
And I swear by the moon and the stars in the sky
I'll be there
I swear like a shadow that's by your side
I'll be there
For better or worse, till death do us part
I'll love you with every beat of my heart
And I swear
•All-4-one•
Lidya menatap Louis dengan kesal "awas kau,Louis!" sahutnya.
Tanpa menunggu lama,Louis langsung pergi dengan kaki seribu sebelum Lidya menghampirinya.
Ronald kembali berdeham "siapa namamu?"
"Luckas,sir..Luckas Ryans.." sahut Luckas.
"Baiklah,Luckas. Kami memang orang tua Lidya, tapi untuk hal ini..kami menyerahkan sepenuhnya pada Lidya. Jika Lidya menyetujuinya,kami tidak bisa berkata apa-apa.. karena ini adalah pilihannya sendiri dan kami akan selalu mendukungnya!"
Mata Lidya terlihat berkaca-kaca "dad..mom~"
Luckas menatap Lidya dan mengeluarkan sebuah cincin,cincin yang pernah bersemayam di jari manisnya sebelum pertengkaran mereka terjadi "jadi bagaimana denganmu,Lidya.. di depan ayah dan ibumu,aku bersumpah akan selalu menyanyangimu..mencintaimu dan juga aku bersumpah,tidak akan ada lagi pertengkaran di antara kita"
Belinda menatap mereka dengan terharu, Ronald tersenyum.
__ADS_1
"aku--"
"mamiii--" pekik Ayles yang langsung mendekapkan dirinya di tubuh ibunya.
Lidya memeluk anaknya "sayang..lihat siapa yang ada disini?"
Ayles mengintip Luckas "deedi.." bisiknya.
Luckas tersenyum "kangen sama daddy? daddy minta maaf telah menyakitimu sebelumnya sayang..tapi daddy berjanji itu akan menjadi yang pertama dan terakhir kalinya Daddy seperti itu!"
Ayles tersipu dan perlahan menjulurkan tangan mungilnya menyentuh jari telunjuk Luckas.
Belinda dan Ronald kembali tersenyum. Luckas menatap Lidya "aku masih menunggu jawabanmu,Lidya.." lirih Luckas.
Hati Luckas begitu bahagia saat mendengar ucapan Lidya dan langsung memeluknya tanpa memperdulikan kedua orang tua Lidya yang masih menatap mereka, Lidya menepuk punggung Luckas..menyuruhnya melepaskan pelukannya.
Belinda tertawa "baiklah,Luckas.. aku yakin kamu tidak akan mengecewakan kami bukan?"
Luckas mengangguk "tentu saja!"
"dan..aku yakin kamu juga akan selalu menjaga anak perempuan kami satu-satunya,bukan?" sahut Ronald sambil menatap Lidya.
"aku bersumpah dengan hidupku,sir!"
__ADS_1
"dan..kamu akan berhadapan denganku lagi jika kamu menyakiti diantara mereka berdua!!" sahut Louis tiba-tiba muncul dari balik pintu "dan tentu saja..saat itu,aku sungguh-sungguh membuat mereka benar-benar menghilang dari hadapanmu!"
Luckas tertawa "aku telah mendapat balasan dengan rencanamu,Louis. Dan aku telah kapok! Tidak akan ada kedua kalinya!! aku janji! Jika aku mengingkari,hotel Kingdom akan menjadi taruhannya untukmu"
Louis langsung tersenyum "kamu curang,Luckas.. sekarang aku tidak tahu harus mendoakan kebahagiaan kalian atau tidak" candanya.
Lidya kembali menatap tajam adiknya "hei..hei..aku bercanda saja,okay?? tidak perlu menatapku seperti itu!" sahut Louis langsung membuat semua orang tertawa.
Belinda dan Lidya kembali berkutat di dapur menyiapkan sarapan untuk semua orang. Belinda melirik anaknya kembali "Lidya..mom turut berbahagia untukmu,sayang.."
"terima kasih,mom.."sahut Lidya sambil tersenyum pada ibunya,dia tidak bisa menutupi perasaannya yang begitu bahagia.
"tapi..bukankah kamu pernah memberitahu mom jika keluarganya tidak menyukaimu?" tanya Belinda.
Seketika Lidya terdiam,dia melupakan Dora "tidak semuanya,mom..hanya neneknya"
"apa alasannya? mengapa dia tidak menyukaimu?" tanya Belinda.
"Neneknya lah yang menginginkan cucu menantu dari keluarga terpandang,mom..dan karena dia juga yang menjadi alasan pertengkaran kami terakhir kalinya.."
Belinda menatap anaknya dengan cemas "jadi..bagaimana dengan selanjutnya?"
"anda tidak perlu cemas,madam. Kali ini,tidak akan ada lagi yang akan mengganggu hubungan kami, sekalipun itu adalah keluargaku sendiri!! aku berjanji padamu!" sahut Luckas yang tiba-tiba masuk ke dapur.
Lidya menatap Luckas,Luckas tersenyum "aku berjanji,Lidya. Tidak akan ada Dora atau siapapun yang akan masuk dalam hubungan kita!" bisiknya.
"ehem... sungguh harum sekali masakan anda,madam.." sahut Darren yang membuat semua orang terkejut.
Luckas menatap Darren dan Lidya setelahnya.
"ah..iya.. kenalin Luckas..ini Darren,temanku.. dan Darren ini,Luckas..dia--"
"calon suaminya!" potong Luckas tiba-tiba,tidak tahu mengapa..dia merasa dirinya harus berhati-hati dengan Darren.
Darren tertawa,dia tidak sengaja mendengar percakapan keluarga mereka tadi pagi. Dan karenanya,dia telah mengaku kalah..dia telah kalah telak pada pria yang berada di samping Lidya sekarang.
"kalian sungguh serasi,sir Luckas.." sahut Darren.
"tentu saja!! kami adalah pasangan yang tidak akan bisa terpisahkan.." sahut Luckas.
Lidya menyiku perut Luckas pelan, dia tahu jika Luckas telah merasa cemburu pada Darren.
__ADS_1
Belinda tertawa kecil "aduh..sungguh pemandangan indah di dapurku. Sangat jarang aku bisa melihat dua pria tampan dan muda di dapurku.. sungguh suatu kehormatan" sahutnya yang mencoba mengalihkan pembicaraan.