Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 2


__ADS_3

Setelah mendapatkan izin dari kedua orangtuanya, Orin pun segera kembali ke kamar untuk membersihkan diri serta bersiap-siap. Rencananya hari ini dia ingin pergi ke Mall untuk refreshing.


Hari ini dia menggunakan celana jeans model ripped pada area lututnya lalu kaos berwarna merah yang pas membentuk tubuhnya tak lupa dengan jaket jeans crop serta sneakers kesukaannya.


Orin lebih cenderung tumbuh menjadi gadis sedikit tomboy. Dia lebih suka menggunakan pakaian pakaian kasual daripada harus menggunakan dress. Dan juga dia lebih sering menggunakan sepatu sneakers daripada sepatu runcing yang biasa digunakan oleh teman-temannya itu.


Selesai bersiap-siap dia segera memacu kendaraannya menembus kemacetan jalanan di Jakarta. Karena berasal dari keluarga kaya tak ayal jika sekarang Orin lebih sering mengendarai mobilnya sendiri.


Setelah hampir dua jam perjalanan akhirnya dia pun sampai basement apartemen milik Aneta. Sebentulnya bukan karena apartemen Aneta yang jauh tapi karena kemacetanlah yang membuatnya harus bersabar merayapi aspal jalanan Jakarta.


Aneta merupakan sahabatnya sejak sekolah menengah pertama hingga sekarang. Menurutnya Aneta adalah sosok sahabat yang bisa diandalkan. Selalu memberinya solusi di setiap masalah yang menimpanya.


Setelah memarkirkan mobilnya, Orin pun segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift. Menekan angka dimana lantai apartemen Aneta berada.


Didepan pintu apartemen Aneta dengan tidak sabaran Orin memencetnya berkali-kali dimana membuat empunya apartemen kesal.


"Hey lu teman gila, jangan rusak apartemen gue deh!" Kesal Aneta sembari masuk kedalam yang diikuti oleh Orin.


"Ck lu nya aja yang lemot, buka gitu aja lama banget."


"Gue lagi dibelakang lagian mana denger sih!"


"Udah jangan ngajakin gue debat deh Net, tujuan gue dateng kesini kan pengen bahagiain tubuh gue yang lelah ini!" Kata Orin yang sudah merebahkan tubuhnya di ranjang kamar Aneta.


"Eh iya kemarin lu kan dihukum sama mom lu, kasian amat sih!" Ucap Aneta sembari tertawa terbahak-bahak membayangkan kemarin Orin dimarahi oleh sang ibu.


"Gara-gara tuh cowok resek, siapa sih emangnya?"

__ADS_1


"Katanya guru baru, gue juga belum pernah lihat sih. Tapi bukan salah dia dah, kan salah lu sendiri yang datang telat?"


"Terserah deh, yuk berangkat aja sekarang! gue udah gak sabar buat beli sepatu lagi!" Ujar Orin lalu pergi melenggang meninggalkan Aneta yang masih sibuk memakai sepatu.


Sesampainya di parkiran Orin segera melajukan mobilnya membelah padatnya jalanan ibukota. Entahlah kadang Orin merasa lelah untuk hidup di ibukota yang penuh dengan kemacetan itu. Terkadang dia ingin hidup dengan damai, bisa pergi kemana saja tanpa harus bermacet-macetan ria seperti ini.


Setelah satu jam perjalanan mereka pun sampai di sebuah mall terbesar di ibukota. Rencananya hari ini Orin ingin menambah koleksi sepatunya lagi. Masalah uang darimana dia tidak pernah memikirkan akan hal itu. Daddy dan mommynya selalu memberikan uang yang cukup untuknya bahkan bisa dibilang lebih dari cukup. Belum lagi opa serta omanya yang juga tidak ketinggalan untuk memberinya uang jajan.


Sebelum memulai berbelanja Orin dan Aneta lebih dulu pergi ke restoran untuk makan siang dan mengisi tenaga mereka.


"Makan dimana kita Net?" Tanya Orin sambil melihat-lihat ke arah restoran yang dirasa cukup untuk menggugah seleranya.


"Disana aja tuh, enak kayaknya!" Jawab Aneta sembari menunjuk sebuah restoran Jepang tentunya dengan menu ala Jepangnya.


"Ya udah yuk!" Mereka pun melangkah ke arah restoran tersebut. Orin bukanlah gadis pemilih makanan seperti Aneta. Aneta lebih menyeleksi makanan apa saja yang akan dia konsumsi alasannya karena dia ingin menjaga berat badannya.


