Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
90


__ADS_3

"Kita akan kemana dulu?" Tanya Arga yang mulai pegal karena sedari tadi mereka hanya berjalan tanpa arah.


"Aku juga belum tahu, sudah lama aku tidak datang kesini jadi aku sudah lupa apa saja permainan yang ada. Terakhir kali aku datang kesini belum sebagus dan sebesar ini." Jawab Retha seadanya yang membuat Arga menjadi tidak enak.


"Maaf!" Sesal Arga. Dia tahu bagaimana masa kecil Retha karena setiap malam Arga selalu meminta Retha untuk menceritakan setiap masa kecil hingga dia belum menikah.


Menurut Arga, Retha adalah wanita kuat. Sejak kecil dia tidak pernah mendapatkan sosok figur ayah yang sebenarnya. Ayahnya selalu saja sibuk dengan pekerjaannya sehingga dia melupakan Retha kecil. Untung saja ada kakek yang selalu memperdulikan Retha hingga membuat Retha tidak terlalu memiliki masa kecil yang menyedihkan. Tapi sejak kakeknya meninggal hidupnya sudah seperti berputar delapan puluh derajat. Dulu ibunya hanya ibu rumah tangga harus memeras keringat untuk mencari sesuap nasi. Hingga membuat Retha kecil juga harus berputar otak untuk membantu ekonomi keluarganya. Dia sering bekerja diam-diam tanpa sepengetahuan sang ibu. Dan hasilnya dia gunakan untuk membelikan peralatan sekolah dan bahkan sisanya bisa dia tabung.


"Bagaimana kalau kita ke istana boneka saja itu juga aman untuk Noel?"


"Ah iya aku setuju." Jawab Retha kemudian mereka pun bergegas mencari wahana istana boneka.


Mereka pun bermain dengan senang dan gembira. Banyak permainan yang mereka coba dan itu membuat mereka merasakan kehangatan keluarga yang luar biasa.


"Ah iya aku akan membeli sesuatu sebentar kau beristirahatlah kesana!" Perintah Arga sambil menunjuk sebuah bangku yang dekat dengan wahana komedi putar.


Retha pun mengikuti saja perintah suaminya tanpa curiga. Dia duduk membelakangi wahana komedi putar sehingga dia tidak fokus dengan apa yang menjadi pusat perhatian disekitar wahana tersebut.


Hari ini dia merasa sudah cukup kelelahan, kehamilannya membuat dia sulit untuk bergerak lincah. Retha pun mengelus sayang perutnya yang kian membuncit itu.


Dilain tempat Arga sedang mencari keberadaan Leo. Lelaki itu telah membawa sebuah kado yang dibungkus oleh papperbag. Di dalam papperbag tersebut sudah tersedia kado yang sangat istimewa tentunya untuk orang yang sangat istimewa.


"Bagaimana boy kau sudah siap untuk memberikan kejutan pada mom?" Tanya Arga pada sang putra yang sedang sibuk memakan biskuit ditanganya.


Setelah mendapat kado tersebut Arga segera kembali ke mana tempat yang menjadi tujuannya. Ini pertama kalinya dia melakukan hal yang romantis didepan umum. Disepanjang sejarah hidupnya dia hanya akan menunjukkan sisi hangatnya pada saat-saat tertentu saja.


Sekarang sudah tampak sebuah pohon besar yang berada tak jauh dari wahana komedi putar. Dibawah pohon tersebut sudah terpasang sebuah meja dan tentunya tiga kursi dengan satu kursi khusus untuk bayi. Di atas meja tersebut sudah tersedia berbagai macam makanan tentu saja makanan kesukaan Retha. Tak lupa mereka atau orang suruhan Arga menghias tempat itu seindah mungkin. Banyak balon yang sengaja dipasang di semua sisi untuk mempercantik. Noel yang melihat balon tersebut pun merasa gembira.

__ADS_1


Arga pun duduk disalah satu kursi tersebut kemudian dia menaruh Noel diatas kursi yang memang khusus untuk Noel.


"Jangan bergerak-gerak Noel nanti kamu terjatuh!" Jelas Arga karena sedari tadi bocah berusia satu tahun lebih itu tidak bisa menahan diri untuk berdiam saja. Rasa keingintahuan menyeruak dalam dirinya.


Selesai mendudukan Noel, Arga kemudian mengambil ponsel didalam sakunya dan menaruh kado tersebut diatas meja. Ternyata Arga menghubungi Retha untuk datang ke tempat mereka.


"Sayang datanglah kemari sepertinya aku dan Noel mengalami sedikit masalah!" Bohong Arga dengan nada yang dibuat-buat. Retha yang mendengar itu pun langsung panik seketika, apa yang sebenarnya terjadi dengan suami dan putranya?


"Kau dimana sekarang?" Tanya Retha dengan nada khawatir yang kental.


"Aku berada dibawah pohon besar yang dekat dengan komedi putar. Cepatlah kemari kasihan Noel!" Ungkapnya lagi semakin membuat Retha kalut dan khawatir.


Dengan segera Retha pun berjalan ke arah dimana wahana komedi putar berada setelah itu dia mengamati pohon besar yang ada disekitarnya. Dia mengernyitkan keningnya disana ada banyak balon dan seperti meja makan. Di sana juga tampak seperti Arga dan Noel sedang duduk manis. Retha semakin tak mengerti, dengan cekatan dia pun menghampiri mereka.


