
You you it’s you you girl
It’s getting clearer
I don’t want to worry anymore
No waiting anyone else
It’s you, all I want is you you you
•NCT Dream•
"untuk apa kita kembali ke New York? Aku masih ingin berada disini!" gerutu Luckas.
"kamu ingin kita menikah,bukan?"
Luckas mengangguk cepat.
"Karenanya kita harus kembali ke New York"
Luckas terdiam "baiklah..tapi tidak hari ini.. besok!! Aku masih ingin berada di sini,Lidya.."
Lidya menghela nafas "baiklah.." sahut Lidya, Lidya sendiri juga masih ingin berada di Lexington bersama kedua orang tuanya. Tidak bisa di pungkiri dia begitu merindukan kedua orang tuanya juga.
Ronald mengetuk pintu kamar Louis yang sementara di tempati Luckas selama di Lexington,
"masuk.." sahut Luckas.
Ronald membuka pintu kamar perlahan "apakah aku mengganggumu,Luckas?"
"tidak..tentu tidak,Da-" Luckas terdiam.
Ronald tertawa "jika kalian telah serius, maka aku tidak keberatan jika kamu memanggilku Dad,Luckas"
Luckas tersipu malu. Ronald duduk mendekati Luckas "Luckas..aku hanya memiliki satu anak perempuan,satu-satunya wanita yang selamanya tetap seperti gadis kecil di mataku dan selamanya tetap selalu ku manja.. saat dia baru lahir,hanya memikirkannya kelak dia akan menikah bersama orang asing dalam hidupku..aku sangat tidak rela"
Luckas terdiam mendengar ucapan Ronald.
"tapi..tiga tahun lalu,dia bukan hanya menghilang darimu tapi juga dari kami, dan tiba-tiba dia menelepon kami dan mengatakan dia hamil. Kau tahu? Langit seakan runtuh dan menindihku, hatiku sangat hancur.."
Luckas menunduk "maafkan aku,Dad.."
Ronald tersenyum "maafkan aku karena menyalahkanmu tiga tahun yang lalu,walau saat itu aku bahkan tidak tahu namanya. Aku bahkan ingin mengutukmu saat itu"
Luckas tertawa canggung.
__ADS_1
"dan sekarang aku tetap mengutukmu,Luckas!!"
Luckas menatap Ronald dengan bingung.
"aku mengutukmu untuk tetap berada di sisi Lidya. Jangan pernah menyakitinya! Jika disaat kamu sudah tidak mencintainya,kembalikanlah dia padaku.. karena aku akan tetap selalu mencintainya.. namun,ingatlah..saat itu juga maka aku akan menemuimu dan menghabisimu!" sahut Ronald dengan mata berkaca-kaca.
Luckas membeku dan raut wajahnya berubah menjadi serius seketika "percayalah,Dad. Tidak akan ada hari itu! Lidya..akan menjadi ratuku satu-satunya di kerajaanku!! tidak akan ada ratu lain yang bisa menggantikan posisinya..sejak awal berjumpa,saat ini hingga kelak nantinya! Aku akan mencintainya seperti dad mencintainya! aku akan memberinya kasih sayang setiap hari seperti dad menyanyanginya! dan aku akan menjaganya sepanjang waktu seperti dad menjaganya!!"
Kedua mata Ronald semakin berkaca-kaca "terima kasih..terima kasih,Luckas.."
Keesokan harinya,
"kamu yakin ingin pulang bersamanya?" tanya Louis sambil menatap kakaknya yang bersiap-siap untuk kembali ke New York.
Lidya mengangguk "dan kamu yakin untuk menjaga Ayles beberapa hari?"
Louis mengangguk "tidak perlu cemas,dua hari lagi aku akan menyusul kalian. Lagipula,Mom dan Dad tidak akan pernah keberatan jika menyangkut Ayles"
"tentu saja!" sahut Belinda tiba-tiba masuk ke dalam kamar Lidya "pergilah, Lidya. Selesaikan semuanya.. Ayles akan aman bersama kami.."
"thank you,mom.." lirih Lidya,dia menatap Ayles "Ayles sayang..mama tinggal sebentar tidak apa-apa?"
"Mommy akan ke New York sebentar.." sahut Lidya sambil menggendong Ayles dan meletakkannya di pangkuannya "Ayles nanti dua hari lagi ikut uncle ke New York juga.."
"dua hali?" tanya Ayles.
Lidya tersenyum "Ayles bobonya dua malam dan setelahnya Ayles sudah bisa jumpa mommy.."
Raut wajah Ayles berubah,mulutnya seketika melengkung ke bawah dan matanya mulai berkaca-kaca. Luckas mendekatinya dan menggendongnya "ksatria daddy.." Luckas menatap Lidya "atau kita bawa Ayles sekalian saja?"
Lidya menatap Ayles "Ayles mau ikut mommy dan daddy?"
Ayles mengangguk pelan.
__ADS_1
Belinda mendekati Ayles "tidak mau sama grandma dan grandpa disini? Ayles bisa makan roti coklat banyak-banyak.." bujuk Belinda.
Wajah Ayles cerah seketika saat mendengar kata "banyak-banyak?"
Belinda mengangguk "tentu saja,sayang.."
"jadi..Ayles mau ikut mommy lagi?" tanya Lidya.
"Ailes mau loti..tapi mau mamii" sahut Ayles dengan nada polosnya.
Lidya tersenyum "Ayles..Ayles hanya bisa pilih salah satu.. kalau Ayles mau roti coklat,Ayles harus tinggal sini,bobo dua malam dan ketemu mommy.. kalau Ayles ikut mommy..Ayles tidak bisa makan roti coklat"
Ayles menggeleng "Mau cama emma.." lirihnya.
"astaga..mommy kalah sama roti coklat grandma.." sahut Lidya.
Belinda dan Ronald tertawa.
"kalian tenanglah..selesaikan semuanya.. lagipula Dad masih rindu dengar celotehan cucu Daddy.." sahut Ronald.
"mom..mom yakin Ayles tinggal sini?" tanya Lidya yang sebenarnya tidak tega meninggalkan Ayles.
"tentu saja,sayang..kamu tidak perlu sedih,kan kamu yang bilang..hanya dua malam" goda Belinda.
"ya ampun..kau seperti mau pergi berperang..pergilah..bukankah biasanya Ayles juga aku yang jaga? pergilah!" gerutu Louis.
Luckas tersenyum "Mom..dad..Louis..kami titip Ayles ya.. dan satu hal lagi,jika kedua orang tuaku setuju maka aku ingin segera mempercepat pernikahan kami..apakah mom dan Dad keberatan?"
autor : aduh..bab kali ini,author sampe mewek (hayo..siapa yang naruh bawang dekat aku)..
__ADS_1
sambil ngetik jd mengingatkanku pada alm.daddyku..
T.T hik.. siapa yang mewek juga ☝️😭