Hotel Prince

Hotel Prince
There's nothing holding me back


__ADS_3

Oh, I've been shaking


I love it when you go crazy


You take all my inhibitions


Baby, there's nothing holdin' me back


You take me places that tear up my reputation


Manipulate my decisions


Baby, there's nothing holdin' me back


There's nothing holdin' me back


•Shawn Mendes•



Tentu saja Louis mengenal nama Luckas Ryans, dia tidak menyangka jika Luckas,pria yang tadi berbicara padanya dan juga ayah dari Ayles adalah seorang Luckas Ryans. Dan sekarang dia tahu mengapa nama Ayles memiliki nama Ryans dibelakangnya. Louis pernah bertanya pada Lidya akan hal itu, tapi Lidya berdalih jika itu hanya sebuah nama dan tidak ada yang istimewa akan hal itu. "kau membohongiku,Lidya" sahut Louis pelan.


__ADS_1


Waktu menunjukkan hampir tengah malam, Lidya berjalan masuk kedalam rumahnya dengan tubuh yang terasa lelah menuntut untuk beristirahat segera. Saat Lidya menghidupkan lampu,dia terkejut melihat Louis yang berdiri bersandar di dinding tengah menatapnya,seakan memang sengaja menunggu kepulangan kakaknya itu.


"Ya Tuhan!! kau membuatku terkejut! Apa yang kamu lakukan disini? Bukankah kamu akan berangkat besok pagi-pagi?" tanya Lidya sambil melepaskan sepatu hak tingginya. Lidya berjalan menuju sofanya dan berbaring "Ayles sudah tidur?"


Louis mengikuti kakaknya, dan duduk di lantai dekat dengan wajah Lidya "tentu saja sudah. Bagaimana kamu mengurusnya nanti saat aku pulang ke Lexington?"


Lidya mengangkat kedua bahunya,kemudian menutup kedua matanya dengan tangannya "tenang saja..aku bisa mengurusnya nanti.."


Louis menggelengkan kepalanya "dan..bagaimana mungkin kamu tidak mengatakan padaku jika ayah Ayles adalah Luckas Ryans?!"


Pertanyaan tiba-tiba dan mengejutkan membuat Lidya refleks membuka matanya dan menatap Louis "bagaimana-"


"Bagaimana aku tahu?" potong Louis "Kami pernah bertemu sebelumnya di pesta pernikahan klienmu, kamu ingat saat Ayles menghilang waktu itu?"


"Benar sekali,Miss Lidya. Pria yang menemukan Ayles ternyata tidak lain adalah Luckas Ryans. Pantas saja Ayles begitu lengket padanya"


"kamu serius?"


"tentu saja. Bukankah Ayles bahkan menangis saat berpisah darinya?!" Louis bangkit berdiri "Lidya..setelah bertemu dengannya, aku semakin yakin untuk setuju jika kalian kembali,Lidya. Aku bahkan pernah mendengar wawancaranya mengenai kekasihnya.. Dia mengatakan jika kekasihnya sedang pergi, tapi dia akan menemukannya karena dia sangat mencintai wanita itu dan sampai kapanpun akan menunggunya!! awalnya, aku merasa wanita yang dia sebutkan itu sangatlah beruntung. Dan sekarang aku lebih tidak menyangka jika wanita yang dia katakan,tidak lain adalah kakakku sendiri yang bahkan tidak menyadari jika ada pria yang begitu setia dan begitu mencintainya" sahut Louis sambil masuk kedalam kamarnya, meninggalkan Lidya yang kembali termenung sendirian.


 ~


Dua hari kemudian,

__ADS_1


Setelah Louis pulang ke Lexington,Lidya benar-benar kewalahan mengatur waktunya untuk bekerja dan mengurus Ayles sendirian. Dia tidak menyangka kehadiran Ayles sangat berpengaruh besar dengan dirinya. Untungnya,Elena memberi Lidya kelonggaran seperti perjanjiannya dulu. Dia tidak mengekang Lidya,bahkan memberikan Lidya seorang asisten untuk membantunya mengurus pekerjaannya di hotel


Malam itu,Lidya turun dari taksi sambil membawa beberapa berkas dan tasnya, perlahan dia menggendong Ayles yang telah tertidur. Tiba-tiba sepasang tangan membantu Lidya menggendong Ayles. Refleks membuat Lidya terkejut saat ada yang menggendong anaknya,tapi saat melihat wajah dari pemilik tangan tersebut.. Lidya terdiam.


"Apa yang kamu lakukan disini?!" bisik Lidya yang takut membangunkan Ayles.


Luckas memberi tanda supaya tidak berisik dan menyuruhnya segera membuka pintu. Karena takut Ayles terbangun,Lidya akhirnya menuruti keinginan Luckas.


Dengan lembut,Luckas merebahkan tubuh mungil Ayles di tempat tidurnya. Dia mengelus lembut wajah Ayles dan mengecup keningnya, tanpa sadar..Lidya tersenyum melihat pemandangan antara ayah dan anak itu. Setelah memastikan Ayles terlelap, Luckas menarik Lidya keluar dari kamar Ayles dan menutup pintu.


Luckas tidak memberikan kesempatan Lidya untuk berbicara, dia mendorong dan menahan tubuh Lidya di dinding.. Luckas mencium bibir Lidya,ciuman yang selama ini telah begitu dia rindukan.


Lidya berusaha melepaskan diri,tapi semua sia-sia.. Tenaga Luckas selalu lebih kuat darinya,ditambah ciuman Luckas membuat tubuhnya lebih kehilangan tenaga. Lidya mencoba menolak ciuman Luckas,namun berbanding terbalik dengan tubuhnya yang ternyata begitu haus akan ciuman dan sentuhan Luckas.


Sadar akan Lidya yang tidak menolak,membuat Luckas semakin ganas ******* bibir Lidya.


Saat Luckas menghentikannya,nafas keduanya memburu, mencoba menahan luapan gairah yang hampir mendobrak pertahanan mereka masing-masing.


"apa yang kamu lakukan?!! Bagaimana jika Louis memergoki kita?!!" pekik Lidya dengan suara berbisik.


Luckas mendekati telinga Lidya dan berbisik "sepertinya kamu telah berubah.. semakin pintar berbohong. Kamu mencoba membohongiku dengan keberadaan Louis yang sebenarnya tidak berada disini?" bisik Luckas sambil tersenyum.


"Ba..bagaimana kamu tahu?" tanya Lidya.

__ADS_1



__ADS_2