
Richard White,pengacara handal yang terkenal. Diusianya yang tergolong muda..dia telah berhasil membuktikan kemampuannya di dunia hukum. Firma hukumnya telah berhasil memenangkan berbagai kasus, dan Richard pribadi sangat disegani di dunia hukum.
Mendapat telepon dari Luckas untuk pergi bersamanya ke Bali, langsung di setujui oleh Richard. Dia hanya setuju menjadi pengacara pribadi bagi Luckas dan hotel Ryans. Dia tidak keberatan bekerja sama dengan Luckas selama bertahun-tahun,sebab dia tahu..Luckas bukanlah tipe pebisnis yang menggunakan uang untuk memakai jasa hukum untuk mengurus atau membersihkan kelakuan kotor dan hina, yang biasanya sering di perbuat oleh pebisnis lainnya. Luckas sangat menghormatinya dan juga hukum, dan juga Luckas sangat jauh dari akan hal yang melanggar hukum.
Itulah alasan bagi Richard yang selalu bertahan bekerja sama dengan Luckas dengan jangka waktu yang lama.
Begitu tiba di Bali, Luckas dan Lidya menyuruh Chandra untuk mengantar Richard ke hotel untuk beristirahat terlebih dahulu. Penerbangan yang memakan waktu 14 jam pasti melelahkan bagi Richard, jadi Richard tidak keberatan akan usul pasangan suami istri itu.
Namun,baru saja Richard selesai membersihkan diri.. Ponselnya telah berdering, bergegas dia memeriksa ponselnya.. 'Luckas Ryans'.
Richard tersenyum kecut, "time for work (waktunya untuk bekerja)" sahut Richard.
Malam harinya, Lidya dan Luckas telah kembali ke hotel Ryans terlebih dahulu. Sedangkan Louis memilih untuk tetap bersama Vanya. Awalnya Lidya membujuk Louis untuk ke hotel bersama mereka,Lidya menginginkan Louis supaya dapat beristirahat sejenak.
Namun,Louis menolaknya.. Dan Luckas sendiri juga menyuruh istrinya supaya tidak memaksa Louis.. "aku pernah berada di posisinya,Lidya.. Dan percayalah.. Dia tidak akan pernah meninggalkan Vanya sendiri,sebelum Vanya sadar".
Louis menatap Luckas dengan pandangan menyetujui ucapan Luckas, sedangkan Lidya menatap Luckas dengan pandangan selidik.
Luckas tertawa lalu melingkarkan tangan kanannya di pinggang ramping Lidya, "itu yang kurasakan saat kamu tidak sadarkan diri dulu,sayang.." bisik Luckas.
__ADS_1
"Baiklah.. kami kembali ke hotel terlebih dahulu.. Hubungi kami jika ada sesuatu ataupun jika Vanya telah sadar" sahut Luckas.
Louis menunjukkan kepalan tangan kanannya pada Luckas,dan langsung di balas oleh Luckas yang juga membenturkan kepalan tangan kanannya juga, "thank you,bro!" sahut Louis.
Hotel Ryans,
Lidya masuk ke dalam kamar merek sambil menekan keningnya yang mulai berdenyut. Luckas menatap sang istri lalu memeluknya dari belakang.
"Semua akan baik-baik saja.." bisik Luckas.
"Aku tidak habis pikir.. Siapa yang melakukan itu pada Vanya.. Sungguh kasihan Vanya.." lirih Lidya. Melihat Vanya yang terbaring lemah saat di rumah sakit tadi, sungguh melukai hatinya.
"Percayalah padaku.. Kita akan segera menemukannya.. Aku telah menyuruh Richard untuk mengurus dan membantu penyelidikan.." sahut Luckas.
"Maka aku akan mencari cara lain!!!" Luckas memutar tubuh Lidya dan menatap kedua mata Lidya "aku akan melakukan apapun,sayang.. Louis adalah adikmu.. dan juga adik iparku.. dia bahkan sudah seperti adik kandungku!!. Dan menyakitinya,maka sama saja telah menyakitiku!!"
Cup..
Sebuah kecupan lembut tiba-tiba mendarat di pipi Luckas, "terima kasih,Luckas.. kata-katamu sungguh membuatku terharu.. aku sangat bersyukur memilikimu" bisik Lidya sambil memeluk suaminya.
Luckas tersipu malu, "ka..kam..kamu baru menyadari itu?"
Lidya tertawa kecil, "tidak.. aku menyadari sejak dulu,sayang.."
"Sepertinya.. Ayles dan Alys akan mendapatkan adik lagi hari ini" bisik Luckas.
__ADS_1
Lidya memukul lembut dada Luckas, "jangan berpikiran terlalu jauh!!. Tujuan kita ke sini adalah membantu Louis!" bisik Lidya.
"Ya..ya.. itu bisa aku lakukan di pagi dan siang hari.. Dan di malam hari.. tujuanku berbeda.." sahut Luckas lalu menggendong Lidya layaknya menggendong pengantin.
Lidya memekik, "Luckas!!"
Tring..Tring..
Luckas memutar kedua bola matanya, dia melirik layar ponselnya lalu menurunkan Lidya perlahan.
"Jika saja ini bukan Richard,aku tidak akan menghiraukannya!" tukas Luckas dengan kesal.
Lidya hanya terkekeh, "angkatlah..aku akan membersihkan diri terlebih dahulu.." sahutnya lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
"Halo, Richard.. Semoga kamu memberiku kabar baik.." sahut Luckas.
"Dan aku sungguh berharap jika ini merupakan kabar baik bagi anda,sir.. dan tentunya bagi sir Louis juga.." balas Richard.
"Jadi.. mari kita dengar kabar yang ingin kamu sampaikan itu"
"Saya telah mendapatkan hasil,sir.. Dan ternyata, dewi Fortuna sepertinya sedang berpihak pada kita.." sahut Richard.
"Mengapa?"
"Aku mendapatkan hasil dari sidik jari yang di berikan pihak kepolisian di sini.. dan seperti saran anda.. Aku bergegas menyuruh kenalanku untuk memprosesnya dan memeriksanya dengan data base di New York.. dan anda sungguh hebat,sir.. Kita menemukannya!!" tukas Richard dengan gembira.
Seulas senyuman puas menghiasi wajah Luckas, "katakan siapa dia!!"
"Peter.. Peter Lee.. Putra tunggal dari pengusaha terkenal,Simon Lee".
__ADS_1