
Marcel tampak keluar dari kamar mandi dengan wajah segarnya. Semalam mereka melakukan hubungan percintaan hingga dini hari tadi. Dia menggosok rambutnya yang basah.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Marcel melihat wajah Orin yang sedikit pucat dan seperti menahan sakit.
"Tidak apa-apa tapi perutku sedikit tidak nyaman!" Ungkap sang istri yang masih berlindung di balik selimut yang masih membungkus tubuh setengah bugilnya. Bagaimana tidak sejak semalam Marcel tak mengizinkan Orin untuk kembali memakai piyama tidurnya. Mungkin jika Orin tidak beralasan kedinginan, wanita itu juga tak diizinkan untuk memakai pakain dalamnya.
"Apakah sangat sakit?" Tanyanya lagi sekarang dia sudah duduk di samping istrinya yang tengah menyenderkan punggungnya di hardboard ranjang.
"Terkadang terasa sangat sakit tapi tiba-tiba hilang begitu saja!" Keluh Orin sambil memegang perutnya yang kadang terasa kram.
"Mau kemana?" Tanya Marcel saat melihat Orin menggeser tubuhnya ke arah samping dan membuka selimut yang membungkus tubuhnya. Marcel menelan ludahnya dengan susah payah melihat tubuh Orin yang hanya mengenakan pakaian dalamnya saja. Tidak. Dia segera menggelengkan kepalanya, menghilangkan pikiran ingin menyentuh tubuh istrinya lagi. Bisa-bisanya dia berpikiran mesum padahal istrinya sedang kesakitan.
"Awhh...!" Rintihnya saat merasakan sakit luar biasa pada perut bawahnya.
"Sayang kenapa?" Tanya Marcel panik melihat Orin yang meringis sambil memegang perut buncitnya.
__ADS_1
"Ss-sakit!"
"Sakit? Sebelah mana? Sayang jangan-jangan kamu melahirkan ya?" Tanya Marcel bertubi-tubi membuat kepala Orin semakin pening. Bagaimana tidak dia menahan perutnya yang terasa sakit lalu mendengar ocehan dari sang suami.
"Aku tidak tahu tapi ini sakit sekali!" Jawabnya kemudian kembali duduk di pinggiran ranjang dengan Marcel yang sekarang duduk bersimpuh di lantai.
"Ya pasti kamu sebentar lagi akan melahirkan!" Kata Marcel berspekulasi sendiri layaknya seorang dokter kandungan.
Tiba-tiba laki-laki itu berlari menuju lemari pakaian kemudian membukanya. Sejenak dia terdiam di depan lemari yang pintunya sudah terbuka semua. Kemudian kembali lagi ke arah istrinya yang sekarang sudah berkeringat sebesar biji jagung.
"Sayang tidak tahu kenapa, aku jadi lupa apa yang harus aku lakukan saat kamu akan melahirkan!" Ungkap pria berusia tiga puluh dua tahun itu. Padahal sebelumnya mereka sudah mengikuti kelas hamil bersama dimana saat itu instruktur mengarahkan pada para calon orang tua agar siaga ketika akan melahirkan terutama sang suami yang keberadaannya tentu saja juga sangat berpengaruh.
"Ambilkan baju saja sayang!" Perintah pertama yang diberikan Orin untuk Marcel. Di saat seperti ini dia tidak akan menyuruh suaminya berinisiatif sendiri bisa-bisa dia nanti melahirkan di rumah.
Sementara Marcel sendiri dengan sigap segera mengambil pakaian Orin, sebuah dress yang diambilnya secara asal di dalam lemari. Setelah mengambil dress itu Marcel segera memakaikannya pada sang istri.
__ADS_1
"Sekarang ambilkan tas yang ada di lemari bawah, setelah itu taruh di dalam mobil!" Marcel pun segera melaksanakan apa yang di perintahkan oleh Orin. Baru saja kakinya melangkah keluar kamar, terdengar suara sang istri yang kesakitan. Dilempar lah tas yang tadi dia bawa ke sembarang arah kemudian kembali masuk ke dalam kamar.
"Sayang kenapa? Perutnya sangat sakit ya?" Ucapnya kemudian tanpa pikir panjang dia segera menggendong tubuh Orin untuk segera masuk ke dalam mobil dan pergi ke rumah sakit. Ini pertama kalinya untuk Marcel menemani istrinya yang akan melahirkan tentu saja dia sangat gugup bukan main.
"Turunkan aku!" Perintah Orin saat kini mereka sudah tiba di ruang tamu.
"Kenapa lagi sayang? Kamu sedang kesakitan aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja!"
"Tasnya ketinggalan sayang!"
"Nanti aku akan mengambilnya lagi, sekarang yang terpenting kamu masuk ke dalam mobil dulu!" Katanya kemudian kembali membawa istrinya masuk ke dalam mobil. Karena hari ini adalah akhir pekan tentu saja di rumah mereka hanya terdiri dari dua orang, dirinya dan juga sang istri. Sebab Marcel ingin merasakan quality time bersama istrinya ketika di akhir pekan.
Setelah membawa istrinya masuk ke dalam, Marcel kembali memasuki rumahnya untuk mengambil tas berisi pakaian si kecil dan kebutuhan lainnya nantinya yang sudah mereka siapkan satu Minggu yang lalu. Dia segera berlari kembali masuk ke dalam mobilnya dan hendak menyalakan mesin mobilnya jika Orin tidak menginstruksinya kembali.
"Sayang apakah kamu akan ke rumah sakit dengan seperti ini?" Tanya Orin mengamati sang suami dari atas sampai bawah.
__ADS_1
"Memangnya ada apa deng-! Oh ya Tuhan!" Pekiknya setelah melihat kembali apa yang sedang dipakainya. Tadi Marcel baru saja selesai mandi tentu saja dia masih menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada tentu saja.
Marcel pun segera kembali masuk ke dalam rumah untuk mengganti pakaiannya sedangkan Orin tak henti-hentinya tertawa melihat tingkah suaminya. Setidaknya dia lebih rileks saat ini meskipun perutnya masih terasa sakit. Setidaknya dia sudah siap untuk melahirkan.