
Vanya menatap Chandra dengan kebingungan, sedangkan Chandra tersenyum penuh kemenangan.
"Aku tidak menyangka kamu bernama Vanya,Miss Rose" celetuk Chandra sambil mendekati Vanya yang masih belum bisa meredakan rasa terkejutnya.
"Ba..bagaimana kamu tahu nama itu?" tanya Vanya.
Chandra mengangkat kedua bahunya, "mengapa aku tidak tahu? Nama yang bagus..mengapa kamu memilih dipanggil Rose?"
Vanya berbalik menatap mejanya tertata rapi, dan hanya membisu tanpa menjawab Chandra. Chandra berjalan dan menarik salah satu kursi yang ada lalu duduk berhadapan dengan Vanya.
"Orang yang biasanya merahasiakan namanya, memiliki dua alasan.." lanjut Chandra sambil menatap Vanya dengan lekat, "orang yang memiliki catatan kriminal.." Vanya menatap Chandra dengan tajam, "..atau, orang yang tengah bersembunyi atau melarikan diri", Chandra membalas tatapan Vanya, dia tidak memperdulikan tatapan tajam dari kedua mata Vanya yang seakan menusuk dirinya, " jadi.. anda termasuk yang mana,Miss Rose?"
Dengan kesal,Vanya berdiri dari tempat duduknya, "tidak diantara keduanya,sir!!. Dan satu hal yang harus anda ingat!. Aku tidak merahasiakan namaku!. Aku hanya lebih terbiasa orang memanggilku Rose daripada nama depanku!.. Jadi, anda tidak perlu bersusah payah untuk memikirkan alasan yang tidak logis atas hal yang tidak penting!" tukas Vanya dingin.
Chandra terkekeh, "baiklah,Vanya.. tidak perlu begitu kes--"
"Rose!!! Panggil aku Rose!!" tukas Vanya.
"Baik..baik!!" jawab Chandra, sejak awal dia selalu merasa Vanya membangun tembok diantaranya dan Vanya.. "Aku tidak akan memanggilmu dengan nama Vanya lagi.. Aku berjanji..ok?" lanjut Chandra.
Vanya menghela nafas pelan, "terserah! Lebih baik aku mengurus pekerjaanku daripada bertengkar denganmu disini!" lanjut Vanya.
"Tapi.. sangat disayangkan.." sahut Chandra yang membuat Vanya kembali berbalik menatapnya, "anda diperintahkan untuk tidak bekerja hari ini".
"Apa maksudmu?!" sahut Vanya dengan wajah yang kebingungan.
"Sir Louis memerintahkanku untuk memberitahu anda supaya tidak bekerja hari ini.. dan dia mengatakan jika ini adalah perintah.. jadi, tidak ada kata tidak untuk itu.." sahut Chandra.
"Hah?!"
"Dan tidak ada alasan atas perintah itu.. jadi,saya sarankan supaya anda menuruti perintah dari atasan kita saja,Miss Rose" lanjut Chandra sambil berjalan keluar, meninggalkan Vanya yang masih kebingungan.
Tidak lama,Chandra mendengar suara derap kaki yang tidak jauh dari belakangnya. Saat dia berbalik, dia melihat sosok Vanya yang berjalan mengikutinya.
__ADS_1
"Anda ingin kemana,Miss Rose?" tanya Chandra.
"Mencari atasanmu!"
Melihat wajah Vanya yang terlihat kesal, Chandra bergegas menarik tangan Vanya, "aku menyarankan anda untuk mengurungkan niat anda,Miss Rose"
Vanya menepis tangan Chandra, "jangan menyentuhku!".
Chandra mengangkat kedua tangannya, "ok..fine!! Tapi.. dengarkan saranku untuk apa yang baru saja aku katakan!"
"Setidaknya aku harus tahu alasan mengapa aku harus libur hari ini.. Bukankah wajar jika aku ingin tahu alasannya?!" tukas Vanya kesal. Ucapan Chandra di ruangannya tadi telah membuatnya merasa kesal,dan sekarang dia diminta untuk libur tanpa alasan yang jelas, membuatnya semakin murka.
Chandra terdiam lalu menghela nafas, "Baik.. aku akan menanyakan sir Louis.. Bagaimana jika anda menunggu di ruangan anda saja? Aku yakin sir Louis memiliki alasan tersendirinya atas perintahnya itu.."
"A--"
"Vanya?!" Suara yang tidak asing membuat Vanya dan Chandra berbalik menatap ke arah sumber suara. Dan sontak membuat wajah Vanya berubah pucat.
Ruby melepaskan kacamata coklatnya yang membingkai manis di wajah mungilnya, dia terlihat begitu profesional dengan balutan blouse coklat muda dengan variasi ikatan pita besar. Tidak bisa dipungkiri,Vanya sedikit memuji kecantikan Ruby dalam hatinya. Sedangkan Peter, sesaat setelah Ruby menyebut nama yang tidak asing di telinganya.. membuatnya sontak berbalik dan melepaskan kacamata hitamnya juga.
"Vanya?" sahut Peter dengan wajah yang terlihat begitu bahagia,seakan seperti baru saja menemukan mainannya yang telah lama hilang.
Refleks kedua kaki Vanya melangkah mundur, hingga tubuhnya menabrak tubuh bidang Chandra. Chandra melihat Vanya yang pucat dan menatapnya seakan meminta pertolongan padanya. Chandra bergegas melangkah ke depan dan menarik Vanya bersembunyi di belakang tubuhnya.
Ruby tertawa sinis saat melihat Vanya yang meringkuk di belakang Chandra, "mengapa kamu tidak menyapa kawan lamamu,Vanya???" sahut Ruby dengan nada mengejek.
Peter berjalan mendekati Vanya yang semakin membenamkan dirinya di balik tubuh Chandra, "You really hiding well,Vanya (kamu sungguh bersembunyi dengan baik,Vanya). Aku sungguh tidak menyangka kamu akan bersembunyi di sini.." sahut Peter sambil tertawa.
Chandra menahan Peter saat menyadari Peter semakin mendekati Vanya. Peter merasa kesal,menatap Chandra dengan marah, "Siapa kamu?!" tukas Peter.
__ADS_1
curcol author :
"Hai everybody❤️
akhirnya.. aku balik juga😅
Awalnya aku berniat untuk istirahat selama sebulan,sambil nunggu anggotaku balik.. tapi, nunggu-nunggu.. ternyata dia tdk balik😑
Dan selama itu juga, jualanku sdg rame-ramenya🙂.
Akhirnya selama hiatus,aku bener-bener tidak ada waktu utk istirahat...
dan waktu berlalu sungguh cepat, sekejap saja.. ternyata udah dua bulan aku hiatus.. huhuhu..
sempat ga berani buka app noveltoon.. takut di demo readers🤣
But.. Here I am..❤️ back for you,guys🥰
thank you karena uda selalu mendukung,menanti,dan mencintai karyaku😘"
__ADS_1