Hotel Prince

Hotel Prince
Drama


__ADS_3

Serangan pertanyaan yang tiba-tiba dari Freya membuat Lidya terkejut hingga kehilangan kata-kata. Lidya didorong oleh para wartawan hingga terpisah dari Freya,membuat dia yakin jika dia tidak mendorong Freya. Tapi,mengapa dia menyalahkan Lidya.


Para wartawan mulai mendapatkan mangsa baru,dengan sigap mereka merekam dan memotret akan kedua sosok wanita itu. Mereka mengabadikan semuanya tanpa ingin kehilangan momen penting untuk bahan mereka.


"apa maksudmu??!! Aku tidak mendorongmu!" sahut Lidya membela dirinya. Tidak terbiasa akan serbuan kamera para wartawan membuat Lidya risih dan wajahnya berubah pucat. Tapi,perubahan wajah pucatnya membuat para wartawan merasa jika Lidya memang mendorong Freya..dan mereka tidak tahu alasan dibalik itu.


Air mata mengalir dari kedua mata Freya,sesekali wajahnya meringis seakan menahan rasa sakit dipergelangan kakinya "mengapa kamu begitu tega,Lidya.. aku..aku hanya menanyakan apa hubunganmu dengan Luckas,tapi kamu malah mencelakaiku. Apakah kamu begitu membenciku?. Aku tahu kamu tidak menerima pertunanganku dengan Luckas,tapi kamu tidak harus mendorongku" lirih Freya parau,suaranya terdengar begitu memilukan.


Pernyataan Freya membuat Freya dan Lidya diserbu oleh para wartawan "apa maksud ucapan anda,Miss Green? ada hubungan apa antara wanita itu dengan Luckas Ryans?".


Disisi lain,Lidya sendiri juga tidak kalah diserbu oleh para wartawan yang ingin mengorek informasi lebih dalam


"benarkah anda memiliki hubungan dengan Luckas Ryans??"

__ADS_1


"apakah anda sengaja mendorong Freya Green?"


"apakah anda pihak ketiga dalam hubungan mereka?"


Beragam pertanyaan dilontarkan para wartawan yang kelaparan itu,bahkan mereka tidak memberi kesempatan bagi Lidya untuk menjawab.


Lidya melangkah mundur, nafasnya tercekat akan serbuan wartawan, dia ingin menjawab semua pertanyaan mereka tapi suaranya seakan hilang ditelan bumi. Dia hanya membisu dan takut, dia tidak terbiasa dengan wartawan.


"Jangan kalian mengganggunya.. Dia tidak bersalah" lirih Freya dengan nada sedih. Para wartawan yang didepan Lidya berbalik mengelilingi Freya.


Freya masih terisak "Lidya adalah pacar Luckas sebelum pertunangan kami,jadi mungkin berita pertunangan kami membuatnya membenciku apalagi pertunangan kami karena dorongan dari pihak keluarga Ryans.. tapi,aku mengerti jika dia membenciku..aku memaafkannya" Freya menatap Lidya dengan wajah sedih "dan..maafkan aku,Lidya.. aku juga tidak bersalah..aku han-" tiba-tiba Freya meringis kesakitan sambil memegang kakinya, dengan sigap Bella menahan wartawan yang semakin mendekat dan memapah Freya masuk kedalam mobil, meninggalkan Lidya sendirian dan kembali diserbu wartawan.


Bertubi-tubi pertanyaan yang kembali diluncurkan pada Lidya tapi tidak satupun masuk dalam telinganya, seketika Lidya merasa pusing dan pandangannya buram. Pernyataan Freya pada wartawan telah sukses membuatnya terlihat seperti seorang wanita penggoda,perusak hubungan orang,wanita yang tidak tahu diri. Freya benar-benar sukses menghancurkannya berkeping-keping!!

__ADS_1


Lidya melangkah mundur,keringat dingin mengalir deras di keningnya, kedua kakinya kehilangan tenaga dan akhirnya dia tidak sadarkan diri. Dengan bantuan petugas sekuriti hotel,Lidya segera dilarikan ke rumah sakit.


##########


Disisi lain, di apartemen Luckas.


Luckas sejak tadi menemani Martha seharian, Luckas tidak pernah keberatan menemani ibunya berbelanja. Sesampai di apartemen Luckas,Martha yang sejak tadi berbicara tentang 'kencan'nya bersama Lidya, matanya berbinar-binar sangat gembira saat menceritakan tentangnya dan Lidya. Martha sangat gembira karena telah merasakan seperti jalan-jalan bersama anak perempuannya sendiri, berbagai hal yang tidak bisa dilakukan dengan anak laki-laki..dia lakukan dengan Lidya. Mulai dari pergi salon bersama,memilih baju bersama dan berbelanja seharian. Luckas duduk manis mendengarkan cerita ibunya yang terlihat begitu antusias seperti anak kecil yang telah menemukan bonekanya yang telah lama hilang.


"Jadi..Lidya menceritakan kejadian lucu saat dia masih kecil,Luckas. Mama tertawa mendengarnya, Lidya anaknya seru banget ya. Mama senang dengannya, tahu begini..lebih baik dulu mama punya anak perempuan lagi" celetuk Martha.


Luckas tertawa mendengar perkataan ibunya,dalam hatinya dia sangat senang karena Martha begitu menyukai Lidya "dia akan menjadi anak perempuanmu,mom..dan tentunya sekaligus menjadi menantumu" senyum Luckas terbingkai di wajah tampannya.


Martha melirik Luckas "berjuanglah,sayang. Mama tidak memaksamu untuk putus dengan Lidya. Dia anak yang baik,Luckas. Tapi..kamu sendiri juga tahu akan sifat ayah, terutama nenekmu. Mama sungguh berharap kamu tidak akan menyakiti Lidya kelak, apalagi kamu juga tersakiti" ucap Martha sambil menepuk lembut tangan kanan Luckas.

__ADS_1


"Itu tidak akan pernah terjadi,mom..aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!" jawab Luckas dengan tegas.



__ADS_2