
Sesampainya di rumah, keadaan rumah sudah sepi mungkin para pelayan sudah beristirahat karena ini sudah larut malam. Arga segera memarkirkan mobilnya dan bergegas masuk ke dalam rumah yang diikuti pula dengan Retha.
Saat hendak masuk kamar tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggil Arga.
"Tuan tunggu!" Ucap orang tersebut, Arga pun segera membalikkan badannya dan ternyata yang memanggil dirinya adalah salah satu pengasuh Noel. Dan, tunggu Noel sudah berada dengan pengasuhnya? Itu berarti mama sudah mengembalikan Noel. Tapi bukankah Arga sudah mengizinkan jika Noel berlama-lama di rumah mamanya.
"Oh putraku tersayang!" Kata Retha sembari mencubit gemas pipi Noel yang kian membesar itu.
"Tadi nyonya besar mengantar tuan kecil dan bilang jika nyonya besar sedang ada urusan mendadak tuan muda!" Ujar Vita pengasuh Noel.
"Apa mama ada bilang urusan tentang apa?"
"Tidak tuan, nyonya besar sepertinya terburu-buru."
"Oh ya sudah jangan mempermasalahkan itu Arga. Bukankah kau senang jika Noel sudah kembali? Apa kau tidak merindukannya?"
Arga pun hanya tersenyum getir, jika Noel sudah kembali itu berarti bisa-bisa rencananya mengenai hukuman Retha bisa batal. Dia pun segera mengambil ponselnya untuk menghubungi mama Rani, memang urusan sepenting apa sehingga mama Rani mengembalikan Noel secepatnya. Padahal kemarin mereka bersepakat jika liburan Noel di rumah besar untuk diperpanjang.
"Mama dimana? Kenapa nggak bilang ke Arga kalau Noel sudah di rumah?" Tanya Arga ketika panggilannya sudah tersambung.
"Oh ya mama buru-buru jadi nggak sempat kasih kamu kabar. Sekarang mama sama papa lagi perjalanan ke Singapura, istrinya teman papamu meninggal."
Setelah mendengar penjelasan dari mama Rani Arga segera mematikan panggilan. Dia pun tersenyum kecut sudah ada Noel sekarang pasti dia tidak bisa melakukan apapun.
"Mama kemana sayang?" Tanya Retha Sambil menidurkan Noel di ranjang mereka. Tapi bukannya Noel tidur malah kembali duduk.
__ADS_1
"Ke Singapura istrinya teman papa ada yang meninggal." Jawab Arga kemudian dia segera mengganti pakaiannya di walk in closet.
"Hey Noel mau kemana sayang?" Tanya Retha saat Noel mulai turun dari ranjang.
Noel pun menunjuk tv dan Retha mengerti apa yang diinginkan anak itu. Dia sangat tahu jika Noel suka menonton kartun.
"Tunggu daddy kembali ya, nanti biar Daddy yang puterin kartunya!"
Retha pun hendak memanggil Arga dan mengganti gaunnya. Meskipun gaun itu mewah dan juga mahal tapi Retha sedikit tidak nyaman jika memakai gaun saat hamil besar seperti ini.
Baru melangkahkan kakinya beberapa langkah tiba-tiba saja perutnya merasakan nyeri yang luar biasa.
"Aww...!" Pekik Retha sembari memegangi perutnya.
"Ada apa sayang?" Tanya Arga yang tak kalah paniknya.
"Aw... perutku sakit sekali hiks...hiks...!" Jawab Retha sembari memegangi perutnya. Dengan segera Arga merebahkan tubuh Retha di atas ranjang. Sedangkan Noel bayi itu terlihat panik juga tapi tak sampai menangis.
"Tarik nafas dulu sayang lalu keluarkan pelan, kita ke rumah sakit sekarang!"
Dengan segera Arga menekan tombol yang ada di samping tempat tidur tepatnya di atas nakas. Tombol itu terhubung langsung dengan rumah dimana tempat pelayan tinggal. Arga memang menyiapkan itu khusus pada jauh-jauh hari jika ada keadaan darurat seperti ini.
Dan di rumah belakang pelayan yang mendengar itu pun segera berlarian ke rumah utama. Tak terkecuali pak Yuda yang baru saja hendak merebahkan diri karena hari ini tugasnya sudah selesai. Beberapa pelayan yang sudah terlelap pun segera bangun dan berlarian ke rumah utama.
Tok...tok...tok
__ADS_1
Terdengar ketukan pintu dari luar. Para pelayan sudah bersiap siaga di depan pintu kamar tuan dan nyonyanya. Karena yang mereka tahu jika bel itu berbunyi berarti ada sesuatu yang serius terjadi, itulah yang Arga jelaskan saat pemasangan alat tersebut.
"Ada yang bisa kami bantu tuan muda?" Tanya pak Yuda. Para pelayan hanya berdiri dan berbaris di depan pintu mereka tidak ada yang berani bertanya dan hanya menunggu perintah saja.
"Yuda masuklah segera!" Teriak Arga dari dalam kamar. Dengan sedikit ragu pak Yuda pun membuka pintu kamar tersebut. Sebetulnya jika tidak terpaksa dan perintah langsung dari tuan mudanya, pak Yuda tidak akan masuk kesana karena hanya orang-orang tertentu saja yang di perbolehkan masuk ke kamar tuan dan nyonya mudanya.
"Cepat segera siapkan mobil dan telepon Leo untuk mempersiapkan rumah sakit. Retha mengatakan perutnya sangat sakit." Perintah Arga. Disaat seperti ini wajah tengil yang biasa Arga tunjukkan didepan istrinya hilang seketika berganti dengan wajah panik melihat istrinya sudah sangat lemah.
"Baik Tuan muda!"
"Jangan lupa suruh pengasuh Noel untuk menjaga Noel malam ini karena aku tidak mungkin membawa Noel ke rumah sakit."
Dengan cekatan pak Yuda pun melakukan apa yang di perintahkan oleh tuan mudanya. Dia segera menyiapkan mobil dan menelepon Leo sesuai perintah Arga.
"Vita jaga tuan kecil malam ini karena tuan muda dan nyonya muda akan pergi ke rumah sakit sekarang!"
"Baik pak Yuda." Vita pun segera masuk ke kamar tuannya dan membawa Noel ke luar.
Arga pun segera mengangkat tubuh Retha yang sudah mulai melemah untuk keluar dari kamar. Pikiran Arga sudah berkecamuk kemana-mana apalagi sekarang mama dan mamanya tidak sedang berada di Jakarta. Dan ibu mertuanya juga berada di Bandung.
Setelah masuk ke dalam mobil, mobil pun segera meluncur ke rumah sakit yang sudah di persiapkan oleh Leo. Bukan rumah sakit milik keluarga Winata hanya saja perusahaan Arga mempunyai saham besar yang di tanam disana sehingga dengan mudah Arga menyuruh mereka untuk mempersiapkan dengan segera, apalagi rumah sakit tersebut adalah rumah sakit terdekat dimana tempat mereka tinggal.
Begitulah bekerja dengan orang kaya, mereka harus siap jika sewaktu-waktu tuan atau nyonyanya butuh bantuan seperti ini. Tapi baik Leo maupun pelayan yang lain mereka tidak keberatan dengan itu semua karena Arga juga memberikan lebih atas kerja keras mereka.
*Beberapa episode menjelang end nih? Gimana menurut kalian para readersku semua?
__ADS_1