
Berulang kali Freya mencoba menghubungi Dora tapi Dora selalu menghindarinya. Dia bahkan meminta kedua orang tuanya untuk menuntut pertanggungjawaban mengenai pembatalan pertunangannya. Dan Dora malah membalas dengan sebuah 'tamparan' pada keluarga Green.
"atas dasar apa saya harus bertanggung jawab,Mrs.Green?" ucap Dora saat ibunda Freya meneleponnya untuk meminta pertanggungjawaban "satu, sebenarnya secara resmi anak anda dan cucu saya belum sah bertunangan. Hanya karena kalian yang salah tidak mampu menjaga mulut kalian,sehingga wartawan mengetahui rencana pertunangan ini dan seenak mereka mempublikasikan, dan tentu tanpa persetujuan dari keluarga kami,bukan???". Ibunda Freya terdiam mendengar perkataan Dora, memang benar adanya jika waktu rencana pertunangan..dirinya tidak sengaja memberitahukan pada ibu-ibu arisannya sehingga menjadi buah bibir dan tercium oleh pihak media masa, maka rencana pertunangan anaknya tidak akan diketahui publik.
"kedua..Aku sudah mencoba membujuk Luckas tapi dia bersikeras menolak pertunangan ini.. dan ketiga, setelah skandal video-video yang beredar..apakah masuk akal jika saya tetap memaksa Luckas untuk bertunangan pada anak anda?" sahut Dora tenang tapi dengan suara yang menekan "seharusnya anda memperbaiki sifat anak anda terlebih dahulu,Mrs.Green. Dan saya akan menganggap kita tidak pernah ada hubungan apa-apa lagi. Good evening,Mrs.Green"
Ibunda Freya hanya sanggup membisu, dia tidak sanggup membalas apapun pada Dora setelah seluruh dunia mengetahui sifat buruk anak tunggalnya. Setelah semua yang terjadi akhirnya, kedua orang tua Freya meminta Freya untuk pindah sementara waktu di Prancis dan vakum dari dunia modeling. Dan sejak saat itu,tidak pernah lagi terdengar nama Freya Green.
#######
Washington,apartemen Luckas.
__ADS_1
Kedua sejoli itu duduk santai di sofa merah maroon berukuran besar yang ada di ruang tamu Luckas sambil menikmati segelas wine. Masalah belakangan ini membuat mereka cukup lelah dan tidak memiliki quality time berduaan, sehingga mereka berencana menghabiskan waktu menonton film romantis yang telah dipilih Lidya sebelumnya.
Suasana apartemen Luckas gelap gulita,hanya cahaya dari televisi yang menjadi satu-satunya penerang di sana. Lidya yang menyarankan hal itu pada Luckas supaya lebih terasa seperti menonton di bioskop. Dia menolak ajakan Luckas untuk menonton di bioskop asli. Ditambah hari itu asisten rumah tangga Luckas meminta izin untuk pulang lebih awal karena anaknya sakit sehingga mereka lebih leluasa untuk berduaan menikmati film tentang percintaan.
Lidya merebahkan kepalanya di bahu Luckas sambil menikmati film yang tengah berputar itu.
"Luckas.." sahut Lidya pelan
"apakah kamu tahu alasan Dora yang menyetujui batalnya pertunanganmu dengan Freya?" tanya Lidya, sesungguhnya hal itu juga menjadi pertanyaan bagi dirinya,yang dimana dia tahu jika Dora begitu ngotot untuk tetap mempertahankan Freya sebelumnya.
Luckas memindahkan tatapannya menjadi kearah Lidya "honey...tidak ada yang namanya pertunangan pada diriku!!" jawab Luckas sambil mengecup kening Lidya "dan..aku juga tidak tahu pasti apa yang membuat Dora berubah pikiran. Tapi..terlepas dari itu,bukankah menjadi hal yang baik bagi kita?"
__ADS_1
Lidya mengangguk pelan walau pikirannya masih dipenuhi pertanyaan.
"Lidya..mari kita lupakan Freya. Mulai saat ini,tidak akan ada Freya-Freya lainnya..hanya ada Luckas dan Lidya" sahut Luckas lembut. Dia telah berjanji tidak akan ada lagi kejadian seperti ini pada hubungan mereka.
Lidya tersenyum dan mengangguk sambil memeluk Luckas "baiklah..". Lidya melepaskan pelukannya dan mencium bibir Luckas.
Luckas terkekeh "Bagaimana mungkin seorang wanita yang berinisiatif terlebih dahulu menyerang laki-laki?" canda Luckas.
Lidya menggeleng "Aroma tubuhmu telah membuatku mabuk sejak tadi,Luckas..dan sekarang aku sangat mendambakanmu lebih dari apapun!" Lidya kembali ******* bibir Luckas yang terlihat begitu menggodanya, dia tidak membiarkan Luckas membalas perkataannya. Lidya ******* habis bibir Luckas dan mendorong tubuh Luckas hingga terjatuh berbaring diatas sofa.
Luckas membiarkan Lidya melakukan apapun pada dirinya, toh dia juga begitu merindukan Lidya. Lidya menekan tubuh Luckas tanpa melepaskan ciumannya yang perlahan mulai turun di bagian leher Luckas. Perlahan-lahan Lidya membuka kancing-kancing kemeja Luckas sehingga bagian dada Luckas terbuka bebas begitu saja. Lidya mengelus dada bidang Luckas, ciuman di leher mulai kembali menjalar turun di dada Luckas, Luckas mendesah saat mulai merasakan sensasi nikmat yang perlahan merambah sekujur tubuhnya. Tangan kanannya mulai melaju ke bagian depan kemeja Lidya mencari kancing-kancing kemeja milik Lidya. Dengan cepat,Luckas melepaskan dua kancing bagian atas kemeja itu. Akan tetapi Lidya tiba-tiba menghentikan ciumannya dan berbisik di telinga Luckas "maaf sayang..aku ingin mandi sebentar" bisik Lidya sambil tersenyum nakal.
__ADS_1