Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 62


__ADS_3

Satu bulan sudah Orin tidak menginjakkan kakinya ke sekolah. Senin depan rencananya dia akan pergi ke sekolahnya. Lama tidak pergi ke sekolah ternyata membuatnya rindu. Rindu kebisingan mulut teman-temannya. Rindu suasana hening saat guru killer datang.


"Sudah siap?" Tanya Marcel menghampiri Orin yang sedang merias sedikit wajahnya. Hari ini karena akhir pekan mereka berencana untuk berkencan. Bagaimanapun juga mereka adalah sepasang kekasih pasti juga menginginkan kencan layaknya pasangan lainnya.


"Sebentar lagi." Jawab Orin masih sibuk mengoleskan lipcream warna peach pada bibirnya.


Marcel pun kembali memainkan ponselnya sembari duduk di ranjang Orin. Sudah beberapa hari Marcel kembali ke rumahnya karena Orin sendiri sudah mulai bisa berinteraksi dengan dunia luar. Lagipula mommy Retha sekarang sudah sering berada di rumah untuk memantau langsung putrinya.


"Ck, kau sudah cantik tidak perlu memakai itu lagi sayang!" Decak kesal Marcel ketika melihat Orin tak kunjung selesai dengan urusan make up nya.

__ADS_1


"Sekarang kau bilang aku cantik tapi nanti waktu diluar lihat cewek yang lebih cantik pasti matanya juga nggak kedip. Emang tuh laki-laki ya sama aja!"


"Eitss aku nggak kayak gitu ya!" Bela Marcel pada dirinya sendiri. Tentu saja Marcel bukan salah satu dari pria seperti itu. Bagi Marcel Orin adalah jantungnya, dunianya dan hidupnya. Tanpa Orin hidup Marcel terasa sepi dan juga mati. Sudah cukup sepuluh tahun mereka berpisah dan Marcel tak ingin itu terjadi lagi.


"Sana pergi kalau kamu masih cerewet!" Usir Orin. Tentu saja Orin berani mengusir Marcel sebab mereka sekarang sedang berada di rumah dan status mereka sebagai sepasang kekasih. Dan jangan tanya jika sudah di luar rumah dengan Marcel sudah berubah wujud menjadi guru, Orin benar-benar dibuat merinding dengan aura laki-laki itu.


Akhirnya Marcel pun memilih menunggu Orin di luar saja sembari berbincang-bincang dengan para pelayan itu. Marcel bukanlah sosok dingin pada orang lain sebenarnya hanya tampangnya saja yang terlihat dingin tapi sifatnya malah berbanding terbalik dengan wajahnya. Pria itu sangat ramah dengan siapapun yang menurutnya baik dengannya.


"BI kita keluar dulu ya! Jaga rumah nanti kayaknya Daddy juga pulang malam deh!" Pamit Orin pada pelayan rumahnya itu. Orin tidak habis pikir dengan kedua orangtuanya itu. Siang tadi mereka mengatakan jika ingin berkencan, awalnya Orin kira daddynya hanya bergurau mengatakan itu. Namun ternyata Orin salah besar, kedua orangtuanya malah terlebih dahulu berangkat berkencan daripada dirinya.

__ADS_1


"Daddy sama mommy kamu emang kemana tadi pas aku sampai mereka udah nggak di rumah?" Tanya Marcel yang semenjak datang ke rumah kekasihnya itu tak melihat batang hidung kedua calon mertuanya itu.


"Katanya lagi kencan, tapi aku nggak tahu mereka kemana. Paling-paling juga ke puncak!"


"Wah jangan-jangan mereka mau bikinin kamu adik deh tuh kayaknya!" Goda Marcel sebab laki-laki itu tahu jika Orin tidak ingin memiliki adik. Biarlah dia disebut egois yang terpenting kasih sayang orangtuanya hanya tertuju padanya.


"Enak aja aku udah gede tahu! Malu lah!" Jawabnya sewot kemudian memukul lengan Marcel. Dan Marcel pun hanya tertawa melihat raut wajah kesal Orin. Sampainya di motor Marcel segera memakaikan helm yang sudah dia siapkan. Seperti permintaan tuan putrinya hari ini, jika dirinya ingin berkencan dengan baik motor katanya naik motor memiliki sisi romantis tersendiri. Memang benar adanya, dengan naik motor membuat kita menjadi lebih dekat dengan pasangan.


Marcel pun segera memacu kendaraannya meninggalkan rumah mewah dua lantai tersebut. Sebelum malam datang rencananya dia ingin sudah sampai disana terlebih dahulu.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Orin tak henti-hentinya berpegangan pada tubuh sang kekasih, selain takut dia juga merasa senang bisa sedikit lebih dekat dengan Marcel. Rencananya mereka akan pergi ke tempat yang agak jauh hiruk-pikuknya tengah kota. Sedikit meninggalkan rasa lelahnya.


Sementara Marcel sedang menata degup jantungnya, berdekatan dengan Orin seperti ini memang memacu kinerja jantungnya menjadi lebih cepat. Untung saja dia pria yang mampu mengendalikan diri dan emosinya. Dia mampu bersikap dewasa dengan apapun yang sedang dia alami.


__ADS_2