
Selama perjalanan, Luckas mencoba menghubungi Lidya yang tidak kunjung mengangkat teleponnya. Dari Edward,Luckas mendapat informasi jika Lidya sempat dilarikan dirumah sakit karena tidak sadarkan diri tapi tidak lama kemudian Lidya telah dipulangkan karena sudah sadar dan tidak ada yang berbahaya yang mengharuskannya diopname. Mendengar berita itu semakin membuat Luckas gelisah,tapi dia tahu dia harus menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu.. dia harus membersihkan nama baik Lidya dari wanita jahat,Freya Green.
Rencana Freya yang secara tidak langsung mempublikasikan hubungan Luckas dengan Lidya,tentu berdampak buruk bagi Lidya. Sebab Luckas belum mempublikasikan mengenai kejelasan hubungannya dengan Freya. Dan sekarang Freya menarik Lidya masuk kedalamnya,tentu memperkeruh semuanya. Luckas menyuruh Edward membatalkan berita mengenai hubungannya dengan Freya yang direncanakan akan dipublikasikan siang ini. Jika berita itu mencuat di publik, maka akan sangat memperkuat berita mengenai Lidya sebagai perusak hubungan antaranya dengan Freya.
Luckas memijit kepalanya yang berdenyut, Edward menjelaskan semuanya yang dia ketahui. Luckas segera menyuruh Edward untuk meminta staf keamanan mengurus semua rekaman CCTV yang ada merekam kejadian itu. Luckas sendiri yang ingin memeriksa semua rekaman itu.
#######
Di apartemen Lidya,
Sore itu,Lidya yang diperbolehkan pulang dari rumah sakit memilih untuk segera pulang ke apartemennya. Dia merasa lelah untuk kembali masuk kerja, bahkan dia tidak mau membayangkan wajah Rainy yang akan marah keesokan harinya "terserah.. aku ingin beristirahat hari ini.." celetuk Lidya sendiri.
Lidya masuk kedalam kamarnya dan duduk di lantai dekat tempat tidurnya. Handphonenya yang sedari tadi berbunyi,sedikitpun tidak dihiraukannya sejak tadi. Lidya hanya terdiam dengan pandangan kosong,sesekali kedua matanya mengeluarkan air mata. Dia sungguh ingin marah atas apa yang terjadi padanya,tapi kepada siapa dia harus marah. Dia hanya bisa marah pada dirinya sendiri yang begitu bodoh masuk kedalam jebakan Freya.
Tangannya mulai meraba masuk kedalam tasnya,mencari telepon genggamnya yang sejak tadi tidak berhenti berbunyi. Nada dering yang menandakan chatting-an yang masuk sejak tadi,tidaklah menunjukkan tanda-tanda berhenti. Lidya akhirnya memeriksa handphonenya,dan ternyata group chat yang berisi para staf karyawan hotel tengah memanas, membicarakannya tanpa mengingat jika Lidya juga termasuk anggota group yang bisa membaca semua yang mereka bicarakan.
"Hei..benarkah yang diberita? salah satu rekan kerja kita adalah kekasih gelap bos kita?"
"*yang pasti..dia pasti menggoda bos kita!!"
__ADS_1
"aku ingin tahu yang mana wanita tersebut*"
Bahkan salah satu anggota group itu mengirim foto Lidya kedalam group chat.
"*dia tidaklah terlalu cantik,mengapa bos kita bisa tergoda??"
"Wanita tidak hanya mengandalkan wajahnya saja!! mungkin dia telah tidur dengan bos kita"
"aku..satu bagian dengannya. Padahal dia terlihat lugu*.."
Lidya tertawa, tawa yang diiringi erangan tangisan yang berasal dari dalam hatinya. Sekarang dia benar-benar hancur! Baik di lingkungan kerjanya, sosial media.. topik mengenai Lidya,Luckas dan Freya menjadi topik yang memanas. Hal itu memancing semua wartawan lainnya ingin lebih mengorek informasi mengenai hubungan mereka bertiga.
Syukurlah alamat yang ada di profil dirinya saat melamar kerja masih merupakan alamatnya yang lama. Para wartawan berlomba-lomba mencarinya dan bahkan menunggunya di depan kost lamanya.
Saat pintunya terbuka, Pretina langsung memeluk Lidya..berikut dengan Gina. Pretina mengelus dan menepuk lembut punggung Lidya "semua akan baik-baik saja.." bisik Pretina.
"Jangan pedulikan mereka semua..kami akan selalu ada untukmu,Lidya" bisik Gina.
Pelukan hangat dari kedua sahabatnya itu membuat Lidya kembali menangis sambil terisak. Kedua wanita ini begitu menyayanginya,bahkan Gina bukanlah marah dan menyalahkannya karena merahasiakan hubungannya dengan Luckas..malah memeluknya dan menyemangatinya. Lidya terharu dan membalas pelukan kedua sahabatnya dengan erat.
__ADS_1
#########
Disisi lain,
Freya yang berada dalam mobilnya,tertawa terbahak-bahak membaca berita-berita mengenai Lidya sebagai kekasih gelap Luckas "Rasakan kamu,Lidya!!!"
Tangga yang berada di depan hotel tidaklah terlalu tinggi,dia hanya mendramatisir keadaan dengan pura-pura terjatuh bahkan tidak ada yang mendorongnya. Kakinya tidak ada terluka sedikitpun! Bella sempat khawatir akan kaki Freya sebab memikirkan mereka yang harus segera berangkat ke New York. Tapi Freya malah menertawakannya "hey..Belly..aku baik-baik saja..tidak perlu kamu memasang wajah cemas di wajah jelekmu!!"
Bella hanya sanggup mengutuk Freya dalam hati,dia tidak mengerti bagaimana bisa di tubuh mungil gadis itu memiliki hati yang begitu busuk.
curcol author:
T.T terima kasih atas komen-komennya dan juga jempol-jempolnya. Actually, sekarang aku sangat susah untuk menyisihkan waktu untuk menulis. Sebab itu aku sempat mengatakan jika upload-an yang aku janji kan setiap hari mungkin akan sering mengalami keterlambatan yang memungkinkanku untuk upload beberapa hari sekali. Tapi,atas dukungan reader yang membuatku terharu (hiks..lebay mode). Jadi,aku mengusahakan (bener-bener usahakan!!) untuk upload setiap harinya. Dan sekalipun telat,mungkin bisa sekitar dua hari saja (✌️😁).
__ADS_1
Terima kasih readers❤️ mohon dukungannya terusnya 🙏😍