Hotel Prince

Hotel Prince
Marry You


__ADS_3

It's a beautiful night, we're looking for something dumb to do


Hey baby, I think I wanna marry you


Is it the look in your eyes, or is it this dancing juice


Who cares baby, I think I wanna marry you


•Bruno Mars•



Lidya mencubit pipi kanan adiknya dengan gemas, Ayles tertawa melihat wajah pamannya yang begitu lucu karena cubitan ibunya.


"aduh..lepasin!! aku jelasin" pekik Louis yang kesakitan.



Akhirnya Lidya melepaskan cubitannya,Louis mengelus-elus pipinya yang merah "aku dapat hadiah kemarin..tiket nonton di bioskop"



"trus? kenapa kamu kasih ke aku?"



"filmnya bukan seleraku loh"



Mendengar penjelasan Louis,Lidya melirik judul film di tiket tersebut.


'**Penantian sang kekasih**'



Lidya tertawa terbahak-bahak "jadi..karena itu,kamu memberikannya padaku?"

__ADS_1



"aku tahu itu bukan seleramu juga,tapi setidaknya lebih cocok untukmu,bukan?" sahut Louis. Lidya merupakan pengemar film horror,sedangkan Louis lebih menyukai film bergenre action.



"Baiklah.. selagi adikku yang tampan ini ingin menjaga anakku, maka aku akan bersantai sejenak sendirian" sahut Lidya.



"pergilah..enjoy and treat yourself!!"



Lidya tersenyum "kirim aku pesan jika kamu ingin makan sesuatu.. aku tahu-" Lidya menggoyang-goyangkan tiketnya "-ini tidaklah gratis begitu saja!! Aku akan menaktirmu makan"



Louis tertawa dan mengacungkan ibu jarinya "kamu tahu saja".



"sepertinya belum ada yang masuk.." gumam Lidya sendiri sambil duduk di kursinya yang berada di tengah-tengah, tidak terlalu atas ataupun depan.


"Nice seat..untung saja Louis mendapatkan nomor yang bagus" gumam Lidya lagi.


Waktu yang menunjukkan jam tayang telah dimulai, perlahan lampu bioskop mulai redup. Lidya melirik sekelilingnya,dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya..bioskop itu kosong!! Hanya dia sendiri yang ada di sana.


Lidya memandang sekeliling dengan bingung, sedikit bergidik teringat akan film horror yang pernah dia lihat yang hampir sama dengan suasana yang dia alami sekarang. "sialan kau,Louis.. pantesan mereka kasih jadi hadiah..ternyata filmnya tidak laku. Dan sekarang,hanya aku sendirian disini" makinya dalam hati.


Lidya mulai merasa sedikit lega saat melihat film yang mulai diputar, dia mencoba menenangkan dirinya dengan menikmati film di layar tersebut.


Film tersebut dimulai,terlihat seorang wanita yang tengah tertidur pulas..tiba-tiba terlihat tangan yang mengelus lembut pipi wanita tersebut dan terdengar suara pria tersebut yang berbisik "aku mencintaimu".


Lidya tercengang, dia mengenal suara pria itu dan juga mengenal wanita yang ada dilayar itu. Dia tidak mempercayai apa yang tengah dilihatnya sekarang. Yang ada di layar bioskop ini adalah dirinya dan juga Luckas!!


Setelahnya,berbagai foto saat Lidya bekerja di hotel Ryans, bermunculan satu persatu. Terlihat ada beberapa foto tersebut ada yang difoto diam-diam. Lidya terharu dan tertawa mengenang dirinya saat bekerja di hotel Ryans. Setelahnya fotonya dengan Luckas mulai bermunculan satu persatu, terlihat Luckas sering memotretnya diam-diam. Air mata Lidya mengalir, dari foto-foto tersebut Lidya dapat mengenang dan melihat betapa Luckas mencintainya.

__ADS_1


Setelahnya,layar tiba-tiba berubah hitam membuat bioskop menjadi gelap gulita. Dua menit kemudian,layar kembali menampilkan tulisan yang membuat Lidya semakin larut dalam emosi.


"*Lidya..


aku tahu,aku bukanlah pasangan yang sempurna untukmu..


aku tahu,kamu bisa tetap kuat tanpaku..


aku tahu,mungkin terkadang aku masih menyakitimu.. dan aku tahu,terkadang aku membuatmu menangis..


tapi Lidya,


aku juga tahu, aku yakin dengan pilihanku!!


aku juga tahu, aku tidak bisa hidup tanpamu!!


aku juga tahu, duniaku hanya ada dirimu!!


dan aku juga tahu, aku begitu mencintaimu dan menyanyangimu!!


jadi Lidya*...


WILL YOU MARRY ME?


the mother of Ayles.. and my Mrs.Lidya Ryans"


Lidya menangis haru membaca semua tulisan itu, tidak lama kemudian..terlihat sosok pria dan seorang anak kecil yang memakai jas berwarna hitam dengan dasi kupu-kupu, mereka memakai baju model yang sama.. Lidya tertawa walau air matanya masih mengalir.


Luckas dan Ayles berjalan perlahan menuju tempat Lidya. Ayles memberikan buket bunga mawar merah yang ada di tangannya pada Lidya. Luckas berlutut dan membukakan sebuah kotak kecil yang berisi cincin, sebuah cincin emas putih berbentuk seperti tiara terlihat begitu manis dan indah.


"Lidya..maukah kamu menjadi tuan putri dan sekaligus ratuku?" ucap Luckas.


Ayles menatap Lidya dan Luckas bergantian, dan akhirnya mengikuti Luckas berlutut sambil menatap Lidya dan tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.


Lidya menahan nafasnya,dia benar-benar kehabisan kata-katanya. Semua kejutan ini benar-benar berhasil membuatnya terharu.. dan diam-diam Lidya mengutuk Louis dalam hati karena diam-diam ikut andil dalam kejutan Luckas.


Ayles menarik baju Lidya pelan "Mami..mami mau pom pom pom cama deedi ya?"

__ADS_1



__ADS_2