Hotel Prince

Hotel Prince
Antara kamu dan aku


__ADS_3

"Halo" Luckas menerima telepon dari Dora dengan terpaksa.


"Apakah kamu tahu jika Freya berada di Washington?" ucap Dora dengan nada datar.


"yes"


"Dan tentunya kamu tahu dia menginap di hotel Ryans?"


"yes"


"Dan sepertinya kamu tentu tidak tahu apa yang dilakukan oleh wanita yang kamu puja itu terhadap Freya,bukan??" lanjut Dora dengan suara mulai meninggi.


"Ha? apa maksudmu,grandma?" tanya Luckas yang tidak mengerti maksud Dora.


Terlihat senyuman mengejek menghiasi wajah Dora "sepertinya kamu tidak tahu..Jika dia sudah mengancam Freya atau bahkan mungkin telah menyakiti Freya!!!!" sahut Dora dengan penuh amarah "Bagaimana mungkin kamu bisa begitu menyayanginya padahal ada Freya yang lebih tulus mencintaimu bahkan rela menunggumu berpaling dari wanita murahan itu!!" pekik Dora.


"Dan.. nenek percaya begitu saja semua perkataan Freya??" ucap Luckas datar. Dia mencoba menahan emosi karena sedang berbicara dengan Dora,orang tertua di keluarga Ryans. Setidaknya rasa hormat pada Dora-lah yang menahannya tidak meninggikan suaranya. Hinaan 'perempuan murahan' dari mulut Dora telah membuat hatinya terasa panas dan juga sakit, perempuan yang dicintainya telah dihina seperti itu. Jika saja yang menghinanya sekarang bukanlah Dora,maka Luckas tidak akan segan-segan menghancurkan orang itu.


Dora tertawa sinis "jadi kamu menginginkanku tidak mempercayai ucapan Freya dan malah seharusnya mendengar dan mempercayai ucapan dari wanita itu??" Dora tertawa "Luckas.. Luckas..kamu cucuku tapi mengapa kamu begitu bodoh dalam memilih pasangan?? Kamu pikir..jika saja kamu bukan keluarga Ryans,wanita itu masih mau menempel padamu??!! Wanita seperti dia,hanya melihat kekayaanmu!!!" bentak Dora.

__ADS_1


Luckas mencengkram handphone yang ada ditelinganya dengan kuat, emosi telah memuncak dalam dirinya "Baiklah!! mari kita buktikan!! aku akan dengan senang hati keluar dari tittle 'Ryans' dan kita lihat apakah Lidya atau Freya yang melihat status sosialku??!!" lugas Luckas "dan satu hal lagi!! Lidya bukan 'perempuan murahan'!! dia adalah satu-satunya wanita yang kucintai!! Jadi saya harap anda tidak menggunakan kata 'perempuan murahan' padanya lagi!!" sahut Luckas dengan suara meninggi dan juga..tegas, kesabarannya telah diambang batas!. Luckas menutup teleponnya begitu saja.


Seluruh tubuh Lidya bergetar saat mendengar kata 'perempuan murahan' dari percakapan Luckas, sejak tadi Lidya telah berada di belakang Luckas saat menerima telepon dari Dora. Luckas berbalik, sosok Lidya yang tengah menatapnya membuatnya terkejut.. dia tidak menyangka jika Lidya berada di belakangnya sejak tadi. Dengan cepat Luckas memeluk tubuh Lidya yang bergetar, hati Lidya sangat sakit mengetahui Dora memanggilnya seperti itu. Air mata sejak tadi hampir menerobos tembok pertahanannya. "lupakan apa yang kamu dengar" bisik Luckas.


Lidya membisu, bagaimana mungkin dia dapat melupakan perkataan itu. Dia mulai merasa perkataan Dora dan Freya benar adanya,karena dia telah memberikan dirinya dan mahkota kehormatannya pada Luckas.


"Di..dia benar.." isak Lidya "aku hanyalah perempuan murahan"


Luckas terkejut dan melepaskan pelukannya,menatap Lidya "tidak..tidak..tidak,Lidya!! Mengapa kamu berkata seperti itu?? tidak Lidya. Kamu sangat berharga bagiku!!" ucap Luckas dengan panik sambil menghapus air mata Lidya yang terus mengalir. Diam-diam dia merasa bersalah,dialah yang pertama kali merenggut mahkota Lidya "Menikahlah denganku,Lidya..akan ku buktikan pada mereka kamulah satu-satunya bagiku dan aku tidak memerlukan mereka".


"Kita sudah membicarakan ini sebelumnya,Luckas" jawab Lidya sambil terisak.


Lidya terdiam, perlahan dia mengangguk.


"tidak usah pedulikan apa yang mereka katakan, Lidya. Yang terpenting hanya antara kamu dan aku" ucap Luckas sambil memeluk Lidya "kamu segalanya bagiku" bisiknya.


"maafkan aku,Luckas" lirih Lidya.


Luckas menggeleng dan mengelus kepala Lidya. Tiba-tiba dia teringat akan pesan Martha padanya "Lidya.."

__ADS_1


Lidya menatap mata Luckas "ibuku sedang berada di Washington.."


"oh ya?"


"dan dia ingin menemuimu besok"


Lidya membisu. Luckas tertawa,dia tahu apa yang tengah dipikirkan Lidya "tidak usah takut,sayang.. ibuku berbeda dengan ayah dan nenekku"


"mengapa tiba-tiba ingin menemuiku,Luckas?" sejak pertemuannya pertama kali dengan Martha,Lidya tahu Martha sangatlah ramah dan baik. Tapi,pertemuan tiba-tiba seperti ini tentu membuatnya cukup terkejut.


"dia ingin 'berkencan' denganmu" bisik Luckas "dan.. syukurlah dia adalah ibuku. Jika orang lain mungkin aku akan menghancurkannya terlebih dahulu"


Mendengar perkataan Luckas akhirnya membuat Lidya tertawa "tapi..aku tidak memiliki pakaian yang pantas untuk menemui i-"


"Lidya..ibuku hanyalah orang biasa,bukan ratu. Aku yakin dia ingin mengenalmu bukan menilaimu.."



__ADS_1


curcol author : berikutnya mungkin akan sedikit telat update dikarenakan sekarang author makin sibuk,jd sulit menyisakan waktu buat nulis.. T.T tetap dukung "Hotel Prince" ya guys❤️


__ADS_2