Hotel Prince

Hotel Prince
Fight Song


__ADS_3

This is my fight song


Take back my life song


Prove I'm alright song


My power's turned on


Starting right now I'll be strong


I'll play my fight song


And I don't really care if nobody else believes


'Cause I've still got a lot of fight left in me


•Rachel Platten•


###########


Apartemen Lidya,


Luckas berlari mendekati apartemen Lidya,dari jauh dia melihat pintu apartemen Lidya yang terbuka. Seketika membuat Luckas panik,dia berpikir jika wartawan telah masuk kedalam apartemen Lidya. Sesampai di depan apartemennya,Luckas dan Edward berdiri canggung melihat ketiga wanita itu tengah berpelukan. Persahabatan sesama wanita sungguh berbeda dengan laki-laki, wanita selalu dengan mudah mengeluarkan perasaan sayang mereka daripada para pria.


Lidya menyadari kehadiran Luckas,dengan cepat melepaskan pelukannya "Luckas?"


Sontak membuat kedua sahabat Lidya menoleh, melihat sosok Luckas dihadapan mereka, dengan refleks mereka menunduk memberikan hormat pada bos mereka.

__ADS_1


Luckas hanya menatap Lidya sambil tersenyum lembut, hanya dari senyumannya Lidya mampu menghapus kepedihannya. Lidya berjalan kearah Luckas dan langsung membenamkan dirinya dalam pelukan pria itu. Pretina,Gina dan Edward memalingkan wajah mereka saat kedua insan itu tengah berpelukan.


"Maafkan aku.." bisik Luckas pada Lidya. Luckas menatap kedua wanita yang berdiri dengan canggung "terima kasih telah membantuku untuk menghibur kekasihku" ucap Luckas "aku tidak akan melupakan jasa kalian!". Sekarang mereka tidak perlu lagi merahasiakan hubungan mereka dihadapan karyawan hotel,jadi Luckas tidak segan-segan mengatakan kata 'kekasihku'.


"tidak apa-apa,sir.. kami tidak mengharapkan apapun. Karena kami sahabatnya dan tentunya kami ada kapanpun saat dia membutuhkan kami" sahut Pretina diikuti anggukan dari Gina.


"dan tentunya aku akan sangat berterima kasih jika kalian dapat menemaninya kapanpun saat aku tidak berada disisinya" ucap Luckas


"tentu saja!! Serahkan saja pada kami berdua!!" balas Gina antusias,Pretina langsung menarik baju Gina memberi kode untuk tetap bersikap sopan.


Lidya tertawa "terima kasih.." ucapnya sambil kembali memeluk kedua wanita itu.


"Dan sepertinya kami harus segera pergi.." sahut Pretina sambil melepaskan pelukan Lidya "kami ada urusan lainnya"


"tapi bukankah kita tidak a-" dengan cepat Pretina mencubit perut Gina "aduh!!"


"satu hal lagi.." ucapan Luckas membuat mereka berdua menghentikan langkah kaki mereka yang hampir mencapai pintu apartemen Lidya "aku ingin kalian berdua membantuku.."


"apapun itu,sir.." ucap Pretina.


"aku ingin kalian memberitahu karyawan lainnya jika berita yang ada itu tidak benar adanya. Aku sungguh mencintai Lidya dan hanya dia seorang..bahkan akulah yang pertama kali jatuh cinta padanya!" ucap Luckas sambil menatap Lidya begitu lembut "dan..jika mereka mempertanyakan soal Freya..katakan saja mereka akan tahu sendiri saat tiba waktunya"


Pretina dan Gina mengangguk "baiklah,sir!", Luckas menyuruh Edward untuk mengantar kedua nona muda itu. Disisi lain,Luckas membutuhkan waktu untuk berbicara dengan Lidya.


 


dikamar Lidya,

__ADS_1


Pelukan hangat dari Luckas tengah menenangkan Lidya "maafkan aku,Lidya.. aku sangat menyesal tidak berada di hotel hari ini.. aku sungguh bodoh membiarkan Freya melukaimu" lirih Luckas.


"ini bukan salahmu,Luckas" ujar Lidya.


"tentu salahku. Jika saja sejak awal aku tidak mendekatimu,maka kamu akan baik-baik saja"


"tapi..dengan itu maka aku tidak akan mengenalmu"


"itu lebih baik daripada kamu harus terluka seperti ini!"


"Luckas.. aku lebih memilih terluka seperti ini daripada harus kehilanganmu. Kamu telah membuatku tidak bisa hidup tanpamu!"


Luckas tersenyum "sepertinya aku harus bertanggung jawab akan hal itu.. dan aku dengan senang hati menanggungnya".


Lidya tertawa dan mengecup bibir Luckas. Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu. Luckas menatap Lidya "aku harus pergi,Lidya"


Tatapan sedih memancar dari kedua mata Lidya "tidak bisakah kamu menemaniku?"


"aku ingin. Tapi,aku harus mencari bukti untuk membantumu! aku harus segera membersihkan namamu sebelum hal ini berlarut-larut dan semakin keruh"


akhirnya Lidya hanya bisa mengangguk pasrah "tapi..aku ingin ikut..aku harus menyaksikan sendiri kejadian sebenarnya" sahut Lidya. Dia tidak ingin duduk berdiam diri hanya menunggu saja.


"Kamu istirahatlah saja,Lidya"


"tidak!! aku tidak akan bisa beristirahat sebelum semua selesai" tukas Lidya.


"Baiklah" jawab Luckas yang akhirnya mengalah pada Lidya. Luckas sendiri juga ingin segera mendapatkan buktinya dan dia tidak akan melepaskan Freya setelah apa yang telah dia perbuat. Freya telah berani menginjaknya dan bahkan menarik Lidya didalamnya, maka dia harus bersiap-siap menerima ganjaran atas perbuatannya!!!

__ADS_1



__ADS_2