
Perusahaan Lee's Ship New York,
Simon Lee memanggil Ruby ke kantornya, dan dia juga melakukan panggilan video pada Peter yang berada di Beijing.
"Jadi,alasan papa memanggil kalian karena.. papa ingin membicarakan tentang hotel Ryans.." sahut Simon.
"Hotel Ryans?" Bagi Peter yang berada di Beijing,nama tersebut terdengar asing di telinganya.
"Apakah kamu lupa hotel terkenal di New York,Peter?" tanya Simon.
"Tentu saja!. Masuk ke kantor polisi membuatnya kehilangan akal sehatnya!" tukas Ruby. Sejak pertemuan terakhirnya dengan Peter,keduanya terlihat semakin jauh satu sama lain dan semakin sering bertengkar.
"Kamu diam juga tidak ada yang mengatakan kamu bisu!" balas Peter kesal.
Simon hanya bisa menggelengkan kepalanya, "sebenarnya apa yang terjadi di antara kalian berdua?. Kalian yang biasanya sangat jarang bertengkar,sekarang bagaikan kucing dengan tikus" tanya Simon keheranan, "dan Peter,kamu sungguh-sungguh tidak ada masalah apapun disana?" tanya Simon, dari penjelasan Peter dan pengacara putranya, Simon hanya tahu jika apa yang terjadi pada Peter hanyalah sekedar kesalahpahaman.
"Tentu saja,papa!" jawab Peter tegas, sedangkan Ruby hanya mencibirnya diam-diam.
"Ya sudah.. sekarang kita kembali bicarakan tentang ini. Hotel Ryans di kabarkan tengah mencari ekspedisi pelayaran untuk mengangkut barang seperti furniture untuk hotel baru mereka di Bali" lanjut Simon.
"Bali?"
__ADS_1
"Bali..di Indonesia" jelas Simon.
"Jadi..apa hubungannya dengan kita?" tanya Ruby.
Suara tawa Peter langsung terdengar, dia menertawakan adiknya, "bodoh! tentu saja!! itu berarti mereka membutuhkan jumlah banyak!"
Simon menggeleng-gelengkan kepalanya, "seperti yang kalian tahu, beberapa bulan ini.. bisnis kita sedikit lesu, jadi jika kita berhasil mendapatkan proyek ini.. maka itu akan sangat membantu kita"
"Tapi...bukankah kita pasti akan menjadi pilihan yang sempurna untuk mereka? Dari berkas keterangan ini,mereka membutuhkan pelayaran dari China juga" tanya Ruby.
"Benar.. Namun.. kalian harus ingat, Perusahaan Ever Ship baru saja membuka cabang mereka di China juga dan tentunya mereka juga mengincar kesempatan emas ini juga" jelas Simon.
Peter dan Ruby terdiam.
"Kami?" tanya Ruby secara refleks.
"Dari informasi yang papa terima,pihak Ever Ship sendiri telah melakukan janji temu pada pihak manajer hotel Ryans di Bali untuk meyakinkan mereka. Papa sangat berharap kalian dapat mewakili Lee's Ship" jelas Simon.
"Jika begitu, maka ge ge (abang) merupakan pilihan yang tepat" elak Ruby.
"A..aku masih ada hal penting yang harus ku urus di sini!" tukas Peter, "Bukankah Ruby lebih tepat untuk hal ini,papa? Sudah waktunya dia terjun ke lapangan! Dia bukan lagi anak kecil yang setiap saat harus bersembunyi di bawah payung kita lagi" tukas Peter yang langsung mendapat tatapan tajam dari adiknya.
__ADS_1
"Papa setuju dengan Peter! Ruby..pergilah!" sahut Simon.
Kedua bola mata Ruby seakan mencuat keluar, "What?!!Tidak, papa!! A..aku tidak percaya diri!! Bagaimana jika gagal?!" lirih Ruby. Bagaimana pun ini merupakan pertama kalinya bagi Ruby untuk berhadapan dengan klien.
Simon terdiam, perkataan Ruby juga ada benarnya. Simon kembali melirik putranya yang duduk santai dan menyeruput segelas teh hangat, "Peter!! kamu juga pergi!!"
Bruhh..
Teh yang ada di mulut Peter hampir sepenuhnya keluar dari mulutnya, "Papa!"
"Ini keputusan akhirku!! Jangan membantah!! Biarkan Ruby belajar darimu terlebih dahulu! Dan ingat aku tidak menerima kegagalan" tukas Simon "Aku akan segera menyuruh sekretarisku untuk mengatur pertemuan kalian dengan pihak hotel Ryans dan sekaligus mengurus tiket penerbangan untuk kalian berdua!" sahut Simon sambil mengakhiri panggilan video Peter.
Ruby tersenyum penuh kemenangan, tanpa mengetahui ayahnya tengah meliriknya, "dan begitu juga denganmu Ruby! Jika kalian berdua gagal akan ini.. maka papa akan menghentikan semua fasilitas kartu kreditmu!"
"Papa?!!!" protes Ruby.
"Tidak ada papa lagi,Ruby! Peter benar!! Kamu telah dewasa!! Sudah seharusnya kamu mandiri.. Dan mulai saat ini,papa tidak akan memanjakanmu lagi!" jelas Simon.
Ruby keluar dari ruangan ayahnya dengan wajah penuh kesal, "dasar Peter sialan!" gumamnya dalam hati.
Suasana hati yang kesal membuat Ruby menjadi malas untuk kembali ke ruang kerjanya. Ruby baru saja diangkat menjadi kepala bagian untuk menggantikan Mr.Zhang yang telah naik jabatan. Simon langsung mengangkat Ruby untuk menggantikan Mr.Zhang saat itu juga, dengan harapan jika Ruby akan mampu bekerja dengan baik.
__ADS_1
Ruby langsung mengendarai mobilnya menuju bar langganannya,bar dimana dia berhasil menjebak Louis waktu itu.
~~`