Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 67


__ADS_3

Pagi ini matahari menampakkan sinar cerahnya. Meskipun demikian tapi tidak dengan hati Orin, entah karena apa dia malah merasakan hal sebaliknya. Perasaannya terasa suram bagai tak ada cahaya, apa mungkin karena merindukan Marcel? Huft tentu saja ini sudah terlalu lama dia mendiamkan Marcel. Semoga saja masalah ini cepat selesai.


Setelah menyelesaikan sarapannya Orin bergegas pergi ke sekolah. Ujian nasional akan diselenggarakan seminggu lagi. Dia tidak ingin apa yang diajarkan Marcel dulu sia-sia. Sedangkan dengan Alex, Orin sekarang juga menjaga jarak. Dia sedikit banyak menolak ajakan Alex dengan dalih sibuk belajar karena sebentar lagi mereka akan melaksanakan ujian.


"Langsung jalan non?" Tanya mang Asep memecah lamunan Orin.


"Iya mang."


Mobil pun segera meluncur, meninggalkan rumah mewah berwarna dominan putih. Hari ini Orin memutuskan untuk membicarakan masalahnya dengan Marcel mungkin lelaki itu memiliki solusi terbaik untuk hubungan mereka kedepannya. Lagipula Orin sudah tidak sanggup jika harus berjauhan terlalu lama dengan Marcel. Rindu yang kian menumpuk membuat dadanya terlalu sesak.

__ADS_1


Setelah perjalan cukup panjang, akhirnya mobil yang ditumpangi Orin sampai di depan sekolahnya. Orin pun segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke sekolah.


Sepanjang perjalanan Orin tidak mengerti dengan sikap para murid lainnya. Mereka seolah-olah menatap Orin dengan sinis. Orin pun kembali melihat dirinya sendiri, apakah ada yang salah dengannya? Dirasa tidak. Orin memakai seragam sama seperti yang lainnya dan juga Orin tidak berpenampilan mencolok.


Orin menepis pikiran-pikiran buruknya meskipun hatinya juga merasakan gundah. Dalam hati dia hanya berharap semoga tidak terjadi hal-hal yang buruk. Dia segera melangkahkan kembali kakinya ke dalam kelas. Untung saja kelasnya tidak terlalu jauh dengan gerbang utama sekolah jadi dia tidak harus melihat terlalu lama tatapan sinis dari teman-temannya.


"Rin lu kok masih anteng-anteng aja sih! Lu belum lihat Mading?" Tanya Aneta ketika melihat Orin yang baru memasuki kelasnya.


"Sekarang ikut gue!"

__ADS_1


"Eh mau kemana? Gue baru juga sampai!" Kesal Orin sembari mengikuti langkah Aneta.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Orin, Aneta pun menarik tangan Orin untuk mengikutinya disusul dengan Felys yang baru juga sampai. Tadi saat gadis itu akan memasuki kelasnya, dia melihat Aneta dan juga Orin berjalan ke arah lain bukan ke kelasnya. Karena penasaran Felys pun mengikuti kedua sahabatnya itu.


Orin semakin mengernyitkan keningnya tidak mengerti dengan tatapan-tatapan siswi lain padanya. Sekarang Orin tahu kemana Aneta membawanya yaitu ke Mading yang ada di sebelah aula. Disni tidak banyak yang melewati dan tempatnya pula sedikit jauh dengan gedung ruang kelas. Tapi saat Orin tiba disana, dia melihat beberapa orang yang sedang mengamati Mading dengan antusias.


"Lo lihat!" Ucap Aneta saat mereka sudah sampai di depan Mading tersebut. Orin pun segera melihat apa yang ditunjukkan oleh Aneta. Gadis itu membulatkan matanya melihat apa yang ada di dalam Mading tersebut begitu pula dengan Felys yang baru sampai.


"Awalnya gue juga nggak tahu! Tapi tadi Bagas anak basket itu kasih tau gue tentang ini!" Jelasnya mengenai bagaimana dia bisa tahu tentang foto-foto Orin dengan Marcel.

__ADS_1


Orin pun mengepalkan tangannya di samping, dia benar-benar tidak mengerti dengan maksud ini semua. Bukankah selama ini dia tidak pernah menganggu siapapun bahkan membuat masalah dengan murid lain. Kehidupannya di sekolah pun bisa dikatakan baik-baik saja.


"Brengsek!" Umpatnya kemudian mengambil beberapa lembar foto tersebut. Sekarang dia mengerti siapa dalang dari ini semua dan dia juga mengerti kenapa para murid itu menatapnya dengan sinis. Tapi sebelum dia mendatangi akar masalahnya, lebih baik dia menghubungi Marcel dulu, menanyakan apakah pria itu tahu apa yang terjadi atau tidak.


__ADS_2