
I'm not too shy to show I love you, I got no regrets.
I love you much, too much to hide you, this love ain't finished yet.
This love ain't finished yet
So baby whenever you're ready
•Selena Gomez•
Louis menatap gadis mungil yang berdiri didepannya "wah..siapa gadis mungil yang manis ini?".
Ayles menepuk dadanya "teman ai les.. shei la"
"Halo..gadis manis.." sapa Louis yang dibalas dengan senyuman dari Sheila.
__ADS_1
Lidya berjalan menghampiri Louis "ada apa? bukankah aku belum meneleponmu untuk menjemputku?" tanya Lidya.
"Tadi Elena meneleponku, katanya jika kamu tidak mengangkat teleponmu. Dia berpesan jika ada hal penting dan memintamu segera ke hotel"
Lidya meraba kantong celana jeansnya "aduh..sepertinya handphoneku tertinggal di rumah" ucap Lidya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal "kamu sedang senggang?? anterin aku ke hotel dong.."
"karena itu aku ke sini.. dasar ceroboh!!"
New York,
Setibanya di New York, Luckas tidak ingin menyia-nyiakan waktu lagi. Dia langsung menuju hotel DeParis yang berada di New York. Sesampai di hotel DeParis,Luckas segera meminta pada resepsionis untuk bertemu dengan Lidya. Namun,dikarenakan hari Minggu merupakan hari libur bagi Lidya.. lagi-lagi Luckas tidak bisa bertemu dengan Lidya. Dia sangat kecewa.
Namun, Luckas tiba-tiba terpikirkan ide bagus. Dia kembali mendekati resepsionis "Saya ingin bertemu dengan direktur anda" sahut Luckas. Sekarang Elena merupakan satu-satunya harapannya yang bisa membantunya.
__ADS_1
Kedua resepsionis itu saling berpandangan, mereka tentu mengenal siapa laki-laki yang berdiri didepan mereka. Siapa yang tidak mengenal Luckas, terutama mereka yang berada di New York.. Luckas Ryans sangatlah terkenal,apalagi bagi mereka yang bekerja di bidang ini. "apakah ada janji sebelumnya?" tanya salah satu resepsionis tersebut.
Luckas merasa kesal, dia yang begitu tidak sabar ingin segera bertemu dengan Lidya..sekarang harus menghadapi pertanyaan bodoh seperti ini lagi. Luckas menatap mereka dengan pandangan tajam. Kedua resepsionis tersebut seketika mengecil, aura dingin dari tatapan Luckas membuat mereka tidak berani menatapnya. "Apakah kalian tidak bisa membantuku menelepon Elena,direktur kalian??!". Dengan gugup,salah satu dari mereka segera menelepon Elena dan memberitahukan tentang Luckas. Sejak di Boston,Luckas telah meminta Edward untuk memeriksa data mengenai hotel DeParis..dan darinya Luckas bisa mendapatkan nama Elena dan juga nama dari ayah Elena,Gerald Kyler. Luckas pernah bertemu dengan beliau saat mengikuti Arthur pertama kali ketika dia masih dalam tahap belajar mengelola hotel Ryans. Dan dari Edward juga,Luckas mendapat info mengenai Elena yang juga telah berada di New York bersama Lidya untuk memantau perkembangan hotel Elena yang berada di New York untuk sementara waktu.
Setelah menutup telepon,petugas resepsionis tersebut mengantar Luckas menuju ruangan direktur mereka. Elena langsung berdiri menyambut Luckas begitu masuk kedalam ruangannya dan segera mempersilahkan Luckas untuk duduk. Kehadiran Luckas di ruangannya membuat Elena menjadi gugup,dia tidak menyangka seorang Luckas Ryans yang terkenal akan menemuinya dan sekarang duduk dihadapannya.
"Selamat sore, Sir Luckas Ryans.. Bolehkah saya tahu maksud kedatangan anda di sini?" tanya Elena dengan sopan.
"Anda dapat memanggilku Luckas,Miss Elena Kyler.." sahut Luckas "anda sangat mirip dengan ayah anda,Mr.Gerald Kyler"
"an..anda mengenal ayah saya?" tanya Elena.
Luckas mengangguk "tentu saja. Beliau sangat baik dan juga ramah.."
Elena sedikit terharu mendengar perkataan Luckas "terima kasih.."
"dan..sebenarnya maksud kedatangan saya hari ini, saya ingin meminta sedikit bantuan kecil pada anda. Bantuan yang sangat kecil namun sangat berarti bagi saya.."
"Suatu kehormatan bagi saya untuk dapat membantu anda.. tapi bantuan apa yang bisa saya bantu?" Elena bingung dengan perkataan Luckas, bagaimana mungkin seorang Luckas Ryans yang berkompeten dan terkenal meminta bantuan padanya yang bukan apa-apa jika dibandingkan dengan Luckas.
Luckas tersenyum memperlihatkan lesung pipi yang samar, akhirnya dia mendapatkan secercah harapan dan juga sebuah jembatan yang bisa menghubungkannya dengan Lidya.
"saya tahu anda memiliki seorang manager yang bernama Lidya Claresta. Dan saya ingin bertemu dengannya.. apakah anda bisa membantuku?"
__ADS_1
Nafas Elena tercekat, bagaimana bisa Luckas mengenal Lidya dan bahkan sampai membuat Luckas datang padanya meminta bantuan hanya untuk bertemu dengan Lidya. Yang terlintas dipikiran Elena hanyalah Luckas yang ingin menarik Lidya kembali bekerja padanya karena mengetahui Lidya yang begitu kompeten atau.. Lidya yang memiliki masalah pribadi sebelumnya,saat dia masih bekerja di hotel Ryans.