
Hello, how are you?
It's so typical of me to talk about myself, I'm sorry
I hope that you're well
•Adele•
Wanita mungil dengan perawakan Asia itu tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Louis, dia menulis sesuatu diatas memo kecil dan menyodorkannya pada Louis "baiklah tuan *gentleman*.. ini nomorku,aku tidak ingin di katakan tidak bertanggung jawab.. hubungi aku jika kamu merasakan sakit,tuan..?"
"kamu dapat memanggilku Louis,nona mungil.. terima kasih walau mungkin aku tidak akan menghubungi anda.." sahut Louis sambil menerima sodoran memo kecil itu "dan.. sepertinya saya harus pergi terlebih dahulu.." lanjut Louis.
Wanita tersebut mengangguk dan menatap Louis yang masuk ke dalam mobilnya sendiri. Wanita tersebut berbalik untuk kembali ke mobilnya namun langkahnya terhenti saat menemukan sebuah map dengan isi yang sedikit berserakan di luar map itu. Wanita tersebut memungutnya "sepertinya ini milik pria itu.." gumamnya. Wajahnya tersenyum saat melihat isi dari map itu sendiri "pria yang menarik.." bisiknya sendiri. Dia menaruh map itu di dalam mobilnya dan kembali mengendarai mobilnya masuk ke dalam perusahaan Lee's Ship.
Louis kembali ke rumahnya sendiri, rumah dimana dulu dia dan Lidya tinggal. Louis menatap sekeliling rumah itu,sejak Lidya menikah..rumah kecil itu mulai terasa begitu sepi. Louis menghela nafas,dia meraih ponselnya dan menelepon Lidya.
"Halo?"
"Lidya~ kakakku sayang~~~~" seru Louis begitu mendengar suara Lidya.
Lidya terdiam sejenak "maaf..nomor yang anda tuju sedang sibuk.."
Louis tertawa terbahak-bahak "tega sekali kakakku ini"
"kamu lebih tega,adikku sayang.. suaramu membuatku kehilangan selera makanku.. padahal di depanku sedang penuh dengan makanan enak"
"wowow.. dan anda tidak mengajak adikmu.."
"kamu belum makan?"
"tentu belum.. aku kesepian di rumah.."
Lidya membisu "solusinya hanya dua,Louis.. satu menerima tawaranku untuk tinggal bersama kami. Kedua, cepat menikah!"
Suara tawa Louis kembali memenuhi percakapan mereka "dua-dua tidak ada yang menarik"
"maka..terima saja rasa kesepianmu,adikku sayang.. Jika belum makan,kemarilah.. aku sedang berada di restoran Steak n Chips.."
"tunggu aku lima menit!!!" seru Louis yang langsung menutup teleponnya dan bergegas mengendarai mobilnya ke restoran yang di katakan Lidya.
Louis melangkah masuk ke dalam restoran dan langsung diantar pada Lidya.
"uncleeee~~~" pekik Ayles saat melihat kedatangan pamannya.
Louis tersenyum dan berjalan cepat mendekati Lidya dan "Alysee.. aduh.. tuan putri paman makin cakep saja.." seru Louis sambil menggendong anak perempuan Lidya yang berumur dua tahun itu. Alysee tersenyum cekikikan saat digendong pamannya.
Mulut Ayles seketika memanjang ke depan "uncle.. you are so mean!! (paman..kamu sangat keterlaluan!!)"
__ADS_1
Louis terbahak-bahak "iya..iya..bandit uncle yang satu ini..semakin ganteng aja.." sahut Louis sambil mencium pipi Ayles dengan kuat.
"uncle!!! malu lah!!" seru Ayles.
Lidya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya "tiga anak kecil berkumpul..tinggal satu anak kecil lagi.." bisik Lidya sendiri.
"kamu bilang apa,Lidya?" tanya Louis yang tidak mendengar jelas ucapan Lidya.
"tidak..tidak.. duduklah.. aku sudah memesankanmu beef steak kesukaanmu dan tentunya medium punya.."
Louis mengacungkan jempol pada kakaknya "kog tumben makan diluar?"
"Luckas yang mengajak.."
"dan dimana abang iparku itu?"
Louis menoleh kebelakang dan tersenyum "aduh..abang ipar kesayangankuuu..."
"hentikan itu,Louis!! Aku hampir mual melihatnya!"
Lidya tersenyum "nah..sekarang..aku seperti berada di playgroup.."
Luckas tertawa dan mencium kening Lidya "kamu sudah makan?"
"Aku sudah memesan,mungkin sebentar lagi akan dihidangkan.. Bagaimana kerjaanmu,sayang?" tanya Lidya.
"melelahkan.." lirih Luckas "dan aku membutuhkan vitamin dulu.." sahutnya dan langsung mengecup bibir Lidya, Ayles refleks menutup kedua matanya.
"Haduh..panas..panas... pelayan!!! air dingin satu gelas!!" seru Louis pada salah satu pelayan yang tidak jauh dari mereka.
__ADS_1
Luckas dan Lidya tertawa melihat tingkah Louis.
"makanya jangan jomblo melulu.." sahut Luckas.
Louis menatap tajam Luckas "suatu saat kamu yang akan iri akan keromantisanku!"
"tidak akan pernah, tuan Louis.. kamu tidak akan bisa romantis melebihi diriku.. dan siapapun itu..aku sudah kasihan terlebih dahulu pada calon jodohmu itu" cibir Luckas.
"ka--"
"sudah-sudah.." sela Lidya "makanan kita sudah datang"
Louis menahan kalimatnya dan juga kekesalannya "awas kau" bisiknya.
Luckas hanya menjulurkan lidahnya pada Louis.
Sembari menikmati makan siang mereka, Luckas memulai pembicaraan pada Louis.
"jadi..bagaimana? kamu sudah mendapatkan kerjaan?".
Louis menggeleng "salahkan kualitas diriku yang terlalu tinggi.. tidak ada perusahaan yang berani mempekerjakan ku"
"pft... omong kosong.." cibir Luckas yang kembali mendapat tatapan tajam dari Louis "sudahlah.. bekerjalah denganku.. atau jika kamu ingin mencoba kerja dengan orang lain..bagaimana jika aku membantumu?"
"dengan sangat terima kasih.. tidak perlu,tuan Luckas Ryans.. Aku ingin mencobanya dengan kemampuanku sendiri.." sahut Louis serius.
curcol author:
loha~~
sedikit info ya.. ada yang bilang lama amat uploadnya 😑..
jd.. kalau kalian bener-bener teliti baca ceritaku.. kalian tentu sudah tahu kalau hotel prince aslinya sudah tamat! bahkan sudah aku tambahin ekstra part buat kalian🤗
Nah.. kemarin itu aku pertimbangkan akan season dua ini,dan mempertimbangkan untuk buat di novel baru tapi setelah penuh pertimbangan,akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkannya disini saja! Supaya readers yang pernah baca,bisa dapat notifikasi dan ga perlu cari-cari lagi.❤️
__ADS_1
jadi.. sekali lagi.. ini season dua, dan yang kmrin sudah TAMAT!! 'kay? Bukan sengaja lama upload.. bagaimanapun,aku juga memiliki kesibukanku sendiri dan belum lagi.. otak mampet atau lagi no mood to writing 😭 tapi dukungan kalian yang selalu buat aku tetap maju dan nulis!! karenanya,mohon dukungannya dan like-nya selalu.. loph you pull guys😍