
"Terimakasih daddy, kak Noel!" Ucap Orin sambil mengambil alih buah rambutan dari tangan mereka berdua.
"Jangan terlalu banyak makan buah sayang, kata mommy itu tidak terlalu baik untuk bayimu!" Peringat Daddy Arga mengingat ucapan yang pernah dikatakan oleh sang istri.
"Iya dad!"
Mereka pun kembali melajukan mobilnya ke perusahaan. Sepanjang perjalanan mulut Orin tidak pernah berhenti untuk mengunyah buah berbulu itu. Sementara itu dua orang laki-laki didepannya bergidik ngeri. Bagaimana tidak buah-buah itu terlihat masih mentah, dari warnanya saja yang masih sedikit kekuningan.
Tak lama kemudian mereka sampai di perusahaan, Orin segera keluar dari mobil tak lupa dengan buah rambutannya. Banyak karyawan yang memandang heran dengan tingkah Orin namun wanita itu hanya cuek-cuek saja seakan tidak perduli dengan sekitarnya.
"Kakak nanti kita makan siang diluar ya! Daddy mau ikut?"
"Tidak sayang nanti siang Daddy ada janji temu dengan klien, kamu pergi sama kakak saja ya!"
"Baiklah!" Ucap Orin kemudian masuk kedalam lift bersama dengan dua laki-laki cinta pertamanya.
Menurut kebanyakan orang, anak perempuan akan jatuh cinta pertama kali dengan ayahnya dan begitu juga dengan Orin. Gadis itu sangat jatuh cinta dengan apa yang dimiliki daddynya. Sifat daddynya yang keras namun juga penyayang. Dan untuk kakaknya, Orin juga mencintainya. Noel kakak yang luar biasa untuknya. Dia bisa melakukan apa saja untuk membuatnya senang.
Keluar dari lift mereka berjalan terpisah, Orin mengikuti sang Daddy berjalan ke ruangannya. Sedangkan sang kakak yang sekarang sebagai wakil direktur memiliki ruangannya sendiri.
"Dad ada yang ingin Orin tanyakan!" Ucapnya sebenarnya dia sudah lama ingin menanyakan hal ini pada daddynya tapi dia merasa belum ada waktu yang tepat dan hari ini mungkin adalah waktu yang tepat itu.
"Tanya apa sayang?" Kata Daddy Arga sambil membetulkan kacamata bacanya.
"Emm tapi Daddy jangan marah sama Orin ya?"
Daddy tampak mengernyitkan keningnya "Memangnya mau tanya apa hmm?"
"Apa bener kalau kakak bukan kakak kandung Orin?"
Deg. Daddy Arga seketika diam membisu masih mencerna perkataan putrinya. Selama ini dia dan sang istri sudah menyimpan rapat rahasia besar itu. Menurutnya sudah tidak penting siapa orang tua kandung Noel karena sekarang laki-laki itu adalah putranya.
"Apa maksud kamu Rin?"
__ADS_1
"Emm begini dad beberapa waktu yang lalu aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kakak dan suamiku. Kak Noel mengatakan jika dia bukan anak kandung Daddy dan mommy tapi kak Noel merasa begitu beruntung memiliki keluarga yang begitu menyayanginya seperti keluarga kita!"
Daddy Arga semakin terkejut mendengar ucapan Orin, pria yang sudah berumur tapi sayangnya masih tampan itu tidak tahu jika putra mereka sudah tahu jika dirinya bukanlah anak kandungnya. Tetapi selama ini dia sudah menjaga rahasia ini rapat-rapat dan sang istri juga tidak mungkin mengatakan apapun. Lalu darimana putranya tahu hal sebesar ini?
"Ya, Noel memang bukan putra kandung Daddy dan mommy!" Jujur akhirnya Daddy Arga mengatakan yang sesungguhnya. "Dulu Daddy dan mommy mengadopsi kakakmu dari sebuah panti asuhan yang sering kami kunjungi bahkan hingga sekarang. Kami tidak tahu siapa orang tua kandungnya bahkan ibu pemilik panti yang dulu pun juga tidak tahu karena Noel ditemukan di depan rumah begitu saja. Daddy tidak tahu darimana El bisa tahu semua ini!"
"Kakak tidak mengatakan dia tahu dari mana dan dia juga tidak mencari keberadaan orang tua kandungnya. Kakak sudah menganggap jika Daddy dan mommy lah orang tua kandungnya meskipun kakak tahu kakak hanya anak adopsi kalian!"