"Kalian menipuku?" Tanya Retha saat tiba disana. Tadi jantungnya sudah hampir copot mendengar mereka dalam masalah.


"Pernikahan adalah sekolah. Sebuah perjalanan panjang penuh tugas, ulangan, dan ujian. Semua itu tidak luput dari pelajaran. Tapi, semua akan mendewasakan. Hasilnya adalah kebahagiaan.


Dan itu kurasakan setiap hari. Meski hal kecil kadang membuat keributan. Dan kita bisa melaluinya bersama. Bahkan, semakin lama, semakin aku merasa tak apa.


Semua kekuranganmu dan kekuranganku telah menjadi bagian tak terpisahkan di hidup kita. Bahkan menjadi semakin manis saat kita memahami alasan kenapa Tuhan menyatukan kita.


Semoga akan ada 50 atau 60 kali lagi anniversary yang akan kita lewati bersama. Hingga tidak ada lagi nafas yang tersisa. Happy anniversary my lover!" Ungkap Arga setulus hatinya. Dia tidak tahu jika dia mampu mengucapkan hal seromantis itu hingga membuat Retha menitikkan air matanya.


"Hey jangan menangis!"


"Aku sangat terharu ternyata kau bisa seromantis ini!"

__ADS_1


"Kau fikir aku kulkas atau kutub Utara yang hanya diam dan juga dingin!"


"Thank you for being my husband, my partner, my lover, and my best friend. Happy anniversary too sweet heart!" Ujar Retha dia begitu bersyukur mempunyai suami yang bisa menjadi segalanya untuknya.


"Aku punya satu kejutan lagi untukmu!"


"Kejutan lagi? semoga kali ini aku tidak jantungan mendengar kejutan darimu."


Arga pun terkekeh dia mengerti seberapa khawatir Retha mendengar dirinya dan Noel dalam masalah. Pasti wanita itu sudah kelabakan dan histeris jika tidak di tempat ramai seperti ini.


Kemudian Arga mengeluarkan sebuah kotak beludru dari dalam papperbag yang diminta dari Leo. Melihat itu Retha sudah bisa menebak jika isinya tidak lain dan tidak bukan adalah perhiasan. Tapi dia tidak tahu perhiasan apa yang ada didalamnya bisa saja kalung, anting maupun gelang. Yang dia tahu tentu harganya tidaklah murah karena dia sangat tahu selera suaminya itu dan sifatnya yang sedikit pemborosan menurutnya.


Setelah itu Arga membuka kotak beludru itu yang mana membuat Retha membulatkan mulutnya membentuk huruf O dengan sempurna. Didalamnya terdapat sebuah kalung indah dengan bentuk hati berwarna merah tua. Salah satu kalung termahal di dunia ini dilengkapi dengan 155 karat berlian. Tidak hanya itu, kemewahannya juga terletak pada ruby burma yang memiliki berat 40,63 karat. Kalung ini juga dilengkapi dengan 150 berlian.


Retha tahu itu semua karena beberapa bulan yang lalu dia memang melihat-lihat beberapa perhiasan tetapi dia tidak berniat untuk membeli hanya sekedar untuk hiburan mata menurutnya. Tapi ternyata suaminya malah memberikan kalung tersebut pada dirinya sebagai hadiah ulang tahun pernikahan pertama mereka.


"Suamiku, aku tidak berani membayangkan tekanan, kesulitan, bahkan mungkin ancaman bahaya ketika kamu bekerja mencari nafkah untukku. Sebab aku takut semakin merasa tidak bisa membalas semua apa yang sudah kamu lakukan untuk hidupku. Aku hanya bisa berterima kasih meskipun itu tidak sebanding dengan semua yang sudah kamu berikan untukku." Retha benar-benar merasa beruntung menikah dengan Arga. Orang yang benar-benar menganggapnya sebagai seorang wanitanya.


"Tidak sayang ini semua tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan dirimu yang akan memberikan kelengkapan keluarga kita. Kau akan memberikanku seorang putri itu sudah lebih dari apapun. Harta aku bisa mencarinya tapi kebahagiaanmu dan anak kita kelak aku belum tentu bisa membelinya." Lagi-lagi Retha menitikkan air matanya sungguh dia terharu dengan kata-kata Arga walaupun awal pernikahan mereka bukanlah hal yang baik. Tapi sekarang mereka merasa bersyukur karena Tuhan sudah memberikan rasa cinta pada mereka yang sama besarnya.


"Mau kupakai kan?" Tawar Arga. Retha hanya mengangguk setuju. Perasaanya sudah lega sekarang. Yang ada didalam hati Arga hanya dirinya tidak ada orang lain.


"Cantik." Puji Arga melihat Retha memakai kalung tersebut.


"Tentu saja karena ini mahal. Setelah ini kurasa kau harus menghemat pengeluaranmu, kau sudah menghabiskan banyak uang hanya untuk hari ini saja." Kesal Retha walaupun hatinya merasa senang tetapi tetap saja menghamburkan uang bukanlah tindakan baik.


Arga hanya tersenyum menanggapi kekesalan Retha. Sesuatu apapun yang Retha mau sebisa mungkin Arga akan menurutinya. Meskipun dia harus mencari sesuatu tersebut ke ujung dunia sekalipun.

__ADS_1


__ADS_2