
Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die
•BRKN RBTZ•
"Apa yang kamu lakukan disini?!!" bentak Louis yang seketika membuat Lidya dan Luckas tersentak dan refleks menjauh satu sama lain.
Belinda juga tidak kalah terkejutnya,begitu juga dengan Ronald yang baru saja turun dari lantai atas.
"Siapa yang kamu bentak?" tanya Ronald mendekati Louis dan mengikuti Louis menatap kearah Lidya dan Luckas yang seperti ketahuan berpacaran diam-diam.
Luckas bergegas bangkit berdiri dan menyapa Ronald "Selamat pagi,sir.. maafkan saya mengganggu pagi-pagi ini.."
Ronald masih menatap Luckas dengan tatapan selidik. "siapa kamu?"
Lidya menatap Ronald "Dad,dia--"
"dia adalah lelaki brengsek yang menyakiti anak perempuanmu dan dia juga adalah ayah dari cucumu!!" tukas Louis yang langsung memotong perkataan kakaknya.
__ADS_1
"Louis!!" seketika Lidya membentak adiknya itu.
Belinda masuk dan menyodorkan segelas susu hangat untuk Luckas.
"Mom?? mengapa kamu memberinya minuman? Kamu seharusnya mengusirnya" sahut Louis.
Belinda menatap tajam pada anak laki-lakinya "mom tidak pernah mengajarkanmu untuk mengusir tamu..apalagi tamu yang baru saja hampir celaka"
"celaka? apa maksud mom?"
"selamat pagi,sir..madam. Aku sungguh menyesal datang kesini dengan kondisi seperti ini" sahut Luckas "dan terima kasih telah menolongku,madam.." lanjut Luckas sambil menatap Belinda, dan dia menatap Lidya "tapi..aku kesini sekaligus ingin meminta restu kepada anda berdua, saya ingin menikahi Lidya" sahut Luckas dengan tegas dan serius.
Louis menatap Luckas dengan tajam "omong kosong!",Louis menatap Lidya "kamu lupa alasanmu berada disini?? Dan sekarang kamu memaafkannya?"
"diam,Louis!" bentak Ronald. Seketika Louis mengunci mulutnya. Ronald menatap Luckas dan Lidya "kita bicara di kamarku!"
Luckas menggenggam tangan Lidya begitu kuat,walau Lidya mencoba melepaskan tangannya karena sedang berada dihadapan kedua orang tuanya namun Luckas menahannya,dia tidak mengizinkan tangan Lidya lepas darinya lagi.
__ADS_1
Belinda tersenyum melihat kelakuan sejoli ini,berbeda dengan Ronald yang tidak menggubris hal tersebut. Ronald menatap Luckas dengan tajam dan berdeham.
"Apakah benar yang dikatakan Louis tadi? jika kamu adalah ayah dari Ayles?" tanya Ronald dengan tegas.
Luckas seakan tidak terganggu dengan tatapan tajam Ronald,dia membalas menatap Ronald dan Belinda dengan serius "benar sekali,sir..tapi bagian 'lelaki brengsek' yang disebutkannya adalah tidak benar"
Raut wajah Ronald berubah "tiga tahun yang lalu..apa yang kamu lakukan pada anak perempuanku?!!" pekik Ronald "tidak sedetikpun kamu menemaninya bahkan saat dia melahirkan anakmu!"
"Dad,itu--"
"Diam Lidya!! Aku ingin mendengar penjelasan darinya!" bentak Ronald yang tidak tahu jelas kejadian sebenarnya saat tiga tahun yang lalu. Dia tidak berani mengungkit hal itu pada anak perempuannya karena takut akan menyakiti perasaan anaknya.
"anda salah paham,sir.. aku tidak meninggalkannya.. tapi,Lidya lah yang meninggalkanku tiba-tiba. Aku bahkan hampir gila karena mencarinya kemana-mana..dan tiga tahun setelahnya,aku baru menemukannya!"
Ronald menatap Lidya yang menundukkan kepalanya,Belinda yang pernah mendengar sekilas cerita singkat dari Lidya..perlahan mengelus pundak suaminya,seakan menyuruhnya tidak terlalu keras kepada pasangan yang didepan mereka.
"jadi..apa yang di maksud Louis soal kamu menyakiti Lidya?" tanya Ronald kembali dengan suara yang mulai melunak.
"hal itu.. kami ada sedikit berselisih paham,sir.. dan Lidya sangat marah padaku,dan tanpa memberitahuku,dia pulang ke sini.. Aku berulang kali mencoba menghubunginya namun tidak bisa"
Lidya menatap Luckas dengan bingung "aku tidak mematikan ponselku.."
"tapi aku tidak bisa meneleponmu bahkan mengirim pesan padamu.." bisik Luckas.
Louis terkekeh dari balik pintu,Belinda mendekati pintu dan membukanya tiba-tiba,membuat Louis mematung seketika "mengapa kamu tertawa?" tanya Belinda.
"ti..tidak,mom.." sahutnya sambil mencoba pergi dari sana. Belinda merasa ada yang aneh dengan sikap Louis,segera menarik telinga anaknya dan menariknya masuk ke dalam kamar.
"aduh,mom..sakit.." pekik Louis yang kesakitan "iya...iya..itu kerjaanku..diam-diam aku memblokir nomor Luckas di ponsel Lidya"
Seketika Louis mendapat tatapan tajam dari semua orang yang ada di ruangan tersebut,terutama dari Lidya dan Louis.
"jangan salahkan aku,Luckas. Aku terlalu marah padamu saat itu dan aku sengaja membalasmu dengan cara seperti itu" sahut Louis dengan perlahan.
"dan juga dengan cara menyuruh Elena membohongiku soal kalian yang telah pindah dan Lidya yang berhenti kerja?" lanjut Luckas.
Louis terkejut menatap Luckas yang telah menangkap basah dirinya "sialan kau,Elena" gerutu Louis dalam hati.
__ADS_1