Hotel Prince

Hotel Prince
Trap


__ADS_3

Bella memijit kepalanya yang mulai berdenyut, permintaan Freya cukup membuat kepalanya pening "Freya..bukannya aku ingin ikut campur..lebih baik urungkan saja. Berita pertunanganmu kemarin saja telah berpengaruh dalam karirmu". Berita pertunangan kemarin membuat haters Freya semakin bertambah,diantaranya para wanita yang iri sehingga membenci Freya dan beberapa diantaranya penggemarnya sendiri. Tidak bisa dipungkiri jika saat seorang selebriti atau idola yang terkenal,tiba-tiba ketahuan memiliki hubungan dengan seorang pria..memungkinkan sebagian kecil para fans akan meninggalkan mereka,terutama fans dari golongan kaum adam. Bagi para fans,idola mereka adalah milik mereka dan fans harus menjadi nomor satu bagi mereka. Tapi,saat idola mereka memiliki hubungan dengan lawan jenis..mereka akan merasa dikhianati. Seperti halnya yang terjadi pada Freya, fans nya yang sebagian besar berasal dari kaum adam,berita pertunangan seperti kemarin telah membuat mereka kecewa dan jika ditambah dengan berita pernikahan seperti yang direncanakan Freya..maka, akan semakin bertambah fans yang mendukung Freya.


"Itu bukan urusanmu!!! Kamu hanya cukup melakukan apa yang kuperintahkan,Belly!!!" Bentak Freya sambil memutuskan teleponnya. Freya selalu memanggil Bella dengan sebutan 'Belly', dia selalu mengejek Bella yang memiliki porsi tubuh yang sedikit berisi terutama bagian perut.


Bella hanya bisa geleng-geleng kepalanya sendiri,jika saja bukan karena dia harus menghidupi ketiga adik-adiknya yang masih bersekolah..dia tidak akan mau bekerja dengan Freya. Tapi hanya bekerja dengan Freya,dia bisa mendapatkan gaji besar tanpa memandang pendidikannya yang tidak tinggi. Bella hanya cukup menahan semua perlakuan dan penghinaan dari Freya,seakan itu telah menjadi makanannya sehari-hari.


##########


Keesokan pagi harinya,

__ADS_1


Lobi dan halaman hotel Ryans telah dipenuhi oleh awak media yang menunggu sosok Freya, layaknya seperti ikan hiu yang berlomba menghampiri saat mencium bau setetes darah. Selang beberapa lama,akhirnya sosok yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang. Kehadiran Freya langsung diserbu oleh para wartawan-wartawan tersebut. Serbuan berjibun pertanyaan keluar dari mulut-mulut mereka. Lidya yang bertanggung jawab akan Freya,terlihat berada tepat di belakang Freya. Di dalam hatinya sedikit merasa lega karena tidak akan bertemu lagi dengan Freya,tanpa dia ketahui jika dia tengah berada dalam jebakan Freya.


"apakah benar jika anda akan menikah dengan Luckas Ryans?" tanya salah satu wartawan berbaju coklat.


"apa saja rencana tentang pernikahan anda?" timpa wartawan lainnya.


"apakah anda tengah hamil,Miss Green?" lanjut wartawan lainnya.


Freya berhenti tepat di tangga halaman hotel Ryans dan melepaskan kacamata hitam D*or-nya dengan gemulai. Aura feminim lemah lembut memancar keluar saat dia berada di depan umum,terutama saat seperti ini,dia harus menjaga image akan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Jangan membuat berita gosip yang tidak benar dong" sahut Freya dengan nada bercanda "aku hanya menghabiskan liburan pendekku di Washington dan tentunya aku memilih hotel Ryans" senyum Freya menatap semua kamera yang tidak berhenti mengeluarkan lampu kilat yang mungkin menyilaukan mata bagi orang lain "untuk masalah pernikahan, aku no comment ya"


Freya melanjutkan langkah kakinya perlahan menuruni tangga, dan tentunya diikuti para wartawan yang tidak puas akan jawaban dari Freya. Bella mencoba menghadang para wartawan tersebut tapi sia-sia, jumlah para wartawan tersebut tidak sanggup dihadang oleh Bella seorang. Lidya yang berada di belakang Freya,mau tidak mau juga ikut didorong oleh para wartawan yang ingin mendekatkan diri pada Freya menuntut jawaban. Lidya terpisah dengan Freya karena dorongan para wartawan itu.


Saat Freya melangkah turun dari tangga, Freya terjatuh karena dorongan dari belakang. Sontak membuat para wartawan semuanya menjauhi Freya secara refleks, meninggalkan Lidya yang masih terbengong melihat Freya yang tersungkur dilantai, Freya meringis kesakitan sambil memegang pergelangan kakinya. Bella dengan cepat membantu Freya berdiri.


"Siapa yang mendorong Freya??!!" bentak Bella sambil menatap sekelilingnya, para wartawan itu pura-pura mengalihkan pandangan mereka. Ada yang berpura-pura menatap kamera mereka, dan ada yang berpura-pura mencatat sesuatu di memo mereka. Siapa yang mau disalahkan disaat ada kejadian seperti ini. Dengan bantuan Bella,Freya berjalan dengan langkah tertatih-tatih. Diam-diam para wartawan mulai kembali merekam dan memotret, bagi mereka.. mungkin saja hasil foto dan rekaman mereka bisa menjadi 'santapan' bahan berita mereka.


Freya menatap Lidya dengan wajah yang sangat sendu dan mata yang mulai memerah "Kenapa.." isak Freya "Kenapa kamu mendorongku,Lidya?"

__ADS_1



__ADS_2