Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
78


__ADS_3

Setelah melewati perdebatan sengit dengan pak Yuda sang sopir, akhirnya pak Yuda pun menyetujui ajakan Retha untuk mengantarnya ke perusahaan Arga.


Tentu saja itu bukanlah hal yang mudah, pasalnya dia harus membohongi pria berusia 50 tahun tersebut. Sebenarnya dia tidak enak jika harus berbohong apalagi pada orang yang lebih tua tapi mau bagaimana lagi dia akan mati bosan jika hanya berdiam diri dirumah saja


Retha pun segera bersiap-siap tak lupa dia menyuruh pelayan untuk menaruh makanan dalam kotak untuk dibawa ke perusahaan Arga. Sebelum ke perusahaan Retha memilih berkeliling terlebih dahulu untuk menghabiskan waktu dan menunggu jam makan siang tiba. Karena dia tahu pasti suaminya sedang sibuk saat ini jadi dia tidak akan mengganggunya.


Setelah cukup lama berkeliling dan akhirnya mobil yang mereka tumpangi pun sampai di depan perusahaan Arga. Tampak seorang satpam segera membukakan pintu untuk Retha.


"Silahkan nyonya muda!" Ucap sang satpam tersebut dengan sopan.


"Terimakasih pak!" Balas Retha kemudian dia pun bergerak masuk ke dalam perusahaan tersebut. Tampak lalu lalang karyawan kesana-kemari untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Tetapi mereka tak lupa memberi salam ketika berpapasan dengan Retha. Sebetulnya Retha agak risih dengan itu semua dia tidak enak ketika orang yang lebih tua membungkukkan badan memberi hormat padanya.


Retha pun memencet tombol lift menuju dimana ruangan Arga berada. Dilantai paling atas dimana disana hanya terdapat dua ruangan satu ruangan khusus untuk Arga sedangkan yang satunya ruangan meeting untuk para petinggi perusahaan.


Sesampainya disana Retha segera melenggang keluar dari lift, tampak seorang wanita yang usianya beberapa tahun lebih tua dari Retha sedang sibuk melihat layar komputer di depannya. Itu adalah Dania sekertaris Arga sekaligus sahabatnya ketika bersekolah di sekolah menengah pertama dahulu.


"Hai kak Dania?" Sapa Retha kemudian dia berdiri didepan meja wanita itu.

__ADS_1


"Ah nyonya muda datang kenapa tidak memberitahuku, dibawah resepsionis juga tidak memberitahuku!"


"Aku melarang mereka memberitahu karena aku sedang memberikan kejutan padamu!" Kata Retha sambil terkekeh. Ya satu-satunya wanita yang akrab dengan dirinya ketika di perusahaan adalah Dania.


"Dan aku sangat terkejut nyonya muda." Retha pun mengerucutkan bibirnya dia tidak suka bila Dania memanggilnya dengan 'nyonya muda' itu sangat menggelikan menurutnya.


"Jangan memajukan bibir seperti itu atau cantikmu akan hilang!" Goda Dania lagi dia sangat tahu jika Retha tidak menyukai jika dirinya bersikap formal seperti itu.


"Kau selalu saja seperti itu, itu sangat menggelikan dan memuakkan kak!" Dania pun hanya mencebikkan bibirnya tak peduli dengan Retha yang menggerutu.


"Jadi bagaimana keadaanmu sekarang?"


"Aku tahu kau wanita kuat dan memiliki banyak nyawa!" Mereka pun terkekeh dengan gurauan yang mereka buat sendiri.


"Oh iya apa Arga ada di dalam karena tadi aku tidak memberitahunya jika akan datang kemari?"


"Tentu saja ada, pagi ini dia tidak memiliki jadwal meeting diluar sampai nanti setelah makan siang."

__ADS_1


"Terimakasih aku sudah tidak sabar bertemu dengan suami tampanku!"


"Tunggu sebentar kau membawa apa untuknya?" Tanya Dania ketika melihat Retha membawa sebuah kotak ditangan kanannya.


"Makan siang untuk Arga."


"Untukku?"


"Mungkin lain kali!" Jawabnya lalu sedikit berjalan cepat menuju ruangan Arga karena bila tidak cepat kesana dia akan mendengar cerewet Dania yang tidak ada jedanya itu.


Ketika Retha hendak meraih gagang pintu itu tiba-tiba saja Dania ingat akan sesuatu. Dania pun hendak berteriak agar Retha tidak masuk ke dalam tapi terlambat Retha sudah memutar gagang pintu dan mendorongnya.


Dania pun merutuki kebodohannya yang sudah ceroboh membiarkan Retha masuk. Dan dia hanya bisa meratapi nasibnya membayangkan jika singa jantan itu marah padanya.


"Oh Arga maafkan kecerobohan diriku ini!" Sesalnya dalam hati.


"Keju...! Belum sempat dia memberikan kejutan pada Arga namun dirinya sendiri sudah terkejut.

__ADS_1


Arga hanya diam mematung sungguh kejutan yang membuatnya sangat terkejut. Bagaimana tidak saat ini dirinya sedang berada di dalam ruangan bersama seorang wanita dari rekan perusahaannya untuk menawarkan kontrak. Bukan hanya itu yang ada dalam benak Arga, posisinya dengan wanita itu sangat memancing pikiran negatif orang-orang yang melihat. Pasalnya tangan wanita itu terletak diatas pahanya dan badannya sedikit condong ke arah Arga. Sebetulnya bukan seperti itu kejadian aslinya tetapi nasi sudah menjadi bubur.


"Oh suamiku aku tidak tahu jika kau sedang ada tamu!" Ucap Retha penuh penekanan apalagi di kata 'suamiku' lalu memandang tajam pada wanita itu sepertinya mode istri kejamnya harus dia lakukan.


__ADS_2