Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
72


__ADS_3

Kemudian Arga pun berlalu meninggalkan ruangan Kenan untuk kembali dimana Retha sedang dirawat di sana.


Sesampainya didepan pintu kamar dimana Retha sedang dirawat, dia masih berdiri ragu untuk masuk kedalam. Akankah dia bisa kuat melihat istrinya tergolek lemas disana?


Setelah meyakinkan dirinya sendiri Arga pun memutuskan untuk masuk ke dalam. Bagaimana pun juga saat ini Retha pasti butuh support darinya. Sesampainya didalam dia hanya bisa menatap nanar kearah istrinya. Wajah pucat pias menghiasi wajah Retha namun tak menghalangi kecantikannya.


"Sayang aku datang!"


Kemudian Arga mencium kening Retha yang masih tertutup oleh perban itu. Setelahnya mencium kedua mata Retha dan bibir mungil yang membuatnya candu. Setelah itu Arga duduk disamping kursi tempat Retha berbaring.


"Hi, little angel daddy, sorry for putting you and your mum in danger. You are strong there. Daddy and mommy always love you." Ucapnya pada sang anak dan sambil mencium perut rata milik Retha.


Hatinya begitu melencos melihat Retha yang juga kunjung bangun. Digenggamnya tangan Retha dan tak henti-hentinya Arga menciumi punggung tangan Retha.


"Sayang maaf sudah membuat kalian dalam bahaya. Aku tahu ini semua salahku yang ceroboh ini. Tapi aku janji pada diriku sendiri mulai saat ini aku akan menjaga kau dan juga anak kita."


"Sebenarnya aku juga marah padamu, kau tak memberitahu tentang sakitmu padaku, apa karena kau tidak percaya padaku?" Arga tak kuasa menahan tangisnya air matanya lolos begitu saja saat menghadapi Retha yang seperti ini.


Kemudian dia pun terdiam rasanya mulutnya sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Tak lama kemudian rasa kantuk menyerang dirinya dan juga rasa lelah yang amat sangat. Dia pun menaruh kepalanya disisi tangan Retha dan ikut memejamkan matanya.


Pagi hari mata Arga seakan sulit untuk dibuka bila tidak ada suara berisik yang mengganggu tidurnya. Dilihatnya sang mama dan papa serta ibu mertua sudah ada dalam ruangan tersebut.


"Ma? Pa? Ibu? kalian sudah ada disini?" Sapa Arga.


"Hei sayang kau sudah bangun? sini sarapan mandi dulu, mama sudah bawakan keperluanmu." Ucap Mama Rani kemudian berjalan ke arah sofa dan mengambil sebuah papper bag.

__ADS_1


"Nanti saja ma, aku masih mau disini!" Ungkap Arga yang enggan meninggalkan Retha itu.


"Nak Arga Retha tidak akan pergi kemanapun jadi lebih baik kau membersihkan diri terlebih dahulu!" Kata Bu Mira.


"Benar yang dikatakan mertuamu itu Arga. Jika kau terlihat kucel dan bau seperti ini Retha mana mau denganmu lagi!" Tambah papa Johan yang sudah duduk di sofa.


Arga pun mendengus kesal, mana mungkin Retha akan meninggalkannya karena tidak mandi sehari saja. Lagipula dia tidak bau, wangi parfumnya saja masih melekat sampai saat ini.


"Baiklah baiklah aku akan mandi!" Arga pun melenggang masuk ke dalam kamar mandi.


"Sayang yang kuat ya ibu tahu kamu wanita kuat!" Ucap Bu Mira sambil mengelus sayang kepala Retha.


"Maaf ya Mir gara-gara kecerobohan Arga, Retha jadi seperti ini!" Kata mama Rani penuh penyesalan.


"Tidak Ran, ini semua sudah takdir dan ujian untuk rumah tangga mereka. Semoga dengan semua ini cinta mereka akan lebih kuat lagi!"


"Ini sayang sarapannya, mama sudah siapin sarapan buat kamu!" Ujar mama Rani lalu menyerahkan sekotak makanan kepada Arga.


"Iya ma." Kemudian Arga duduk disebelah papanya dan memulai sarapan paginya.


"Jadi sebenarnya apa yang terjadi pada Retha?" Tanya papa Johan disela-sela Arga sedang mengunyah makanan.


Arga pun tampak menegang dengan pertanyaan papanya itu. Dia harus bagaimana apa menjawab jujur saja, tapi nanti Retha akan marah karena membuat orang-orang yang dia sayangi menjadi khawatir.


"Sedikit benturan karena kecelakaan pa!" Jawab Arga tanpa mengalihkan pandangannya dari makanannya.

__ADS_1


Papa Johan hanya menganggukkan kepalanya. Tak lama kemudian terdengar pintu diketuk oleh seseorang dari luar.


tok...tok...tok...


"Permisi?" Sapa orang diluar sana. Mama Rani pun berjalan untuk membuka pintu. Sekarang tampak seorang suster dan dokter yang hendak memeriksa keadaan Retha.


"Tante Rani?" Sapa sang dokter yang ternyata adalah dokter Kenan.


"Ya ampun ini Ken... Kenan Raihan Wijaya kan teman SMP Arga dulu?" Tanya Mama Rani penuh dengan keterkejutannya.


"Iya Tante, boleh masuk saya mau memeriksa keadaan Retha terlebih dahulu?"


"Iya iya silahkan masuk lama tak bertemu sekarang sudah menjadi orang sukses saja!" Ucap mama Rani sambil melenggang masuk dan diikuti oleh dokter Kenan serta seorang suster.


"Om Johan?" Sapa Dokter Kenan saat melihat Papa Johan yang sedang duduk di sofa sambil mengamati ponselnya.


"Hei Kenan apa kabarmu nak?" Tanya papa Johan kemudian berdiri menghampiri dokter Kenan dan menjabat tangannya.


"Baik om."


"Arga ini ada temanmu, kenapa diam aja malah asyik makan!" Geurutu mama Rani karena sedari tadi Arga seakan acuh pada kedatangan dokter Kenan.


"Arga sudah bertemu kemarin ma!" Ucap Arga malas sedangkan dokter Kenan hanya mendengus kesal.


Dokter Kenan pun kemudian memulai memeriksa keadaan Retha.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Retha dokter Kenan?" Tanya papa Johan serta yang lain karena sudah sangat penasaran dengan keadaan Retha.


__ADS_2