
I'm at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone, baby it's all wrong
Where are the plans we made for two
•Maroon 5•
"tapi Lidya.." Darren menarik kembali kopernya yang ada di tangan Lidya "bukan hal yang mudah menganggapmu seperti supir pribadiku, tapi akan lebih mudah bagiku untuk mengangkatmu menjadi '*supir pribadiku*' selamanya" sahut Darren sambil tersenyum pada Lidya penuh arti.
Lidya tertawa "anda sangat humoris,sir Darren.. Bukankah anda mengatakan jika anda akan sangat sibuk hari ini?"
"ah..benar sekali" Darren melirik jam tangan Rolexnya "tapi..kamu serius akan menemaniku seharian ini?"
Lidya mengangguk dengan tegas "benar sekali!! anda tidak perlu khawatir ataupun segan padaku,Darren"
"Baiklah..maka aku tidak akan segan lagi.. yuk berangkat" sahut Darren yang tetap tidak mengizinkan Lidya menarik kopernya.
Hotel DeParis,
Sekitar jam dua sore, Dora tiba di hotel DeParis. Begitu sampai Dora menyuruh Steward segera mencari Lidya. Steward dengan bergegas menanyakan pada resepsionis,namun dari mereka..Steward mendapatkan info jika Lidya sedang tidak berada di tempat. Steward segera memberitahu Dora tapi Dora bersikeras ingin menunggu Lidya.
Hampir dua jam Dora dan Steward menunggu Lidya yang tidak kunjung kelihatan. Dengan kesal,Dora berjalan menuju resepsionis hotel.
"Aku ingin bertemu manager kalian!!" ucap Dora dengan keras.
"Kami minta maaf,madam. Manager kami sedang tidak berada di tempat. Apakah ada hal penting yang bisa kami bantu pesankan pada beliau?" tanya wanita tersebut dengan sopan.
__ADS_1
Amarah mulai memenuhi diri Dora, menemui Lidya telah membuat harga dirinya tercoreng dan sekarang dia,seorang Dora Ryans harus menunggu Lidya hingga berjam-jam lamanya?
Dengan marah,Dora melihat resepsionis tersebut dengan tajam "Tidak bisakah kalian menghubungi manager kalian sekarang??!!! Kalian cukup katakan saja padanya jika Dora Ryans ingin menemuinya!! Dan saya yakin hanya dengan mendengar nama saya saja,dia akan segera kembali kesini dengan pontang panting!!" bentak Dora.
Melihat Dora yang begitu garang, resepsionis tersebut mulai merasa gugup.. bergegas dia mengangkat teleponnya dan menelepon Sheila. Melihat wanita tersebut melakukan panggilan,diam-diam Dora tersenyum puas,Dora mengira jika wanita tersebut menelepon Lidya langsung.
'Dan sekarang..kamu akan bergegas kemari untuk menemuiku,Lidya!!!' pikir Dora dalam hati.
Selang beberapa menit kemudian,Sheila berjalan mendekati Dora.
"Selamat sore,madam. Perkenalkan,saya Sheila..asisten Miss Lidya. Saya mendapat info jika anda ingin menemui Miss Lidya?" tanya Sheila dengan sopan.
Raut wajah Dora berubah, dia sangat kesal dan marah. Dia menginginkan Lidya tapi yang ada di hadapannya sekarang adalah..asisten Lidya?!
"Miss Lidya sedang ada urusan penting,madam. Apakah anda ingin meninggalkan pesan padanya? tentu akan kami sampaikan segera pada beliau" tanya Sheila sambil tersenyum.
Dora menghentakkan tongkat kayu yang ada di tangannya "Seberapa hebatnya Miss Lidya kalian itu sampai begitu susah untuk menghubunginya!!!! Sudah saya katakan,kalian cukup mengatakan namaku maka dia akan segera kembali dalam hitungan detik!!"bentak Dora.
Sheila mulai gugup karena bentakan Dora yang menarik perhatian sekeliling mereka,namun teringat akan pesan Lidya..Sheila mencoba tetap terlihat tenang "Baiklah,madam. Kami minta maaf sebelumnya, kami akan segera mencoba menghubungi Miss Lidya. Dan kami harap madam tidak keberatan untuk menunggu hingga kami dapat menghubunginya".
Dora menolehkan kepalanya, dia kehabisan kata-kata. Tujuannya hanya satu, bertemu dengan Lidya!!
Setelah mengantar Darren di salah satu perusahaan,Lidya mengecek handphonenya yang sejak tadi dia menonaktifkan suaranya.
"Sheila?? mengapa dia meneleponku.." gumam Lidya sendiri saat melihat banyaknya panggilan tidak terjawab dari Sheila.
Saat mengetahui ada sebuah pesan yang dikirim Sheila,Lidya bergegas membuka dan membaca pesan tersebut dan wajah Lidya pucat seketika.
"*Mam..maaf ..ada seorang wanita yang mencari anda. Kami sudah menyampaikan padanya jika anda sedang tidak berada di tempat,namun dia bersikeras ingin menunggu anda. Dia telah menunggu anda begitu lama,mam.. dan dia mengatakan untuk menyuruh kami memberitahu mam namanya, Dora Ryans. Apakah mam mengenal beliau? Mohon segera hubungi saya, setelah membaca pesan ini,mam.. dia sangat menakutkan* :( "
Lidya yang tengah termenung sambil menatap handphonenya,tidak menyadari jika Darren telah kembali dan masuk kedalam mobilnya. Darren menepuk pelan pundak Lidya.
__ADS_1
"hey?? Lidya??"
Lidya terkejut "sorry,Darren..aku tidak menyadari kamu telah masuk.." sahut Lidya "okay..setelah ini,kita akan kemana?"
"Apakah ada masalah di hotel?" tanya Darren.
"tidak.." balas Lidya.
"jika memang ada hal penting,kamu dapat meninggalkanku disini, Lidya. Dan aku tidak masalah jika harus menunggu penggantimu"
"tidak ada yang penting,sir Darren" sahut Lidya sambil tersenyum "kemana kita selanjutnya,sir?"
Darren terdiam sejenak "kita kembali ke hotel saja"
"lho..bukankah kamu mengatakan masih harus ke tempat lain?" tanya Lidya keheranan.
Daniel menggeleng "semua telah selesai dan aku sedikit lelah,ingin segera beristirahat.." sahut Darren, Lidya mengangguk dan segera menghidupkan mobilnya.
Diam-diam Darren mengirim pesan ke perusahaan-perusahaan yang akan dia kunjungi,dia mengundurkan pertemuannya di hari berikutnya. Darren merasa Lidya berbohong padanya, sebab itu dia memutuskan mengundurkan pertemuannya demi Lidya... tentu tanpa diketahui Lidya.
__ADS_1