Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
46


__ADS_3

Setelah selesai sarapan mereka bergegas masuk ke dalam mobil.


"Kita mau kemana pa?"


"Terserah kau mau kemana?"


"Bagaimana kalau ke Bali zoo Park?" Celetuk Retha.


"Wah ayo pa kita kesana!"


Mobil yang mereka tumpangi pun berlalu menuju Bali zoo Park di Gianyar. Sepanjang perjalanan Jerry dan Retha asyik sendiri sehingga mengabaikan keberadaan suaminya itu.


Setelah sekitar dua jam menempuh perjalanan akhirnya mobil yang mereka tumpangi pun sampai di Bali zoo Park. Setelah turun dari mobil mereka langsung membeli tiket masuk.


Jerry melompat lompat gembira pasalnya selama ini mommy dan daddynya tidak pernah mengajaknya ke tempat seperti ini. Mereka akan mengajak Jerry jalan-jalan tapi bukan ke kebun binatang melainkan ke taman bermain yang biasanya ada di pusat perbelanjaan. Tetapi itu pun juga jarang karena kesibukan dari kedua orang tuanya. Jerry kecil tidak mempermasalahkan orang tuanya yang sibuk toh dia juga paham orang tuanya sibuk bekerja karena untuk memenuhi kebutuhan dirinya.


"Pa ma lihatlah itu disana ada harimau!" Seru Jerry.


"Ayo kita kesana." Ajak Retha sembari menggandeng tangan Jerry.


Mereka pun berjalan menuju kandang harimau. Setelah itu mereka berkeliling hingga menjelang siang. Karena kelelahan mereka memilih duduk di bangku.


Saat sedang duduk-duduk tiba-tiba saja Jerry berlari meninggalkan papa dan mamanya. Sontak Retha pun terkejut dan mengikuti Jerry berlari.


"Ar Jerry lari!" Teriak Retha pada suaminya itu.


Arga pun menoleh dan dilihatnya Jerry sudah tidak ada disampingnya.


"Aisshhh kemana bocah itu!" Gerutu Arga.


Arga dan Retha pun berjalan menyusuri kebun binatang. Sudah tiga puluh menit mereka berkeliling mencari Jerry namun tak kunjung ketemu juga. Retha mulai gelisah dan panik jika terjadi sesuatu pada Jerry bagaimana. Tanpa disadari air matanya mulai menetes, sungguh dia takut harus mengatakan apa pada Steffy. Berbeda dengan Retha, Arga malah terlihat tenang karena dia tahu anak dari sepupunya itu adalah anak yang hebat.


"Jangan menangis, pasti kita akan segera menemukan Jerry!" Ucap Arga sembari menghapus air matanya yang mulai membasahi pipinya yang putih.


"Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Jerry?" Kata sembari terisak-isak menahan air mata yang terus saja mengalir deras.


"Hei Jerry itu anak kuat dia tidak mudah untuk dikalahkan, tenang ya sayang jangan menangis!" Arga pun memeluk istrinya dan membenamkan wajah istrinya didada bidang miliknya.


"Bagaimana jika Jerry menangis mencari kita dan dia tersesat!"

__ADS_1


"Jerry bukan anak cengeng sayang dan dia punya otak dan mulut yang cerdas, pasti dia tidak akan kehabisan akal untuk bisa mencari kita, jadi sekarang berhenti menangis dan kita akan kembali mencari Jerry. Jika tidak juga bertemu kita akan melapor pada tugas keamanan disini."


Mereka pun kembali menyusuri kebun binatang. Beberapa saat kemudian mata Retha menangkap sosok bocah kecil yang tidak asing dimatanya. Anak tersebut duduk dengan seorang perempuan kecil dan makan es krim.


"Itu Jerry?" Tanya Retha sembari menunjuk dua anak kecil yang sedang duduk disebuah bangku.


"Sepertinya iya, ayo kita kesana!" Ajak Arga lalu berjalan menghampiri dua anak itu.


"Jerry?" Ucap Arga bersama dengan Retha.


Kedua bocah itupun menoleh, dan benar saja itu Jerry sedang duduk dengan seorang gadis kecil.


"Kenapa kamu menghilang begitu saja Jerry? Kenapa tidak memberitahu jika kau ingin es krim mama bisa membelikanya untukmu?" Todong pertanyaan Retha pada Jerry.


