jika Luckas tengah menghampirinya.


"Lidya.."


Mendengar suara Luckas yang memanggil namanya, membuatnya terperanjat. Dia sungguh tidak menyangka Luckas bisa berada disana,lebih tepatnya bisa menemukannya!. Lidya menatap Luckas dengan wajah tidak bersahabat "apa yang kamu lakukan disini?!!!" ucap Lidya kasar.


Luckas duduk di depan Lidya tanpa memperdulikan tatapan Lidya yang begitu dingin "mencarimu..mencari kekasihku yang pergi meninggalkanku tanpa sepatah katapun!"


Lidya beranjak dari tempat duduknya,niatnya menghilang dari Luckas tapi malah begitu cepat Luckas menemukannya. Dengan cepat Luckas menarik tangan Lidya dan menahannya untuk tidak pergi.


"Lepaskan aku,Luckas!!"


Bukannya melepaskan tangannya,Luckas malah mendekatkan dirinya dan memeluk Lidya. Kedua insan itu sontak menjadi tontonan orang-orang yang tengah berada di restoran itu "aku sudah mengatakan padamu bahwa aku tidak akan pernah melepaskanmu! Aku tahu kamu pergi karena pertengkaranku dengan Dora. Lidya..bukankah kita sudah berjanji jika kita akan menghadapinya bersama?!"


Lidya risih dengan tatapan orang-orang,berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Luckas "Lepaskan aku terlebih dahulu,Luckas..semua orang sedang melihat kita".


"Aki tidak peduli dengan hal itu,Lidya!! Kamu yang tiba-tiba pergi telah membuatku tersiksa, dan aku tidak akan melepaskanmu lagi!!"


Lidya semakin mencoba melepaskan Luckas "aku mohon.."


"Baiklah..asalkan kamu berjanji akan pulang bersamaku dan jangan pernah menghilang seperti ini lagi.."

__ADS_1


Lidya tidak memiliki pilihan lain, semua orang melihat mereka sambil berbisik satu sama lain. Lidya sangat tidak nyaman dengan hal itu. Dia hanya bisa memilih menuruti permintaan Luckas.


#######


__ADS_2