
Freya memilih salmon steak dan segelas wine untuk makan malamnya, sejak siang dia belum sempat mengisi perutnya yang kosong karena jadwalnya yang padat, ditambah saat Luckas mengajaknya bertemu di restoran. Freya memutuskan untuk menikmati 'dinner romantis' bersama Luckas. Apalagi saat Freya menyadari jika Luckas sengaja membooking seluruh restoran hanya untuk mereka berdua saja,Freya semakin yakin Luckas sengaja ingin memberi kejutan padanya.
Freya menyilangkan kakinya yang mulus "jadi.. sepertinya kita bukan hanya sekedar makam malam,bukan?" sahut Freya sambil tersenyum.
Luckas menatap Freya dengan tatapan dingin "tentang pertunangan kit-"
"aku..sudah mengetahui soal itu dan aku ataupun keluargaku tidak meminta apapun..jangan khawatir, Luckas.. kita dapat merayakan dengan sederhana ataupun mewah. Aku menurut pada keputusanmu.." sahut Freya dengan lemah lembut 'tentu..jika bisa..aku menginginkan pesta yang sangat mewah' lanjut Freya dalam hati.
Luckas menaikan sebelah alisnya tanpa dia sadari "ma..maaf..maksud kamu?"
Freya menggenggam tangan kanan Luckas yang berada diatas meja "kami mengikuti keputusan keluarga Ryans,Luckas.. aku sudah cukup senang dapat bertunangan denganmu. Jadi,aku tidak akan meminta lebih"
__ADS_1
Luckas menarik tangannya dengan cepat, dia menghela nafas..sekarang dia tau jika Freya sama sekali tidak menolak tentang pertunangan mereka "sepertinya anda salah paham,Miss Green.."
Senyuman di wajah Freya menghilang saat mendengar ucapan Luckas "maksudmu?"
"aku mengajak anda bertemu disini karena ingin menolak pertunangan ini dan aku ingin meminta anda untuk membantuku menolak ide bodoh ini" sahut Luckas.
Mata Freya membesar seketika,tubuhnya mulai gemetar mencoba menahan rasa malu yang perlahan menyelimuti dirinya. Dia tidak menyangka akan dipermalukan seperti ini! "Mengapa saya harus membantumu?!" sahut Freya dengan dingin.
"dari keluarga mana wanita beruntung itu?!!" Freya mulai merasakan iri pada wanita yang belum dia temui itu, dia tidak menyangka dia bisa kalah dari wanita itu.
Luckas menyeruput kopinya perlahan "sepertinya tidak penting bagiku untuk memberitahukan anda tentang wanita itu. Hanya saja.." Luckas meletakan cangkirnya perlahan diatas meja "Miss Green..aku tahu kamu hanya menuruti perintah keluarga anda, tapi..kejarlah kebahagiaan anda sendiri tanpa harus menjadi boneka keluargamu" Luckas bangkit berdiri "dengan ini aku mewakili keluarga Ryans meminta maaf pada anda dan juga keluarga Green.. dan aku akan menghubungi langsung dengan keluarga anda mengenai pembatalan pertunangan ini!! Selamat malam,Miss Green.. silakan menikmati makanan anda,semua telah saya bayar.. Selamat malam!" sahut Luckas sambil berjalan pergi meninggalkan Freya dalam kesendirian.
__ADS_1
Kedua tangan Freya gemetaran, belum pernah sekalipun dia dipermalukan seperti ini. Bahkan perutnya yang lapar tidak lagi meronta meminta diisi, rasa malu dan marah telah mengisi rasa laparnya, Freya menghempaskan semua barang yang ada diatas mejanya, piring-piring,gelas bahkan vas bunga mini yang menghiasai meja mereka hancur berkeping-keping. Freya menjerit sekencang-kencangnya membuat seluruh karyawan dan manager di restoran itu terkejut,namun mereka tidak berani mendekati Freya hanya sanggup meliriknya dari kejauhan. Freya mengambil tas Guccinya dan berjalan menuju pintu keluar dengan tubuh yang masih gemetaran. Freya menatap manager restoran itu "silakan hitung kerugian yang saya buat dan carilah Luckas Ryans. Beritahu dia apa yang telah kamu lihat!!!".
Freya berjalan keluar dan masuk kedalam mobil yang telah ditunggu oleh managernya. Melihat wajah Freya yang bagaikan harimau kelaparan,managernya tahu jika pembicaraan nona muda itu tidaklah berjalan baik dan suasana hati Freya yang buruk akan berimbas padanya juga. Diam-diam dia menghela nafas sambil menjalankan mobilnya.
'Luckas Ryans!!! Tidak semudah itu kamu menyingkirkanku. Lihat saja!! siapapun wanita itu,akan ku hancurkan dia!!! Tidak akan ada happy ending dalam hubungan kalian!! Kamu.. hanya milikku seorang!!!'
"cari tahu mengenai wanita yang tengah dekat dengan Luckas Ryans!!!" bentak Freya.
"Ba..baik!"
__ADS_1