
Mereka pun segera turun terlihat sudah banyak para wisatawan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang datang berkunjung.
Segera mereka menyusuri bibir pantai untuk mencari tempat strategis.
Arga dan Jerry yang memakai kacamata hitam menambah daya tarik tersendiri. Arga yang mempunyai badan tegap dan atletis serta memiliki perut yang six pack membuat para wanita yang ada disana terkagum. Jangan salah meskipun Jerry masih kecil tapi dia memiliki daya tarik tersendiri juga. Dengan hanya menggunakan celana pantai saja membuatnya lebih tampan.
Akhirnya mereka pun menemukan tempat yang menurut mereka pas. Hanya mereka, Arga dan Jerry karena Retha hanya bisa menurut saja tanpa mengerti arti sesungguhnya mengapa mereka duduk diantara para bule yang hanya memakai bikini.
"Yakin kita duduk disini aja?" Tanya Retha yang tampak ragu dengan tempat duduk mereka.
"Yakin sayang, lihat disini itu tempat paling strategis untuk menikmati pantai." Bohong Arga. Sebenarnya dia memilih duduk disini bukan hanya untuk menikmati keindahan pantai tapi juga untuk memanjakan matanya menikmati lekuk tubuh para bule yang ada.
"Iya ma bagus banget pemandangannya dari sini!" Imbuh Jerry. Entah kenapa Retha merasa sedikit curiga dengan dua laki-laki beda generasi itu. Yang biasanya mereka sibuk untuk bertengkar tapi kenapa hari ini mereka terlihat kompak. Pikir Retha.
Akhirnya Retha pun ikut duduk di beanbag yang sudah disediakan ditepi pantai. Dia menikmati setiap hembusan angin yang menerpa kulit putihnya.
"Ma Jerry mainan pasir disana ya?" Pamit Jerry pada Retha.
"Jangan jauh-jauh sayang." Jawab Retha yang tampak khawatir.
"Nggak kok ma, Jerry pasti bisa jaga diri!" Jerry pun melangkah meninggalkan Arga dan Retha. Dia memilih duduk bersila di pasir pantai dan membuat istana pasir.
"Jangan terlalu khawatir meskipun Jerry masih kecil tapi dia bisa menjaga dirinya sendiri." Ucap Arga yang menyadari raut kekhawatiran yang terpancar dari wajah istrinya.
"Tapi dia baru pertama kalinya kesini, nanti kalau tersesat bagaimana?"
"Dia punya mulut pasti dia bisa bertanya." Ujar Arga enteng. Retha mendengus kesal mendengar jawaban suaminya.
"Lihat kesana!" Ucap Arga sembari menunjukkan dengan dagu. Retha pun melihat arah sesuatu yang ditunjuk oleh Arga.
__ADS_1
"Pasti dia sedang merayu bule-bule wanita itu!" Disana Retha melihat Jerry sedang bergurau dengan para bule wanita yang hanya menggunakan bikini.
"Sepertinya aku salah mengajaknya untuk pergi ke pantai."
Sontak Arga pun menoleh ke arah istrinya sambil menautkan kedua alisnya. "Kenapa?"
"Lihat disini semua orang hanya memakai bikini itu membuat mata Jerry yang masih kecil tapi sudah terkontaminasi." Jelas Retha.
Arga terkekeh mendengar penjelasan dari Retha sungguh istrinya itu sangat polos dan membuatnya semakin jatuh cinta setiap harinya pada sang istri.
"Ini mungkin pertama kalinya Jerry pergi ke pulau Bali tapi bukan juga pertama kalinya dia melihat wanita yang hanya memakai bikini seperti itu, kau tahu kan dia tidak tinggal di Indonesia sayang."
Retha pun menatap tajam kearah suaminya yang sedari tadi menghadap ke arah wanita yang memakai bikini. Sekarang Retha baru menyadari mengapa suaminya sedari tadi tidak melepas kacamata hitamnya.
"Lepas kacamatamu!" Ujar Retha dingin.
"Kenapa? apa kau tidak membawa kacamata sendiri?" Tanya Arga yang masih tidak mengalihkan pandangannya dari wanita-wanita itu.
"Jangan membodohiku lagi, aku tahu kau menggunakan kacamata hanya sebagai kamuflase agar aku tidak mengetahui ke arah mana matamu itu!"
"Sayang kau salah paham, aku menggunakan kacamata karena memang silau dengan cahaya mataharinya." Bela Arga pada dirinya sendiri. Retha hanya mendengus kesal dengan jawaban sang suami. Lantas dia menggunakan kacamata Arga tanpa memperdulikan rayuan rayuan dari suaminya.
"Jaga matamu jangan sampai memandangi wanita yang memakai bikini lebih lama lagi atau kau mau tidur diluar selama satu bulan."
"Jangan sayang, mana mungkin aku bisa tidur tanpa memeluk istriku yang cantik ini." Goda Arga pada Retha agar istrinya itu tidak marah lagi. Bukannya tergoda tetapi Retha hanya tersenyum sinis.
Karena usahanya sia-sia Arga pun hanya bisa menghela nafas panjang. Dia hanya bisa menunduk menatapi butiran pasir putih yang ada dibawahnya.
"Dasar laki-laki tidak bisa melihat yang bening sedikit saja!" Gerutu Retha.
__ADS_1
"Wah ma kau terlihat sangat keren memakai kacamata itu!" Puji Jerry yang sedang berjalan kearah Retha dan Arga.
"Lebih keren lagi kalau mama memakai bikini, iya kan Jerry sayang?" Tanyanya dengan menaikkan salah satu alisnya.
"Tidak." Ucap Arga spontan.
"Emmm jika dilihat-lihat kalau kau memakai bikini pasti lebih menawan ma."
"Tidak, aku tidak mengijinkanmu memakai bikini, enak saja!" Gerutu Arga. Retha hanya menahan tawanya mendengar keposesifan sang suami.
"Tapi kau tadi juga melihat wanita memakai bikini, kupikir kau juga akan tertarik denganku jika aku memakai bikini."
Arga yang merasa kesal karena merasa dipojokkan oleh ucapan Retha pun akhirnya mengucapkan "Aku lebih tertarik jika kau tidak menggunakan pakaian lalu mendesah dibawah tubuhku."
Blushh
Ucapan Arga membuat wajah Retha memerah. Usahanya untuk menggoda suaminya tapi sekarang menjadi terbalik sang suami dengan senang hati menggoda dirinya.
"Kau gila? Disini masih ada Jerry kenapa kau berkata seperti itu?" Bisik Retha pada Arga.
"Memangnya kenapa? benarkan aku lebih suka jika kau mendesah dibawahku tanpa menggunakan busana wajahmu terlihat lebih--" Belum sempat Arga menyelesaikan ucapannya mulutnya sudah dibungkam oleh Retha. Dia benar-benar malu bagaimana bisa suaminya itu mengucapkan hal-hal tabu didepan anak kecil.
"Kau gila!" Dengus Retha.
"Kau yang membuatku gila." Ucapnya.
"Ma aku lapar." Kata Jerry mengehentikan perdebatan mereka.
"Baiklah karena sudah jam makan siang juga sebaiknya kita mencari restoran yang disekitar sini."
__ADS_1
Mereka berjalan meninggalkan pantai menuju mobil. Mobil yang mereka tumpangi pun bergegas meninggalkan pantai menunju restoran yang ada disekitar sana.