Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 34


__ADS_3

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Hari ini adalah hari terakhir Orin menjalani Ujian tengah semesternya. Dimana juga hari ini dia akan menjawab pernyataan cinta dari Marcel. Dan selama satu Minggu ini pula mereka tidak bertemu. Marcel lebih memilih untuk meliburkan Orin agar belajar Orin lebih maksimal lagi. Meskipun mereka tidak pernah bertemu tapi komunikasi mereka tidak terputus. Bahkan setiap saat Marcel selalu bertanya bagaimana kondisi Orin dimana membuat Orin semakin menyukai Marcel karena perhatian-perhatian kecil yang Marcel berikan.


Ting....


Ponsel Orin berbunyi menandakan sebuah pesan masuk. Dengan segera dia pun membuka pesan tersebut. Dia merogoh ponsel yang ada disaku seragam sekolahnya. Satu tangannya dia gunakan untuk mengambil ponsel dan sebelah tangannya dia gunakan untuk menyetir mobil. (Ini jangan ditiru ya teman-teman ✌️)


Pak Marcel si cabe


Nanti saya tunggu di kafe Dendelion pukul tujuh malam ❤️


"Nih orang nggak ada romantis-romantisnya aja udah bikin gue panas dingin gimana kalo romantis bisa-bisa gue pingsan ditempat!" Ucap Orin sambil membalas pesan Marcel.


Tak lama kemudian mobil yang ditumpangi Orin pun masuk ke garasi sebuah rumah besar. Rumah dimana dia dibesarkan dalam suka cinta bersama dengan sang kakak.


Setelah memarkirkan mobilnya di garasi Orin pun segera keluar. Hari masih siang dan dirinya juga belum makan siang karena terburu-buru untuk langsung pulang.


"Sudah pulang sayang?" Tanya mommy Retha saat melihat sang putri berjalan memasuki rumah.


"Sudah mom, mommy masak apa siang ini? Orin laper banget!" Tanya Orin sambil meminum jus jeruk yang dibuat oleh sang mommy.


"Sop daging dan perkedel kentang!"


"Wah kayaknya enak banget ya mom, ambilin dong mom hehe!" Pinta Orin dengan manja.


"Iya mommy ambilkan tapi Orin ganti baju dulu sayang!"

__ADS_1


"Nanti mom setelah makan tanggung mom nanti naik turun tangga kan capek!" Kilah Orin dimana membuat mommy Retha menggelengkan kepalanya.


"Kalau capek kenapa kemarin waktu Daddy mau pasang lift kamu nggak mau?" Tanya mommy Retha sambil memasukkan nasi dan beberapa perkedel kedalam wadah yang biasa dia gunakan untuk membawakan bekal sang suami.


"Yaelah mom kek orang apa aja rumah dipakaiin lift segala. Itu buat Daddy ya mom?"


"Iya nanti mommy mau anterin ke perusahaan buat makan siang Daddy."


"Orin ikut boleh nggak mom?"


"Beneran kamu mau ikut sayang?" Tanya mommy Retha tidak percaya. Bagaimana tidak biasanya Orin selalu saja ada alasan untuk menolak ajakan mommy maupun daddynya untuk pergi ke perusahaan. Alasannya capek lah m, bosen lah padahal tujuan mereka mengajak Orin ke perusahaan agar anak itu mau belajar mengurus perusahaan bagaimanapun juga perusahaan mereka banyak tidak mungkin kan Noel yang akan mengurus sendiri.


"Iya dong mom tapi bentar ya tungguin Orin habis makan sama ganti baju. Nanti pakai mobil mommy saja Orin yang nyetir." Ucap Orin panjang lebar sambil memakan makan siangnya.


"Iya sayang udah kalo makan jangan sambil ngomong nanti tersedak. Mommy juga mau siap-siap."


Tak lama kemudian Orin pun menyelesaikan makan siangnya. Dia pun segera bergegas masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri serta berganti pakaian. Sebenarnya Orin sendiri memiliki tujuan khusus ikut ke perusahaan sang Daddy. Orin ingin membeli sebuah gaun di butik dekat perusahaan daddynya dan dia juga membutuhkan sang mommy sebagai penasihat. Lagipula dirinya juga tidak nyaman jika harus berpergian sendiri apalagi harus bersentuhan dengan orang-orang yang belum dia kenal.


