
I wanna throw my all into your world
Look at me, look at me now
You are burning me up like this
I can't turn it off
•Blackpink•
Kediaman Lidya,
Malam harinya,Louis tidak berhenti tertawa melihat reaksi Luckas yang terbengong saat menatap beberapa kasur yang di gelar di lantai ruang tamu. Setiap malam natal,keluarga Lidya memiliki kebiasaan unik yaitu berkumpul bersama diruang tamu mereka yang mana memiliki perapian..biasanya mereka menikmati malam natal mereka dengan menonton acara natal bersama,bercanda bersama dan menikmati beberapa cemilan ringan.
Walau di rumah Lidya tidak memiliki perapian,tapi tidak mengurungkan niat mereka untuk menjalankan kebiasaan mereka. Tapi,di balik semua itu.. Luckas yang tidak mengerti kebiasaan mereka hanya bisa melongo.
"Kamu bisa tidur di kamarku jika kamu tidak bisa tidur disini.." bisik Lidya.
Luckas menatap Lidya "tidak!! tentu tidak!!"
\*kamu yakin? Jika kamu tidak bisa tidur, jangan malu untuk masuk ke kamarku" sahut Luckas.
Malam harinya,Belinda dan Lidya menyiapkan beberapa cemilan untuk menemani mereka. Semua bersepakat untuk memutar film Home Alone malam itu, sambil berada di balik selimut..semua menikmati cemilan dan malam itu.
Semua tertawa saat melihat kelucuan di film tersebut,diam-diam Luckas melirik Lidya yang tertawa lepas..tanpa sadar sebuah senyuman tersungging di wajahnya, diapun menyadari ternyata dia sudah lama tidak melihat tawa lepas dari wanita yang di sampingnya. Diam-diam,tangan kiri Luckas memegang tangan kanan Lidya..sontak Lidya menghentikan tawa,dia langsung melirik Luckas yang seakan tidak ada apa-apa..Luckas terlihat diam dan fokus menonton televisi.
Luckas menggenggam dengan erat,perlahan dia membuka telapak tangan Lidya yang masih di balik selimut dan dengan jari telunjuknya..Luckas membuat sebuah tanda hati di telapak tangan Lidya,seketika sebuah senyum merekah di wajah Lidya. Dia membalas menggenggam tangan Luckas,tidak ada seorangpun yang menyadari kelakuan mereka berdua..termasuk Ayles yang sudah tertidur di pangkuan ibunya.
Keesokan paginya,
Louis bangun dengan penuh semangat,tidurnya begitu nyenyak malam itu.
__ADS_1
"aakkhhh..good morning semuanya.. nyenyak sekali tidurku!" sahutnya sambil merenggangkan tubuh bagian atasnya,dia melirik Luckas yang semalaman tidur di sampingnya. Louis sengaja memilih tidur di antara Lidya dan Luckas, "selamat pagi,Luckas!!" sahut Louis sambil menepuk punggung Luckas. Luckas berbalik menatap Louis dengan kesal. Sepertinya Luckas tidak tidur lelap,mata panda menghiasi kedua matanya. Louis menatap Luckas sambil terkekeh "seperti yang aku duga,kamu tidak terbiasa tidur seperti ini!".
Luckas menatap Louis dengan kesal "aku akan sangat tidur dengan lelap jika saja kamu tidak memelukku dan ngorok begitu keras di telingaku!"
"ha?? aku?? anda bercanda,tuan!" sahut Louis membela diri.
"andai saja di sini ada cctv,aku pasti akan menuntutmu!"
Louis tertawa terbahak-bahak "pantesan saja tidurku begitu lelap,aku bahkan bermimpi tidur sambil memeluk boneka teddy bear yang empuk..mungkin karena itu,aku memelukmu"
"kamu--!"
"sudah-sudah...kalian seperti kucing dan tikus saja" ucap Lidya melerai keduanya. Belinda dan Ronald bahkan tertawa melihat kelakuan kedua pemuda itu.
Akhirnya semuanya berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi mereka, Luckas begitu menikmati suasana kekeluargaan dari keluarga Lidya. Tidak lama,ponsel Luckas berbunyi. Luckas meminta izin untuk mengangkat telepon,dan dia pun berjalan menuju kamar Lidya.
"halo,mom.."
"Apakah mom menganggu tidurmu?"
"aku sudah bangun sejak tadi,mom..bahkan sudah sarapan.."
"wah..ada angin apa anak mom begitu rajin.."
__ADS_1
Luckas tertawa "bukan angin,mom..tapi ada 'nyamuk' besar yang menggangu tidurku semalaman!"
"nyamuk?"
Luckas kembali tertawa "tidak usah dipikirkan,mom..aku sedang di rumah Lidya bersama kedua orang tuanya"
"apakah mereka datang ke New York?"
"benar,mom.."
"bagus sekali!! Mom bermaksud menyuruhmu mengajak Lidya untuk merayakan natal besok di rumah kita. Karena kedua orang tuanya di sini,kamu sekalian ajak mereka ke rumah kita!! Mom sudah tidak sabar untuk bertemu mereka" sahut Martha.
"baiklah,mom..aku yakin mereka akan senang mendengarnya" sahut Luckas "oh iya..mom..bagaimana keadaan.....grandma?"
Martha tersenyum saat mendengar pertanyaan anaknya "masih seperti kemarin,tapi..dia sudah pulang ke rumah"
Luckas kembali gugup "mom..bagaimana jika kita batalkan saja undangan mom?". Mengingat Dora berada di rumah itu, dan membawa keluarga Lidya ke rumah membuat Luckas sedikit trauma akan pertikaian yang terjadi setiap dia membawa Lidya ke rumah.
"Luckas..tidak perlu cemas..kamu juga tahu sendiri keadaan Dora. Tidak akan terjadi apa-apa.." sahut Martha yang seakan mengetahui apa yang ada dipikiran anaknya.
Luckas terdiam "baiklah..akan aku sampaikan undangan mom" sahut Luckas sambil menutup teleponnya.
"Siapa?" tanya Lidya yang juga mengejutkan Luckas karena suara Lidya tiba-tiba dari belakang.
"ya ampun.." pekik Luckas sambil mengelus dadanya.
__ADS_1