"Ya, kakakmu pasti terpukul tahu kebenaran hal ini! Tapi Daddy juga salut dengan kakakmu yang tidak mengatakan atau menanyakan hal ini pada kami!" Ucap Daddy Arga sendu, sejak kecil Noel sudah bersamanya. Tumbuh dewasa menjadi putra seorang pengusaha properti terbesar di ibukota.
"Aku juga salut dengan kakak yang sangat bertanggung jawab sebagai seorang anak laki-laki tertua!" Kata Orin menurut tradisi di keluarganya anak laki-laki pertama adalah penerus keluarga mereka tidak dibiarkan untuk menentukan cita-cita mereka sendiri.
"Ah ya dad sudah waktunya makan siang, aku mau makan siang diluar dengan kakak. Daddy ingin titip sesuatu?"
"Tidak, Daddy juga akan keluar sebentar lagi. Have fun dengan kakak, jangan menyusahkannya hemm?"
"Siap Daddy ku sayang. Oh ya satu lagi mungkin aku akan membawa kakak agak lama, tak apa kan?!"
"Tentu saja, lakukan yang membuatmu bahagia dan jangan lupa untuk tetap berhati-hati!"
"Kakak ayo makan siang sekarang, aku sudah sangat lapar!" Rengeknya sambil menunjukkan wajah memelasnya dimana membuat Noel menggelengkan kepalanya bagaimana tidak tadi pagi Orin bahkan menghabiskan dua mangkuk bubur ayam sekaligus dan sekarang sudah lapar lagi.
"Sebentar lagi ini tanggung kurang satu lagi selesai!"
"Ahh kakak nanti keburu ramai!" Rengeknya lagi yang kini sudah bergelayut di lengan sang kakak.
"Baiklah-baiklah kakak suruh satpam buat siapin mobil dulu!"
"Tidak, jangan naik mobil. Aku ingin naik yang lainnya saja!"
Noel mengerutkan keningnya tak mengerti "Kita mau naik apa Rin?"
"Kakak ikut saja aku sudah memikirkannya!"
__ADS_1
Setelah Orin mengatakan hal itu entah kenapa perasaan Noel menjadi tidak enak. Tidak. Semoga ini hanya perasaanya saja. Hanya rasa yang berlebihan.
"Ayo kak!" Ajaknya ketika mereka sudah keluar dari pintu utama perusahaan.
"Kita mau kemana hmm?"
"Kita akan berkeliling kota Jakarta."
"Berkeliling kota Jakarta? Bukannya tadi ingin makan siang?"
"Ya tapi aku berubah pikiran dan aku sudah memiliki ide yang menyenangkan."
Orin tetap melangkahkan kakinya menuju depan gerbang perusahaan. Teriknya matahari tidak mengalahkan keinginannya. Mereka terus berjalan sampai tiba di halte dekat perusahaan yang biasa digunakan karyawan untuk menunggu bus tiba.
"Orin jangan bilang kita jalan-jalan naik bus?" Tanya Noel yang sepertinya sudah tahu jalan pikiran sang adik.
"Iya kak, kita naik bus. Bukankah kita tidak pernah melakukan hal ini sejak kecil dan aku rasa itu akan sangat menyenangkan!"
"Tidak aku tidak setuju. Didalam bus pasti banyak penumpang yang lain dan itu pasti membuatmu akan merasa tidak nyaman."
"Tapi kak ini bukan keinginanku, ini keinginannya!" Ucapnya sambil mengelus perutnya.
Ahh rasanya Noel ingin berteriak frustasi menghadapi keinginan sang adik yang terkadang susah untuk dijangkau oleh nalar manusia itu. Sebenarnya bukan karena Sombong atau bagaimana Noel tidak mengizinkan Orin naik bus tetapi memang kondisi Orin yang tengah berbadan dua lah yang membuatnya khawatir setiap saat.
"Baiklah-baiklah kita akan naik bus, tapi tunggu sini aku akan menghubungi Sammy dulu!" Orin pun menganggukkan kepalanya.
"Hallo, Sam carikan aku bus kota!" Ucapnya saat seseorang diseberang sana mengangkat panggilan darinya.
"Maaf pak maksudnya?"
"Ck, sewakan aku bus kota, SEKARANG!"
Setelah mengatakan hal itu Noel pun segera mematikan panggilannya. Dia pasti menuruti keinginan Orin tapi dia juga tidak bisa membahayakan nyawa adik dan keponakannya kan? Untuk itu dia lebih memilih menyewa sebuah bus kota untuk dinaiki Orin sendiri. Menggelikan memang keinginan Orin yang satu ini tapi mungkin itulah yang dinamakan 'ngidam'.
__ADS_1
Jangan lupa baca novelku yang lainnya juga ya ❤️