
Just at the thought of you, my body shakes
i can't forgive you - from now on -
It's war, you coward - just watch
you made her cry again
you coward, you, who messed with my love
it's war
•MBLAQ- 전쟁이야•
#########
Kedatangan Dora membuat Lidya kembali terpaksa melanjutkan 'sandiwara'nya kembali. Tidak bisa dipungkiri jika aura dari Dora sungguh mendominasi seluruh ruangan dan isinya,termasuk Lidya. Sekujur tubuhnya serasa ditusuk jarum-jarum tak kasat mata.
Luckas memandang ibunya seakan meminta penjelasan mengenai kedatangan ayah dan juga...neneknya.
"Mom menceritakan mengenai kejadian yang kalian alami..dan.." Martha memandang suaminya "Mereka juga cemas akan keadaan Lid-" jelas Martha.
__ADS_1
"Siapa yang mencemaskan siapa??!!" bentak Dora dengan suara meninggi. Jantung Lidya berdebar kencang karena terkejut akan suara Dora yang tiba-tiba keluar. Pertanyaan dari Dora yang memotong perkataan Martha,sukses membuat suasana hangat menjadi sedingin kutub utara.
Dora berjalan perlahan menuju sofa yang ada diruangan VIP itu, dia duduk dan pandangannya menghadap Lidya "aku mendengar kabar jika dia hamil??" tanyanya.
Sebuah senyuman menghiasi wajah Luckas, Dia berpikir jika mungkin dengan kehamilan Lidya maka Dora akan membukakan diri dan akan menerima Lidya "Benar,grandma.. aku juga baru mengetahui hal ini dan sepertinya Lidya belum mengetahuinya. Saat dia sadar,aku akan segera memberitahunya dan akan segera meni-"
Dora tersenyum sinis, membuat Luckas menghentikan ucapannya yang belum selesai "kamu..yakin??"
"apa maksud,grandma?"
"kamu yakin jika anak yang didalam kandungannya adalah anakmu??" tanya Dora.
Perkataan Dora seakan seperti sebuah tamparan di wajah Luckas. Rasa antusias Luckas berubah menjadi amarah. Dia tidak menyangka Dora akan berkata seperti itu!
Dora memalingkan wajahnya menatap jendela yang tidak jauh darinya "Disaat keluargamu bersikeras tidak mau menerimanya,bukankah satu-satunya cara hanyalah hamil, itu akan menjadi jalan keluar terbaik. Dan tentunya...belum tentu anak itu adalah darah dagingmu!"
Luckas tidak sanggup lagi menahan amarahnya, dia tidak mengerti mengapa Dora begitu membenci Lidya bahkan setelah kejadian ini..Dora bahkan tidak terlihat ingin berterima kasih pada Lidya.
"Ucapan grandma sudah keterlaluan kali ini!! Apa kurangnya Lidya hingga grandma begitu membencinya??!!" ucap Luckas dengan suara mulai meninggi.
Arthur melirik anak laki-lakinya dengan pandangan tajam,kembali memperingatinya untuk menjaga ucapannya pada Dora. Luckas tidak ingin menggubrisnya, Dora telah melewati batas kali ini!.
__ADS_1
Dora bangkit berdiri dari kursinya "tidak ada!! dia tidak kekurangan apapun,Luckas. Aku hanya membencinya!! Aku tidak percaya jika dia tulus mencintaimu!! Dan bahkan aku tidak merasa dia pantas masuk kedalam keluarga kita!"
Luckas tiba-tiba tertawa mendengar perkataan neneknya, tawa yang seakan mengejek "apa hebatnya keluarga Ryans sehingga dia tidak pantas masuk kedalamnya.." sahut Luckas tanpa menghentikan tawanya.
Wajah Martha mulai terlihat pucat melihat Luckas yang mulai hilang kendali. Bukan pembicaraan seperti ini yang di pikirannya saat Dora mengatakan ingin datang kesini, Martha begitu polos mengira jika Dora akan mulai membukakan dirinya sampai berinisiatif ingin datang ke rumah sakit.
"Bukan Lidya yang tidak pantas masuk kedalam keluarga Ryans tapi keluarga Ryans-lah yang tidak pantas bagi Lidya!!" bentak Luckas.
Dora menatap Luckas dengan tatapan dingin, cucu semata wayangnya yang dulu begitu menghormatinya sekarang berubah drastis seperti ini,dan lagi-lagi..Dora menyalahkan Lidya! Dia menyalahkan Lidya atas perubahan sikap Luckas padanya.
"seperti yang pernah aku katakan.. Jika memang harus memilih keluarga Ryans dengan Lidya, tanpa harus berpikir panjang..aku akan memilih Lidya! Kalian dapat mencoret namaku dari keluarga kalian!!" bentak Luckas.
'Plak!'
Sebuah tamparan mendarat di pipi Luckas, tamparan yang begitu menyakitkan sampai di dalam hatinya. Ayahnya yang sejak kecil tidak pernah memukulinya,sekarang mendaratkan tamparan di wajahnya. "Arthur!!! apa yang kamu lakukannn" pekik Martha.
"Dia pantas menerimanya,Martha!!" sahut Arthur "Bagaimana mungkin dia lebih memilih seorang wanita daripada keluarganya bahkan orang tuanya!!" lanjut Arthur,diam-diam dia merasa menyesal karena menampar Luckas.
Mata Luckas memerah menahan emosi, tamparan ayahnya sangat menyakiti hatinya "Ya!! Lidya jauh lebih pantas!!!" bentak Luckas.
"Luckas..tenangin dirimu,nak.." sahut Martha, dia mendekati Arthur dan berbisik "Bukan ini yang kamu janjikan padaku!! Kamu membuatnya menjadi kacau balau!!". Arthur sebelumnya berjanji untuk menjenguk Lidya dan akan membujuk Dora tentang hubungan Luckas dan Lidya sebagai rasa terima kasih karena telah menyelamatkan Luckas. Tapi kenyataannya,dia yang mengacaukan segalanya!
__ADS_1