Orin pun membersihkan dirinya secepat mungkin sebelum mommy ratu berteriak-teriak memanggil namanya. Hari ini Orin memilih memakai celana jeans panjang warna hitam dan juga kaos lengan panjang tak lupa memakai salah satu sepatu sneakers koleksinya. Begitulah Orin dia tidak suka memakai barang-barang mencolok seperti gadis seusianya pada umumnya. Dia lebih suka menjadi dirinya sendiri yang apa adanya.


"Mommy udah siap?" Tanya Orin saat menuruni tangga.


"Udah sayang, ayo berangkat sebelum tanduk di kepala Daddy kamu keluar!"


Mereka pun berjalan beriringan menuju mobil mommy Retha. Di keluarga tersebut semua anggota keluarga memiliki mobil pribadi sendiri-sendiri. Awalnya mommy Retha menganggap itu pemborosan apalagi Daddy Arga yang memiliki banyak koleksi mobil yang hanya sebagai pajangan yang jarang sekali digunakan. Tapi setelah bujuk rayunya sang Daddy akhirnya mommy Retha pun luluh. Saat ini di garasi terdapat beberapa mobil termasuk salah satunya milik Noel yang dia tinggal.

__ADS_1


Mereka pun mengendari mobil membelah jalanan padatnya ibukota waktu siang hari apalagi menjelang jam-jam makan siang seperti ini. Sesekali mereka berbincang-bincang mengenai banyak hal. Bagaimana pun juga mereka terkadang tidak mempunyai banyak waktu bahkan hanya untuk berkeluh kesah. Baik mommy Retha maupun Orin mereka memliki kesibukan masing-masing. Apalagi sifat posesifnya sang Daddy yang ingin menguasai sang mommy setiap saat.


Tak beberapa lama kemudian mereka pun sampai di gedung pencakar langit tersebut. Untung mereka berangkat lebih awal sehingga tidak terlalu terjebak kemacetan akibat karyawan yang sedang menikmati jam makan siang mereka. Orin pun segera memberikan kunci mobilnya pada salah satu security disana. Setelah itu ibu dan anak tersebut memasuki lobby bagian dalam perusahaan.


"Siang Bu Retha, non Orin?" Sapa dua petugas resepsionis itu secara bersamaan.


"Siang mbak!" Jawab mommy Retha dengan ramah sementara Orin hanya menganggukkan kepalanya. Mereka pun berjalan menuju lift untuk mencapai lantai tertinggi gedung tersebut.


Ting..…


Mereka pun sampai di lantai paling atas dan segera menuju di ruangan dimana Daddy Arga sudah menunggu mereka.


"Daddy…!" Teriak Orin saat melihat sang Daddy tengah sibuk membaca koran. Ini bukan ruangan kerja daddynya melainkan ruangan sendiri untuk bertemu dengan klien.


"Wahh tumben anak cantik Daddy kesini, mau ngapain?"


"Hehehe mau main dad, mau lihat-lihat orang kerja tuh kayak gimana!"


"Orang kerja kok dilihat!"


"Hehe sebenarnya Orin tadi tuh mau ajak mommy ke butik sebentar!" Ucap Orin sambil memijit bahu sang Daddy sebagai sebuah rayuan agar daddynya mengizinkannya untuk menculik sang mommy.


"Ke butik mana?"


"Deket sini dad sampingnya toko roti yang biasa Daddy beli itu!"

__ADS_1


"Jangan lama-lama!" Jawab daddy sambil memakan bekal makan siang yang sudah dibawakan oleh mommy Retha. Orin pun mencebik kesal, bagaimana tidak sang Daddy sangatlah posesif pada istrinya padahal yang mengajak anaknya sendiri.


❤️❤️Hi guys maaf ya baru sempat up lagi karena author emang lagi bener-bener sibuk jadi malam ini up seadanya dulu besok dilanjut yang ini sama up bab baru lagi! Terimakasih cintaku semuanya ❤️❤️


__ADS_2