
But you didn't have to cut me off
Make out like it never happened and that we were nothing
And I don't even need your love
But you treat me like a stranger and that feels so rough
No, you didn't have to stoop so low
•Gotye-Somebody that I used to know•
#######
Eva menarik selimut yang menutupi Freya "mau sampai kapan kamu seperti ini,Freya??!! Kami tidak pernah mengusirmu apalagi membencimu!! Kamu anak mama satu-satunya,bagaimana mungkin mama tega mengusirmu!!"
Frey bangkit dan duduk di tempat tidurnya "ma- maaf ma. Jangan marahin Freya, Freya tidak akan nakal lagi" sahut Freya dengan wajah ketakutan.
Air mata mengalir dari kedua mata Eva, Freya telah berubah begitu hancur 'oh Tuhan,apa yang harus aku lakukan pada Freya' lirih Eva dalam hati. Eva memeluk Freya "tidak perlu minta maaf,sayang..maafkan mama telah membentakmu.. mama ingin kamu bangkit kembali. Yang sudah berlalu,biarkan dia berlalu..yang terpenting sekarang kamu harus bangkit terlebih dahulu" ucap Eva sambil menahan suaranya yang bergetar.
Freya menangis dalam pelukan ibunya "tapi ma.. Bagaimana caranya.. aku kehilangan segalanya termasuk Luckas"
__ADS_1
Eva melepaskan pelukannya dan menatap Freya "banyak pria lain selain dia!! Mengapa harus mengejar dia??!! Banyak yang rela mengantri untukmu,Freya. Mengapa harus mengejar yang bahkan tidak mencintaimu??!!"
Freya kembali terisak mendengar perkataan ibunya
"anak mama begitu cantik. Mama tidak yakin jika kamu tidak bisa menemukan yang lebih baik dari Luckas!!"
Sebuah senyuman kecil menghiasi wajah Freya, diam-diam Eva mulai merasa lega melihat senyuman yang tersungging di wajah anaknya. Memikirkan Luckas membuatnya teringat akan Lidya, wajah Freya berubah. "Aku benci Lidya!!" sahut Freya dengan penuh emosi.
Eva mengelus rambut kusut anaknya "baik!! Bencilah dia semaumu!! biarkan rasa bencimu menjadi penyemangatmu. Pikirkan wajahnya yang akan menertawakanmu saat mengetahui kondisimu yang sekarang".
Freya mengangguk "aku juga membenci Luckas,ma!! karena dia,aku menjadi seperti ini!!".
"bencilah mereka sepuasmu,sayang. Karenanya,kamu harus bangkit!!" ucap Eva.
Eva merinding melihat kondisi Freya,perlahan dia menggenggam tangan Freya "Bagaimana jika kita pergi jalan-jalan,Freya? Bukankah sudah lama kita tidak berbelanja bersama-sama?" pinta Eva.
Freya membisu,hanya memikirkan keluar dan bertemu orang-orang membuatnya trauma. Eva seakan mengerti apa yang ada dipikiran Freya "Jika kamu khawatir, kamu bisa sedikit 'menyamar' seperti biasanya. Lagipula mama bersamamu,tidak mungkin ada yang berani macam-macam denganmu" bujuk Eva, dia ingin Freya sedikit membukakan diri dengan jalan-jalan keluar.
Freya mengangguk pelan,dia ingin mempercayai perkataan ibunya.
########
__ADS_1
Akhirnya ibu dan anak itu memutuskan untuk pergi ke Times Square untuk menghabiskan waktu bersama-sama. Freya memakai topi hitam dan masker untuk menutup wajahnya supaya tidak ada yang mengenalinya.
Sejak tadi Eva menggandeng tangan Freya, perlahan Freya terlihat mulai menikmati waktu bersama ibunya. Sampai akhirnya,Eva tertarik pada toko pakaian ternama favoritnya. Eva adalah salah satu pelanggan VIP mereka,dan dengan mudah para karyawan toko itu langsung mengenali Eva,dan juga Freya. Diam-diam beberapa karyawan toko tersebut berbisik saat melihat Freya,Freya mulai merasa risih dengan hal itu. Ditambah sang ibu terlihat begitu antusias memilih pakaian-pakaian baru hingga meninggalkannya sendirian.
Tidak lama kemudian terlihat segerombolan remaja wanita mendekati Freya,sedari tadi mereka ragu jika wanita yang memakai topi dan masker ini adalah Freya Green tapi saat Freya dan Eva masuk kedalam toko pakaian mahal ini,membuat mereka semakin yakin jika wanita yang mereka ikuti adalah Freya Green. Salah satu remaja itu mendekati Freya dengan malu-malu "maaf..apakah anda Freya Green?" tanyanya dengan hati-hati.
Freya menggeleng dan menjauhi remaja itu, Eva yang masih sibuk memilih pakaian itu tidak menyadari apa yang terjadi pada anak perempuannya.
Remaja-remaja itu menahan langkah kaki Freya dan mencoba mengintip wajah Freya lebih jelas "Benarkan?? anda Freya Green,bukan??!! Ya ampun..aku fans berat anda" sahut salah satu remaja itu dengan antusias.
Mendengar perkataan remaja itu membuat Freya gembira,dia tidak menyangka masih ada fans-nya yang masih setia mendukungnya. Freya membuka masker wajahnya dan tersenyum,sebuah senyum yang penuh percaya diri seperti masa kejayaannya dulu "terima kasih.."
"Ya Tuhan...kamu sungguh Freya Green??" pekik salah satu remaja itu "aku fans berat anda..aku..aku sungguh menyukai anda..apakah boleh aku meminta tanda tangan??" tanyanya.
"tentu..tentu saja!!" jawab Freya yang tidak kalah antusias.
"Tapi..pena dan bukuku tertinggal di mobil" seru remaja itu dengan wajah kecewa "bagaimana jika anda bersama kami ke tempat parkir?? anda bisa menunggu dekat sana saat aku mengambil pena dan buku di mobil" pinta remaja itu.
Freya terdiam membisu.
"aku mohon.." bujuk remaja itu "kami bahkan ingin berfoto bersama denganmu,dan kamera kami juga berada di mobil,jadi kami bisa sekaligus berfoto dan meminta tanda tanganmu" bujuknya kembali diiringi anggukan dari teman-temannya yang lain.
__ADS_1
Freya terdiam dan berpikir sejenak 'bukan saatnya kamu jual mahal seperti dulu disaat seperti ini. Sudah bagus kamu masih memiliki fans-fans seperti mereka dengan kondisimu sekarang ini!!' sahut Freya sendiri dalam hati. Akhirnya Freya menyetujui permintaan mereka.
#########