"Tenang lah ma, sekarang duduk disini aku akan menjelaskan semuanya." Perintah Jerry lalu menggandeng tangan mamanya untuk duduk disampingnya.


"Sekarang jelaskan apa yang terjadi?" Tanya Arga yang sudah tidak sabaran mengapa bocah itu tiba-tiba pergi meninggalkan mereka.


"Tadi aku melihat Renata sedang didorong oleh anak laki-laki lain jadi aku berlari untuk menolongnya."


"Renata?" Tanya Retha sembari mengerutkan keningnya.


Retha pun memeluk Jerry, sebenarnya dia sangat marah karena Jerry pergi meninggalkan mereka tanpa pamit. Tapi Retha juga merasa bangga karena Jerry sedang menolong orang lain.


"Lalu kau apakan anak laki-laki itu?" Tanya Arga.


"Ku pukul pa!" Jawabnya sambil tersenyum kuda.


"Sudah kuduga, bagaimana anak itu menangis atau tidak?"


"Dia menangis dan mengadukan aku pada orang tuanya, tetapi setelah aku menjelaskan kejadian yang sebenarnya anak itu yang menjadi dimarahi oleh orangtuanya sendiri." Jelas Jerry.


"Good job boy!" Kata Arga sembari mengusap kepala Jerry.


"Kau lihat sendiri kan sayang bagaimana hebatnya bocah tengik ini?"


"Kau memang hebat Jerry sayang tapi lain kali jangan seperti ini lagi!" Jerry pun mengangguk sebagai jawaban.


Kemudian setelah itu pandangan Retha beralih pada anak perempuan seusia Jerry yang sedang duduk disampingnya.

__ADS_1


"Hei sayang dimana orang tuamu?" Tanya Retha pada bocah itu.


Anak itu menggelengkan kepalanya. Retha pun bingung dibuatnya. Kemudian dia beralih menatap Jerry.


"Dia tersesat ma dan terpisah dengan orang tuanya." Jelas Jerry.


"Oh baiklah kalau begitu bagaimana kalau kita mencari orang tuamu bersama-sama?"


"Benarkah?" Tanya anak itu dengan mata berbinar.


"Tentu saja."


"Ma cari orang tuanya nanti saja aku sedang lapar aku ingin makan terlebih dahulu?"


"Iya sudah kalau gitu kita cari makan terlebih dahulu sehabis itu kita akan membantu mencari orang tuamu!"


Kemudian mereka mencari tempat makan yang ada didalam kebun binatang tersebut. Retha menggandeng anak perempuan itu sedangkan Arga menggendong Jerry.


"Hei bocah tengik kau sengaja kan minta makan agar Renata tidak terburu-buru meninggalkanmu?"


"Oh papa ku memang hebat sekali, kau benar sekali. Mungkin aku sudah jatuh cinta padanya pa." Ucap anak itu sembari tersenyum senyum.


"Mana bisa kau jatuh cinta padanya? Kalian baru saja bertemu beberapa jam yang lalu?"


"Pa ini namanya cinta pada pandangan pertama, kau tidak ingat ya bukankah dahulu kau yang mengajarkanku padaku?"


"Kenapa kau bisa jatuh cinta padanya?" Selidik Arga pada Jerry. Pasalnya anak perempuan terlihat biasa jauh dari teman-teman Jerry biasanya.


"Dia sangat manis pa, seperti mama, lihatlah?"


"Hei bodoh jangan menyamakan mamamu dengan gadis itu, mamamu hanya ada satu dan tidak dapat disamakan." Gerutu Arga. Jerry pun terkekeh dengan sikap posesif papanya itu.


Akhirnya mereka pun sampai di Starbogha restoran, Restoran yang ada didalam kebun binatang itu. Mereka mencari tempat duduk yang masih kosong. Setelah mendapat tempat duduk mereka duduk bersama.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Retha sambil menatap tajam kepada kedua pria yang sedari tadi berbisik-bisik itu.


"Urusan pria." Jawab mereka bersamaan.


Retha pun memutar bola matanya malas, bagaimana bisa manusia berbeda generasi itu mengungkapkan hal yang kompak seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2