
Sudah beberapa waktu, Orin benar-benar menghindari Marcel. Orin selalu memiliki seribu alasan untuk menolak setiap ajakan Marcel. Sebenarnya dirinya sendiri juga tersiksa jika seperti ini tapi mau bagaimana lagi, masih ada beberapa waktu sebelum ujian nasional berlangsung dan Orin harus pintar-pintar memanfaatkan waktu tersebut.
Sementara Marcel sendiri tidak mengerti dengan sikap Orin beberapa waktu terakhir ini. Orin jarang mengangkat panggilan teleponnya dan juga selalu menghindar setiap Marcel mengajaknya untuk keluar. Ketika Marcel sedikit memaksa Orin akan mengatakan jika dirinya sedang sibuk belajar. Mau bagaimana lagi jika Orin sudah mengatakan sibuk belajar Marcel tidak dapat mengganggunya lagi.
Ketika Marcel bertanya pada mommy Retha tentang sikap Orin yang tiba-tiba berubah, mommy Retha sendiri tidak tahu sebab saat di rumah pun Orin lebih sering menghabiskan waktunya di dalam kamar. Waktu itu Marcel pernah bertanya apa ini semua karena wanita-wanita yang mendekatinya namun Orin mengatakan tidak. Apakah itu berarti Orin tidak cemburu? Lalu apakah Orin benar-benar mencintainya? Awalnya Marcel sempat ragu juga akan perasaan Orin padanya namun sebisa mungkin untuk menepisnya. Orin masih saat kecil tentu saja pemikirannya pasti juga masih labil.
Yang paling membuat Marcel kesal bukan karena Orin menghindarinya melainkan kedekatan Orin dengan Alex akhir-akhir ini. Marcel sudah sedikit banyak tahu tentang Alex, tentang laki-laki itu yang juga menyukai Orin.
Orin sendiri beberapa waktu lalu sudah bercerita dengan Aneta. Dan Aneta sangat jengkel padanya karena sikapnya yang tidak konsisten dalam hubungan. Menurutnya seharusnya Orin membicarakan masalah ini dengan Marcel, apapun yang akan terjadi sebagai sepasang kekasih mereka seharusnya tidak saling berbohong seperti yang Orin lakukan. Namun Orin masih ragu untuk bercerita pada Marcel, dia takut jika Marcel akan dibenci banyak orang karena hubungan mereka. Mungkin jika mereka tidak berada di Indonesia hubungan antara guru dengan murid adalah hal biasa apalagi jika menganut budaya barat namun sekarang mereka sedang tinggal di Indonesia dimana norma kesopanan sangat di junjung tinggi. Dan hubungan mereka pasti akan dianggap sebuah hal yang tabu.
"Hei Rin!" Sapa Alex ketika melihat Orin dan sahabat-sahabatnya sedang duduk di kantin untuk menikmati waktu istirahat mereka.
"Hmm." Jawab Orin acuh, sebenarnya jika bukan karena foto-foto tersebut Orin pasti sudah memukul kepala Alex yang memiliki tingkat percaya diri terlalu tinggi itu.
"Ih kenapa si curut akhir-akhir ini sering banget ganggu sih!" Kesal Felys yang merasa tidak nyaman akan keberadaan Alex dan dua teman-temannya.
Tanpa dipersilahkan, Alex dan juga antek-anteknya segera duduk di tempat yang juga Orin dan teman-temannya duduki. Ingin rasanya Orin mengumpat saat itu juga, Alex benar-benar memanfaatkan situasi ini dengan apik sehingga membuat Orin kesulitan untuk mencari celah.
__ADS_1
"Nanti malam keluar yuk Rin!" Ajak Alex setelah menyuruh salah satu temannya untuk membelikan minuman.
"Sorry, gue lagi sibuk belajar!" Jawab Orin apa adanya sementara itu Aneta bener-bener membungkam mulutnya sendiri untuk tidak menyumpahi pria di depannya itu. Aneta sendiri sudah tahu keseluruhan ceritanya dari Orin.
Sementara itu di tempat lain, seorang wanita menatap tidak suka pada apa yang dilihatnya sekarang. Ya. Wanita itu adalah Vanessa, orang yang menyukai Alex sejak lama. Dia mengepalkan tangannya diatas meja, menahan gejolak amarah yang sudah sampai di ubun-ubun. Kalau saja dia tidak teringat janjinya dengan Alex waktu itu, mungkin sekarang dia sudah menghampiri Orin dan membuat gadis itu malu.
