Hotel Prince

Hotel Prince
Kamu milikku!


__ADS_3

Kedua insan itu saling memenuhi satu sama lain. Saat itu juga Luckas merasakan dirinya telah merobek sesuatu dan Lidya meringis kesakitan diikuti oleh darah yang mengalir dari mahkotanya.


"Li..dya.. ka..mu.."


Air mata Lidya mengalir menahan rasa sakit yang masih terasa di kewanitaannya.


"Mengapa kamu tidak mengatakan padaku,Lidya? Jika kamu mengatakan padaku,aku akan menghentikan semua ini dari awal" lirih Luckas saat mengetahui jika dia telah merobek harta terpenting Lidya.


Lidya mencoba tersenyum,dia tidak ingin Luckas menyesal "Aku tidak keberatan karena aku mencintaimu,Luckas. Jangan menyesali ini..Kamulah satu-satunya lelaki yang kucintai"


"Oh Tuhan..Lidya,aku semakin mencintaimu!! Percayalah kamulah wanita pertama dan terakhir bagiku!!"


Kedua insan itu saling memenuhi satu sama lain semalaman.

__ADS_1


Luckas berbaring disamping Lidya sambil memeluk Lidya dengan erat seakan tidak ingin kehilangannya. Luckas tersenyum "terima kasih,Lidya.. aku mencintaimu", Lidya tersenyum,tubuhnya masih lemas "aku mencintaimu,Luckas.." bisik Lidya.


-----------


Keesokan paginya,


Luckas menatap Lidya yang masih tertidur lelap disampingnya. Dia mengambil handphonenya dan mengetik pesan pada Edward. Dia menyuruh Edward membuat izin cuti Lidya untuk hari ini. Edward tidak berani bertanya lebih lanjut dan hanya menuruti perintah Tuannya.


Lidya bergerak,matanya seakan menolak bangun. Tubuhnya masih kelelahan dengan aktivitas semalamnya, perlahan dia membuka matanya dan Luckas tengah menatap dan tersenyum padanya.


Lidya menarik selimut ditubuhnya hingga menutupi wajahnya.


Luckas terkekeh melihat tingkah Lidya "ada apa, Lidya?"

__ADS_1


"aku...ma..lu" bisik Lidya dari balik selimut.


Luckas tertawa "Dimana Lidyaku yang semalam? Lidya yang begitu liar menggodaku.." goda Luckas.


Lidya melihat Luckas dengan pandangan kesal.


"Aku hanya bercanda,sayang. Tapi,kamu tidak perlu malu.. aku telah melihat semuanya,begitu juga kamu telah melihatku sepenuhnya.."


Lidya mencubit perut Luckas dari balik selimut. Luckas mengerang "aduh!!", Lidya tertawa mendengar Luckas yang kesakitan.


Luckas menarik tubuh Lidya hingga berada diatasnya


"kamu milikku,Lidya. Jangan harap kamu bisa meninggalkan tempat tidur ini hari ini.." bisik Luckas sambil ******* bibir Lidya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2