
...We met and we loved...
...it has become a lasting memory...
...a quite good romantic melodrama...
...a fine endingThat will do I loved you...
...LOVE SCENARIO that we created...
...now the lights are off...
...and if we turn over the last page...
...we quietly come to an end...
•iKon•
Lidya tertawa mendengar ucapan anaknya,dia tahu maksud anaknya adalah apakah dia mau menikah dengan daddynya. Lidya menggendong anaknya dan memeluknya erat, Lidya memandang Luckas dan mengangguk begitu cepat.
Wajah Luckas berubah cerah seketika,senyuman menghiasi wajahnya. Dia langsung bangkit berdiri dan memeluk Lidya dan Ayles"terima kasih..terima kasih,Lidya.. aku akan membahagiakanmu dan juga Ayles!!"
Lidya tertawa dan berbisik di telinga Luckas "dasar bodoh..bagaimana mungkin aku sanggup menolakmu yang begitu mencintaiku melebihi diriku sendiri"
Dari kejauhan,Louis sedari tadi mengintip mereka..hanya bisa senyum-senyum sendiri karena rencana mereka yang berhasil. Sejak awal, rencana lamaran ini merupakan ide dari Luckas sendiri dan diam-diam,Luckas meminta bantuannya dan tentu tanpa sepengetahuan Lidya. Begitu Louis di hubungi Luckas dan memberitahunya mengenai rencana lamarannya,Louis menyambut dengan senang hati. Demi melihat Lidya yang berbahagia,tidak ada alasan bagi Louis untuk menolaknya.
__ADS_1
"aku akan memberitahu mom dan dad.." bisik Louis.
Perumahan Lincoln,
Sudah berminggu-minggu Dora menanti kedatangan Luckas dan Lidya,tapi tidak kunjung mendapatkan kabar. Perasaan kecewa dan sakit hati mulai terasa di dirinya, disaat dia mulai menurunkan harga dirinya dengan meminta mereka kembali tapi hal ini malah tidak di sambut baik oleh cucunya.
Dora mengetahui jika Martha telah memberitahu Luckas, dan Martha mengira jika Luckas telah memberitahu Lidya namun Lidya menolaknya.
Walau Dora merasa jengkel dan geram dengan Lidya tapi dia juga merasa wajar jika Lidya marah padanya dan mungkin malah membencinya. Dora menghela nafas panjang sambil menatap luar jendelanya.
Tidak lama kemudian,Dora keluar dari kamarnya dan melihat sekeliling rumahnya yang terlihat sepi. Dora kembali menghela nafas, sejak Luckas meninggalkan keluarga Ryans..mau tidak mau,Arthur harus kembali mengurus hotel Ryans sendiri kembali. Rumah besar itu sekarang terlihat semakin sepi.
"Steward!!!" sahut Dora dengan suara besar. Steward merupakan kepala pelayan sekaligus supir pribadi untuk Dora, Steward telah bekerja jauh sebelum Martha masuk kedalam keluarga Ryans sehingga membuatnya mengenal baik sifat-sifat anggota keluarga Ryans terutama Dora yang begitu keras.
Steward berjalan dengan cepat mendekati Dora,
"Siap,madam!!"
"Kemana tuan dan nyonya?" tanya Dora.
Dora terdiam "hotel DeParis...sekarang!!"
Bulan Desember,bulan penuh liburan..
Kota New York mulai terlihat begitu ramai tiap harinya, beberapa mulai disibukan dengan persiapan natal. Hotel-hotel mulai penuh akan tamu-tamu yang berasal dari luar kota dan negeri. Termasuk salah satunya,hotel DeParis.
Sheila si gadis manis berambut pirang yang masih berumur 25 tahun terlihat berlari menuju kantor atasannya Lidya. Sheila adalah asisten yang ditunjuk Elena menjadi asisten Lidya untuk membantunya.
__ADS_1
Lidya menyukainya, walau Sheila terkadang sedikit lambat dan ceroboh tapi sifatnya yang pekerja keras dan mau belajar membuat Lidya menyukainya. Bagi Sheila,Lidya bagaikan role model-nya..dia begitu mengangumi Lidya. Lidya yang begitu cekatan dan penuh wibawa dan tegas saat bekerja tapi tetap begitu baik hati dan menghormati semua karyawannya,membuat Sheila begitu mengidolakannya.
Sheila mengetuk pintu kantor Lidya perlahan dan membukanya. Lidya yang tengah duduk memeriksa berkas yang ada di mejanya, melirik Sheila yang terlihat pucat.
"ada apa,Sheila?" tanya Lidya.
"Madam..ada sedikit kendala.." lirih Sheila.
Lidya meletakkan berkas yang ditangannya, dan menyatukan kedua tangannya "sedikit?"
"tentang sir Darren White" sahut Sheila perlahan.
"Darren? ada apa?" tanya Lidya. Raut wajah Lidya berubah serius saat mendengar nama itu. Darren White adalah pengusaha furniture yang terkenal, kesuksesannya diusianya yang baru saja menginjak kepala tiga membuatnya terkenal dan dikagumi karena kepiawaiannya dalam berbisnis. Dan kesuksesannya juga telah membuatnya menjadi salah satu pengusaha muda terkaya di dunia.
Lidya pernah berjumpa dengannya saat masih bekerja di Boston. Saat itu,Darren yang terpaksa menginap di hotel DeParis karena hotel-hotel yang lain yang telah penuh. Tapi,adanya Lidya membuatnya tidak menyesali pilihannya untuk menginap di hotel DeParis. Lidya begitu sabar dan ramah melayaninya.
Dan Darren sendiri begitu salut melihat Lidya yang saat itu tengah hamil tua, namun tetap begitu bekerja keras bahkan begitu teliti dan ramah pada tamu-tamunya. Karenanya,Darren tertarik untuk ngobrol dengan Lidya dan ternyata hal itu membuat Darren semakin dekat dengan Lidya.
__ADS_1
Sangat jarang Darren menemukan lawan bicara yang cocok dengannya, wawasan Lidya dan bahkan ide-ide menarik dari Lidya,tentu membuat Darren tertarik padanya. Bahkan Darren pernah mengajak Lidya untuk bekerja dengannya, namun Lidya menolaknya dengan halus,Lidya lebih memilih bekerja di bidang perhotelan walaupun Darren menawarkan gaji yang lebih besar dari Elena.