Dulu Alex pernah berjanji padanya, jika dia tidak membuat masalah dengan Orin maka Alex akan menuruti apa yang wanita itu inginkan. Sebegitu besar kah cinta Alex pada Orin yang jelas-jelas tidak mencintainya? Tapi sekarang apa yang dia lihat sungguh menguras emosinya. Alex seakan-akan lupa pada janjinya dulu. Dan sekarang Vanessa benar-benar merasa dipermainkan.
Tapi tunggu dulu, bukankah dulu Orin begitu tidak menyukai Alex, bahkan gadis itu tidak akan segan-segan mengusir Alex jika pria itu mendekat. Tetapi kenapa sekarang Orin seolah-olah menerima kehadiran Alex bahkan dia juga beberapa kali melihat mereka berangkat bersama-sama. Ini pasti sudah terjadi sesuatu dan Vanessa tidak akan membiarkan ini semua berlarut. Alex harus kembali pada genggamannya bagaimanapun itu caranya.
"Mereka siapa?" Tanya teman Vanessa lalu mengikuti arah pandang temannya itu.
"Oh mereka, setahu gue akhir-akhir ini mereka deket banget bahkan beberapa kali gue lihat juga berangkat pulang bareng. Kayaknya bentar lagi lu harus ngakuin kekalahan lu buat dapetin Alex deh!"
"Gue nggak bakalan kalah dari cewek aneh tuh! Lu harus inget apapun yang sudah jadi hak milik gue, nggak akan semudah itu gue berikan ke orang lain kecuali emang guenya udah nggak mau. Lagipula apa hebatnya tuh cewek? Mending gue lah kemana-mana. Matanya Alex aja yang gue rasa siwer!" Ucap Vanessa tak suka pada ucapan sahabatnya itu. Enak saja dirinya dibandingkan dengan Orin yang tidak ada apa-apanya itu. Dirinya lebih dari segalanya wanita di manapun.
"Gue harap lu bisa pegang omongan lu sendiri!"
__ADS_1
"Tentu aja gue nggak bakal kalah gitu aja!" Katanya sinis sembari melirik kearah Orin dan juga teman-temannya.
"Lex, lu mending pergi dari sini deh! Lu nggak lihat nenek lampir lu dari tadi melotot ke sini! Matanya udah kayak hampir keluar tuh!" Ujar Aneta saat melihat Vanessa yang juga menatapnya dengan sinis. Huh dasar lampir menyebalkan.
Orin pun mengikuti arah pandang Aneta begitu pula dengan yang lainnya. Dia hanya bisa menghela nafasnya, ini semua pasti karena resiko dari tindakannya. Vanessa pasti sudah salah paham dengan dirinya. Tapi toh salah paham atau tidak juga bukan urusannya. Sekarang urusannya dengan Alex.
"Apasih lu Net, dia juga bukan siapa-siapa gue. Iya nggak guys!" Teman-teman Alex pun mengangguk-anggukkan kepalanya setuju dengan ucapan sang boss.
"Udah kayak ulet bulu gitu bukan apa-apa! Dasar Playboy cap kudanil lu!" Kesal Felys yang sejak tadi sudah menahan gondok karena risih dengan keberadaan Alex dan juga teman-temannya. Apalagi salah satu teman Alex adalah mantan kekasihnya yang sudah menyelingkuhinya.
"Udah jangan ribut, kita balik ke kelas dulu ya! Masalah ajakan lu, gue pikir-pikir dulu!" Ucapnya kemudian meninggalkan area kantin sebelum sahabat-sahabatnya adu mulut dengan Alex dan antek-anteknya yang kemungkinan akan menghebohkan seluruh isi sekolah nantinya.
Sementara itu ditempat lain, Marcel benar-benar dibuat pusing. Orin menghindar darinya dan dia sendiri belum tahu penyebabnya dan sekarang dia harus mengurus pembukaan cabang restoran yang ada di Bali. Ya Tuhan bisa-bisa pecah kepala Marcel.
"Iya masalah itu nanti kita bicarakan lagi, saya mau ketemu kamu nanti sore di kafe pusat!" Ucapnya lalu mengakhiri panggilan tersebut.
"Orin sebenarnya ada apa denganmu!" Batinnya lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya yang ada di sekolah setelah itu dia akan mengurus mengenai restorannya.
__ADS_1