
But I set fire to the rain
Watched it pour as I touched your face
Well, it burned while I cried
'Cause I heard it screaming out your name
Your name
•Adele-set fire to the rain•
#######
"dan..untungnya aku memiliki kabar baik untuk anda,sir" jawab Edward dengan perasaan lega. Dengan bantuan dari pihak Times Square sehingga Edward tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan bukti kejadian tersebut.
"apakah dia seseorang yang aku kenal atau hanya orang asing yang memiliki masalah kejiwaan?" tanya Luckas. Luckas memang melihat sekilas orang yang mencelakai Lidya,tapi topi dan masker yang dipakai pelaku membuat Luckas tidak melihat jelas wajah pelaku tersebut, Luckas hanya menyadari jika penampilan pelaku tersebut sangatlah berantakan. Luckas menyuruh Edward meminta bantuan pihak Times Square dan pihak yang berwajib untuk membantu segera menemukan pelakunya. Walau Luckas sedikit berasumsi jika pelaku tersebut hanyalah orang yang tidak waras dan secara acak mencelakai orang lain, tapi Luckas tetap harus menangkapnya.. dia tidak ingin dia mencelakai orang lain lagi,disisi lain..terlepas dari apapun kondisinya,dia tetap harus bertanggung jawab akan perbuatannya.
"baik Miss Lidya ataupun anda,mengenalnya dengan baik" jawaban Edward membuat Luckas terkejut,dia sungguh tidak menyangka akan hal itu.
"siapa dia?!!" tanya Luckas dengan suara geram.
__ADS_1
"dia adalah Miss Freya,sir"
Luckas sangat syok mendengar nama yang keluar dari mulut Edward "Freya?? jangan kamu katakan jika dia adalah Freya Green.."
"sayangnya..pelakunya memang Miss Freya Green, sir.. wajahnya terlihat di rekaman CCTV. Sebelum dia menyerang Miss Lidya, terlihat Miss Green dan beberapa remaja bercengkrama bersama dan akhirnya mereka tidak terlihat di CCTV. Selang beberapa lama,para remaja tersebut keluar dari tempat itu tanpa Miss Green, tidak lama kemudian Miss Green keluar dari tempat itu dan terlihat sangat... berantakan. Pihak berwajib berasumsi jika Miss Green telah di aniaya oleh para remaja itu" jelas Edward "dan tidak lama setelah itu, Miss Green menyerang anda dan Miss Lidya,sir"
"apakah pihak berwajib mengetahui bahwa pelakunya adalah Freya Green?"
"tentu,sir.. wajahnya terlihat jelas saat Miss Green bercengkrama bersama remaja-remaja itu. Sekarang pihak berwajib sedang menuju lokasi Miss Green" jelas Edward "satu hal lagi,sir.. sepertinya awak media telah mencium akan hal ini,dan tidak menutup kemungkinan jika mereka akan segera mengetahui jika pelakunya adalah Miss Green dan korbannya adalah sir dan Miss Lidya"
Luckas berpikir sejenak "sebelumnya,aku ingin kamu juga mengurus para remaja-remaja itu". Luckas ingin memberi mereka pelajaran, terlepas dari siapapun yang mereka aniaya..hal itu sangatlah tidak wajar bagi remaja seusia mereka. Dan Luckas harus memberi mereka sedikit pelajaran supaya jera. "masalah media..jangan biarkan sampai mereka mengetahui jika Lidya adalah korbannya... dan jangan sampai mereka menyangkut pautkan apa yang diperbuat Freya dengan keluarga Ryans" lanjut Luckas.
"Baik..saya mengerti,sir.. saya berharap semoga Miss Lidya segera pulih" sahut Edward sebelum memutuskan teleponnya.
"apa yang terjadi pada Freya? Mengapa dia begitu tega mencelakai kami?" pikir Luckas dalam hati, matanya menatap Lidya yang masih belum sadarkan diri.. Hatinya terasa perih, dia menyadari jika yang seharusnya berbaring di tempat tidur itu adalah dia bukan Lidya. Freya sejak awal mengincar Luckas bukan Lidya, saat itu juga Luckas sungguh berharap jika dia memiliki kemampuan memutar ulang waktu,dia tidak akan membiarkan Lidya melindunginya.
Suara pintu yang dibuka membuyarkan lamunan Luckas, langkah kaki yang terdengar begitu hati-hati dan perlahan..berjalan masuk kedalam ruang VVIP tersebut.
"Mom??"
Martha menatap Lidya dengan sedih dan memeluk anaknya "dia akan baik-baik saja,Luckas.. Dia bukanlah wanita yang lemah"
__ADS_1
Luckas mengangguk dan membalas pelukan ibunya yang seakan memberinya tenaga untuk kuat menghadapi semua ini "thank you,mom" bisiknya.
Martha mendekati Lidya yang masih berbaring dan mengelus lembut wajahnya "Mom tahu kamu adalah anak yang kuat,sayang. Jangan tidur terlalu lama, mom sangat merindukan untuk ber'kencan' denganmu lagi"
Senyuman tersungging diwajah Luckas saat mendengar ucapan ibunya, dia tidak menyangka ibunya sangat menyayangi Lidya seperti layaknya anaknya sendiri.
"oh ya..mom..Edward telah memberitahuku jika pihak berwajib telah mengetahui pelakunya" ucap Luckas.
Martha menatap Luckas "siapa dia?!"
"Mom juga mengenalnya.." jawab Luckas "dia adalah Freya"
Martha terkejut saat mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Luckas "Freya?? Maksud kamu Freya Green??!!"
Luckas mengangguk.
"Ba..Bagaimana mungkin-" Martha sungguh tidak menyangka jika pelakunya adalah Freya Green.
"Dia mungkin ingin membalas dendamnya padaku,mom. Dan jika bukan Lidya yang menarikku,mungkin aku yang sedang berbaring di tempat tidur itu,bukan Lidya" lirih Luckas.
"ya Tuhan..sungguh mengerikan. Walau mom juga sedih melihat Lidya seperti ini, tapi mom juga bersyukur dia melindungimu,Luckas" lirih Martha. Hanya membayangkan Luckas-lah yang berbaring ditempat tidur itu dan tidak sadarkan diri membuatnya lemas. Dia sangat berterima kasih sekaligus bersalah pada Lidya. "Mom berhutang budi padanya,Luckas" lanjut Martha sambil menatap Lidya kembali, jauh dalam hatinya..Martha bertekad akan membujuk Arthur dan Dora untuk menyetujui hubungan Luckas dan Lidya, apapun caranya.
__ADS_1
"dan satu hal lagi,mom.." sahut Luckas "Lidya hamil.."