
FLASHBACK
Sore itu Orin yang masih berusia delapan tahun sedang duduk di teras rumahnya. Sejak tadi gadis itu enggan untuk memasuki rumahnya padahal sang mommy sudah menyarankan untuk menunggu didalam saja.
"Kak Angga lama banget sih mom?" Keluhnya sambil menyuapkan satu potong apel yang sudah dikupas oleh sang ibu.
"Sabar sayang mungkin kak Angga lagi sama temen-temennya!" Jawab mommy Retha menenangkan Orin yang sejak tadi merajuk karena kak Angganya tidak pulang-pulang.
Hari ini adalah hari kelulusan Angga dan sejak pagi Orin sudah menyiapkan kejutan untuk sang kakak yang sangat dicintai itu. Meskipun Orin masih kecil saat pertama kali bertemu dengan Angga tetapi Orin sudah mengerti siapa Angga. Sudah mengerti jika mereka bukan kakak adik seperti semestinya.
"Nah itu dia kak Angga sudah pulang!" Ucap mommy Retha sambil menunjuk ke seorang anak remaja yang baru memasuki halaman rumah mereka.
"Kenapa lama sih kak? Itu juga kenapa bajunya jadi jelek gitu?" Seloroh Orin pada Angga padahal Angga baru saja sampai bahkan baru saja mematikan mesin motornya.
"Sayang tanyanya satu-satu dong, kak Angga mana bisa jawab kalo kamu tanya kayak gitu!" Kata mommy Retha sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya itu. Mommy Retha tahu Orin memang butuh teman dan hanya Angga lah yang bisa diajak bermain sebab kakaknya Noel sedari kecil sudah disibukkan oleh kegiatan-kegiatan calon tuan muda.
"Habisnya kak Angga ngeselin, aku kan udah nunggu dari tadi!" Jawabnya sambil mengerucutkan bibirnya.
"Iya-iya maaf ya kak Angga lama tadi masih ada urusan sama temen-temen." Ucapnya sambil mengacak rambut Orin gemas.
"Gimana Ngga? Lulus nggak?"
"Lulus dong mom, nih!" Katanya sambil menyerahkan sebuah amplop putih pada sang mommy.
__ADS_1
"Syukur deh! Mommy tahu kamu pasti bisa!"
"Ini buat kak Angga, selamat ya kakak hebat!" Ucap Orin sambil menyerahkan sebuah kertas yang sudah digulung lalu dihiasi dengan pita berwarna pink.
"Apa ini?"
"Hadiah dari Orin buat kakak!"
"Makasih sayang!" Kata Angga kemudian mencubit kedua pipi Orin.
"Iya udah mommy masuk dulu, Angga juga masuk dulu gih! Ganti baju lalu istirahat dulu nanti malam katanya Daddy mau ngomong!"
"Tunggu, kak Angga nggak boleh masuk dulu! Orin kak udah kasih hadiah sekarang giliran kak Angga yang harus kasih hadiah Orin!" Ucapnya sambil mengadahkan telapak tangannya.
Angga pun mengernyitkan keningnya, dia tidak meminta diberikan hadiah dan sekarang dia malah dipalak hadiah bocah kecil kesayangan itu.
"Nggak mau mom, Orin maunya sekarang!" Ucap gadis itu tidak mau diganggu gugat.
"Sudah mom tidak apa-apa!"
"Sekarang Orin mau hadiah apa dari kak Angga?" Tanya Angga sambil mensejajarkan tingginya dengan tinggi Orin.
"Es krim!" Jawabnya sambil memperlihatkan puppy eyes dimana membuat Angga semakin gemas saja.
__ADS_1
"Bukannya kemarin baru belanja es krim ya?" Seingat Angga kemarin mereka memang berbelanja di supermarket untuk menemani mommy Retha belanja bulanan.
"Iya tapi es krim rasa coklatnya sudah habis!"
"Ya ampun sayang, jangan makan es krim banyak-banyak nanti tenggorokanmu sakit!" Katanya kemudian mencubit hidung mancung Orin.
"Susah banget Orin tuh dibilangin Ngga, ya udah mommy masuk dulu ya kalian kalau sudah selesai segera mandi gih nanti makan malam bersama! Noel nanti juga libur les matematikanya!"
"Baik mom!"
"Ayo dong kak kita beli es krim di tempat biasa!" rengeknya sambil menarik-narik seragam yang sedang digunakan oleh Angga.
"Iya iya, ya udah bilang ke sopir dulu biar disiapin mobilnya!"
"Nggak mau naik mobil maunya naik motor kak Angga."
"Baiklah-baiklah." Jawab Angga pasrah sebab bagaimanapun Angga menolak pasti Orin juga akan memakai segala akalnya sehingga Angga tidak mampu untuk menolak lagi. Lagipula kedai es krim letaknya tidak jauh dari lingkungan kompleks mereka. Dan juga mereka jarang sekali naik motor seperti itu, apalagi Orin sendiri naik motor jika hanya untuk berkeliling di kompleks selebihnya orang tuanya menyarankan untuk menggunakan mobil saja.
"Ini pakai dulu helm kak Angga!"
"Kalau Orin pakai helm kak Angga, kak Angga pakai apa dong?"
"Kak Angga nggak pakai helm sayang, lagian dekat dan kepala kamu ini lebih dari apapun!" Jawabnya kemudian membantu Orin untuk memakai helmnya. Selesai memakai helm mereka segera menaiki motor untuk menuju tempat yang akan dituju dan sebelum makan malam tiba mereka sudah harus kembali maka dari itu Angga sedikit mempercepat kendaraannya.
__ADS_1
Orin yang sangat jarang mengendarai motor itu tentu saja merasa senang. Menikmati senja dengan menaiki motor adalah pengalaman baru untuknya. Apalagi dengan dirinya yang notabenenya menghabiskan sebagian waktunya berada di dalam rumah.
Setelah perjalanan kurang lebih selama lima menit, akhirnya mereka pun sampai ditempat yang dituju. Dengan perasaan senang, Orin segera masuk ke tempat favoritnya itu. Sore ini dia memesan es krim coklat berukuran jumbo tak lupa dengan topping marshmellownya.