"Oh ya Tuhan sial macam apalagi aku ini!" Gumamnya dalam hati.


"Hey Orin?" Sapa Alex salah satu teman yang seangkatan dengan dirinya. Alex merupakan salah satu pria tertampan di sekolahnya. Tapi bukannya tertarik Orin malah semakin kesal pada pria itu. Menurut Orin, Alex adalah pria playboy yang harus dihindari.


"Wah Jakarta yang luas ini ternyata mampu mempertemukan kita ya!" Ucap Vanessa wanita yang selalu mencari masalah dengan Orin. Vanessa juga cantik tapi tidak lebih cantik dari Orin itulah yang membuat Vanessa tidak menyukai Orin. Apalagi banyak teman-teman prianya yang lebih memilih untuk menyukai Orin.


"Ya dan gue menyesal udah berkunjung ke restoran ini. Net balik aja yuk!" Ajak Orin dan hendak memutar badannya untuk keluar namun Alex menahan dengan memegang lengan Orin.


"Duduk dulu aja Rin, kita makan siang bareng-bareng. Kan lu nggak pernah mau gue ajakin makan bereng!" Kata Alex.


Orin hanya berdecak malas menanggapi ucapan Alex. Pria bermuka tebal itu memang tidak tahu malu sudah berkali-kali Orin menolak tapi tetap saja mencari-cari celah untuk memasuki hati Orin.

__ADS_1


"Terimakasih, lanjutkan saja kencan kalian!"


"Hey dengar kami tidak sedang berkencan Orin. Disini kami hanya membahas mengenai persiapan ulang tahun sekolah tidak lebih!" Ujar Alex mencoba menjelaskan pada Orin.


"Ah ya gue nggak peduli Lex, lagian gue nggak mau duduk bareng si nenek sihir itu!" Sindir Orin pada Vanessa yang sedari tadi tebar pesona itu. Orin sangatlah tahu jika Vanessa menyukai Alex tapi dasar Alexnya saja yang tidak peka atau bodoh dia malah membuang-buang waktunya untuk mendapatkan Orin.


"Lu tuh ya, udah nggak cantik-cantik amat tapi sombongnya amit-amit!" Geram Vanessa pada Orin yang selalu menjadi pusat perhatian itu.


"Biarin nggak cantik-cantik amat yang penting gue masih ada cantik-cantiknya daripada lu kayak nenek sihir dandanan menor banget!"


"Ngeselin banget sih lu!"


"Van apaan sih lu, lagian yang diomongin Orin bener kok!" Kata Alex dimana membuat Vanessa semakin kesal. Bagaimana tidak dia tidak kesal, dia sudah berdandan sedemikian rupa agar Alex tertarik padanya namun apalah daya mata Alex sudah terkunci pada Orin seorang saja.


"Ya udah terusin aja kencan kalian berdua, gue mau cabut!" Kata Orin kemudian menggandeng tangan Aneta agar segera keluar dari sana. Aneta hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia tidak pandai bicara dan berdebat seperti Orin. Dan keberaniannya pun hanya secuil dibandingkan dengan Orin.


"Ah ngeselin banget sih mereka berdua!" Kesal Orin, dia sudah tidak memikirkan untuk makan siang lagi. Moodnya sudah hancur berantakan karena bertemu dengan dua orang tadi.


"Ya elah udah biarin aja lah Rin, kan emang Vanessa kayak gitu dari dulu. Atau jangan-jangan sekarang lu cemburunya ya Alex deket sama Vanessa?"


"Amit-amit gue cemburu sama cewek jadi-jadian itu! Udah jangan bahas mereka lagi mending ikut gue beli sepatu aja deh sekarang!"


Dan benar-benar saja ketika mood Orin buruk pelampiasannya dengan membeli sepatu yang menurutnya bagus. Dan tidak tanggung-tanggung hari ini dia membeli sepuluh pasang sepatu sekaligus tentunya dengan kualitas yang bagus juga.


**Gimana nih guys menurut kalian ceritanya? Maafin ye kalau bahasanya agak gimana gitu soalnya di season satu author lebih banyak gunain bahasa yang baku tapi di season duanya karena emang temannya anak remaja banget jadi gaya bahasanya ya anak remaja.


Semoga suka ya luv ❤️**

__ADS_1


__ADS_2