Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
99


__ADS_3

"Ehm apa aku boleh tanya sesuatu?" Tanya Retha sebetulnya dia enggan tapi hatinya tetap saja penasaran jadi dia memberanikan diri untuk bertanya.


"Tentu saja kak Retha kau bisa bertanya sesukamu!"


"Apa kau tidak pernah jatuh cinta pada Arga?"


Bella pun tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Retha yang menurutnya aneh.


"Hei kenapa kau malah tertawa seperti itu?" Kesal Retha. Dia kan hanya ingin tahu bukan untuk ditertawakan.


"Kau sangat lucu sekali kak, mana mungkin aku jatuh cinta pada orang yang sudah ku anggap sebagai kakak sendiri. Lagi pula kak Arga terlalu dingin bukan jika untuk menjadi kekasih?"


"Ya kau benar sekali Bel!" Jawab Retha membenarkan pertanyaan Bella.


"Tapi kak Arga hangat di ranjang kan?" Tanya Bella dengan nada menggoda.


"Husstt kau ini masih kecil jangan bicarakan tentang ranjang!" Jawab Retha dengan menahan malunya. Tentu saja dia malu, Bella mengatakan itu dengan sangat gamblang.


"Kak kau jangan salah meskipun aku kecil tapi aku tahu segalanya, kau tidak lupakan jika aku tinggal di negara yang menganut budaya barat?"


"Ya aku hampir melupakannya, memang budaya disana sangat berbeda disini."

__ADS_1


Dilain tempat Arga tampak memasang wajah dingin tetapi tetap dengan aura maskulinnya. Sebetulnya dia sudah muak dengan pesta seperti ini. Pesta yang dipenuhi dengan orang-orang penjilat seperti rekan bisnisnya. Mereka datang menghampiri Arga lalu menyanjungnya guna mendapatkan kerja sama yang menguntungkan perusahaan mereka.


Sedari tadi dia tidak henti-hentinya menggerutu karena Bella dan juga Retha belum juga kembali. Dia jadi tidak bisa berpikir apa saja yang akan diucapkan Bella. Dia hanya takut jika nanti Retha di bohongi oleh Bella karena dia tahu betul bagaimana sifat Bella yang sangat jahil itu.


Arga menjadi teringat dulu Bella selalu melakukan hal-hal jahil terhadap dirinya guna untuk mendapatkan perhatian darinya. Kehidupan Hans dan Bella kecil benar-benar miris untung saja mereka sekarang tidak mau ambil pusing mengenai orang tuanya yang tidak peduli itu.


"Tuan muda Winata?" Sapa seorang laki-laki mungkin usianya sudah enam puluh tahun dengan postur pendek serta purut bucit tapi jangan ditanya dengan perut buncitnya itu sekarang dia mampu menggait seorang wanita muda mungkin cocok jika dijadikan anaknya.


"Ah ya tuan Wijaya!" Jawab Arga.


"Wah senang bisa berjumpa dengan anda disini, saya tidak menyangka jika tuan akan datang ke pesta seperti ini!"


"Tentu saja aku akan datang tuan Wijaya ini adalah pesta ulang tahun sahabatku!"


"Istri." Jawab Arga dengan dingin. Tentu saja dia tahu maksud dari pertanyaan orang yang berada didepannya itu. Sudah sering Arga ditanya mengenai hal itu dan sekarang dia sangat mengerti akan makna pertanyaan tersebut.


Tuan Wijaya pun tampak melihat sekelilingnya tapi tidak menemukan seorang wanita pun yang berada di sekitar Arga. Bukankah jika Arga bersama istrinya, dia akan selalu menemani suaminya disampingnya atau jangan-jangan Arga hanya berbohong.


"Saya lihat anda sendiri tuan tidak sedang dengan siapapun?" Tanya tuan Wijaya kembali.


"Iya dia sedang kebelakang sebentar." Jawab Arga dengan kesal. Dia benar-benar merutuki Bella serta Retha yang tak kunjung kembali.

__ADS_1


Sedangkan yang dirutuki sedang bercanda tanpa rasa berdosa. Awalnya Retha mengira jika Bella adalah gadis angkuh dari kalangan atas. Karena biasanya gadis-gadis dari kalangan atas seperti Bella enggan untuk bergaul dengan kalangan bawah sepertinya. Tapi Bella berbanding terbalik dengan itu. Dia cukup ramah serta mudah untuk bergaul.


"Ayo kembali sebelum suamimu beruangmu itu marah-marah!"


"Suami beruang?" Tanya Retha yang tidak mengerti apa maksud dari Bella.


"Ya ber-uang alias banyak duitnya!" Jawab Bella sembari terkekeh dan bangkit dari duduknya. Retha pun hanya tersenyum menanggapi ucapan Bella karena memang benar adanya jika suaminya adalah seorang beruang atau memliki banyak uang.


"Sebentar-sebentar aku punya suatu ide yang bagus untuk kak Arga, aku sudah lama tidak menjahilinya. Jadi apa kau mau membantuku?"


"Dengan senang hati Bella. Bantuan apa yang bisa aku lakukan?" Tanya Retha penuh antusias. Menjahili suaminya? Ah tentu saja itu ide yang tidak buruk. Apalagi tadi malam Arga juga menjahilinya berkali-kali di atas ranjang.


"Kau bisa kan berakting sedih? Kau pasti bisa karena memang wajahmu sangat menyedihkan!"


"Enak saja, wajahku cantik tau!" Kesal Retha yang benar saja wajahnya dibilang menyedihkan. Oh tidak berlama-lama dengan Bella yang ceplas-ceplos itu akan merusak moodnya.


"Yayaya aku tahu makanya kak Arga sampai jatuh cinta sangat banyak padamu."


"Aku hanya butuh kau berakting sedih lalu bilang pada kak Arga jika aku adalah kekasihnya dan kak Arga ternyata membohongimu, bagaimana apa kau bisa kak?"


"Jangan meremehkan bakat aktingku, meskipun tak sebaik dirimu jika hanya seperti itu aku juga pasti bisa." Jawab Retha dengan yakin. Yang benar saja hanya akting sedih lalu pura-pura menangis bukankah itu hal yang mudah. Lagi pula dia juga sudah sering berakting sedih jika Arga tidak menuruti kemauannya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, let's go! Tunjukkan bakatmu nona muda Winata!" Mereka pun berjalan kembali ke ballrom tempat dimana pesta ulangtahun Hans berlangsung.


__ADS_2