Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
S2-episode 89


__ADS_3

"Sudah siapin bahan-bahannya?" Tanya Marcel setelah mengganti pakaiannya.


"Udah," Jawab Orin gugup. Bagaimana tidak gugup, Marcel yang mengenakan pakaian santai ternyata lebih tampan dari biasanya. Dan bukannya Orin tidak pernah melihat Marcel berpakaian santai hanya saja kali ini tampak lebih berbeda. Apalagi melihat otot-otot perut dan lengannya yang tercetak jelas dibalik kaos berwarna army itu.


"Ganteng banget sih calon bapak dari anak-anak gue!" Batin Orin.


"Kita mulai sekarang aja ya! Nanti keburu malam!" Akhirnya mereka pun berkutat dengan bahan-bahan yang sudah tersedia tersebut. Kedua tangan Marcel sibuk menumis lalu memotong bahan-bahan makanan lainnya.


"Kita bikin ayam kecap sama sayur sop aja sayangkan udah beli bahan banyak-banyak tapi nggak kepake!" Orin pun hanya mengangguk setuju, bagaimana tidak dirinya sejak tadi hanya melakukan pekerjaan ringan-ringan saja seperti mencuci bahan-bahan lalu merebus ayamnya, bukankah itu sangat mudah!


Saat Marcel tengah menumis bumbu lalu memasukkan beberapa potongan ayam kedalam penggorengan terdengar suara bel yang berbunyi berkali-kali. Memang karena tidak ada asisten rumah tangganya alhasil Marcel sendiri lah yang akan menyambut tamunya tersebut.


"Orin tolong lanjutkan ini ya kamu tinggal kasih kecapnya aja terus nanti supnya tunggu sampai mendidih setelah itu matikan kompornya!" Perintah Marcel. Sebenarnya Marcel sendiri ragu meninggalkan Orin di dapur sendirian apalagi dengan Orin yang begitu minim akan pengalaman memasak. Tapi mau bagaimana lagi, jika dirinya menyuruh Orin untuk membuka pintu dan menemui tamunya sendiri itu terlihat lebih tidak sopan bukan?


"Baiklah, serahkan semuanya padaku aku pasti bisa melakukannya!" Jawab Orin sambil mengedipkan sebelah matanya untuk meyakinkan Marcel jika dirinya memang bisa.


Marcel pun meninggalkan Orin dan menuju pintu utama. Sementara Orin gadis itu memulai aksinya untuk melanjutkan masakan calon suaminya.


"Ini tinggal masukin kecapnya aja kan?"


"Eh tapi tunggu ini kecapnya seberapa ya?" Tanya Orin pada dirinya sendiri.


"Ah udah lah segini paling juga cukup!" Katanya lagi sambil menuangkan kecap yang baru mereka beli tadi.

__ADS_1


"Ini juga udah mendidih sayur supnya!"


Sementara itu di depan Marcel sedang menemui tamunya yang ternyata adalah Risky, salah satu manajer restorannya.


"Selamat sore pak Angga?"


"Ya sore Ris, ada apa datang kesini?"


"Maaf pak jika saya mengganggu waktu bapak tadi sebelum kesini saya sudah menghubungi pak Angga terlebih dahulu tapi tidak ada jawaban maka dari itu saya lebih baik datang kesini saja untuk membicarakan masalah ini!"


"Tidak Ris kebetulan saya juga sedang tidak sibuk, memang ada masalah apa sampai kamu datang kesini? Tadi ponsel saya tinggal di kamar."


"Begini pak tadi siang perwakilan dari PT. Astra Land datang ke perusahaan menawarkan kerjasama mengenai pembangunan cabang restoran baru. Karena perusahaan mereka bergerak dibidang property jadi mereka menawarkan pembangunan restoran baru dengan mereka sebagai penyedia tempat?"


"Sebenarnya saya suka dengan kinerja perusahaan mereka tapi saat ini fokus saya tidak hanya ada perusahaan restoran dan kafe yang saya miliki sebab sebentar lagi saya akan menikah. Begini saja kamu sudah ada proposal dari mereka?"


"Tidak perlu Ris, besok saja saya akan lihat sendiri proposalnya. Dan beritahu pada mereka jika saya sedang memikirkan kerjasama ini terlebih dahulu."


"Baik pak. Kalau begitu saya undur diri terlebih dahulu. Selamat sore pak?"


"Sore Ris, hati-hati dijalan!"


"Siap pak, terimakasih." Risky pun pergi meninggalkan kediaman Marcel, sementara itu Marcel memijat keningnya sebentar. Kenapa saat dia sedang ingin fokus pada kehidupan pribadinya terlebih dahulu tawaran menggiurkan datang padanya?

__ADS_1


"Ya Tuhan tadi kan Orin aku tinggal di dapur!" Ucap Marcel terkejut ketika mengingat Orin yang sudah lama ada di dapur. Marcel segera bergegas menuju dapur untuk melihat keadaan Orin.


Saat sesampainya di dapur, Marcel pun bisa tersenyum lega ketika melihat Orin yang sedang menata hidangan makanan yang sudah mereka buat.


"Ayo pak makan malamnya sudah siap!"


"Ah iya."


Namun saat dia duduk di meja makan matanya membulat ketika melihat penampilan dari ayam kecapnya. Dia tahu tidak baik menilai sesuatu dari penampilannya saja tapi akan berbeda halnya jika tentang makanan, bukankah dalam hal masakan penampilan juga mempunyai nilai tersendiri?


Orin pun segera mengambilkan nasi untuk Marcel, dia melakukan hal tersebut karena dia sering melihat mommynya yang juga selalu mengambilkan nasi untuk sang Daddy.


"Silahkan dinikmati pak!"


Marcel pun hanya bisa tersenyum kecut melihat penampilan ayam kecapnya. Tapi melihat wajah Orin yang penuh harap jadi membuatnya tidak tega. Ini masakan pertama kali yang dia selesaikan, dan gadis itu pasti sudah berekspetasi tinggi akan rasanya.


Marcel tampak kesulitan menelan ayam kecap tersebut, sungguh rasanya tidak karuan. Rasa ayamnya sudah hampir hilang karena kecap yang begitu banyak.


"Karena ayam kecap ini kamu yang buat jadi ini untuk aku saja dan kami bisa makan sayur supnya saja ya?"


"Tapi kan Pak Marcel yang buat tadi dan aku hanya bantu selesain aja!"


"Iya maka dari itu karena ini spesial maka biar aku saja yang makan. Lagipula makan ayam di jam seperti ini tidak baik untuk seorang gadis nanti kamu akan kelebihan lemak. Dan sayur sup ini yang terbaik untuk kamu banyak macam-macam sayurnya yang tentunya akan membuat badanmu sehat nantinya!" Bujuk Marcel karena dirinya tidak ingin Orin memakan ayam kecap yang sebenarnya tidak layak untuk dimakan itu.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu."


Dalam hati Marcel bisa tersenyum lega, setidaknya Orin tidak akan kecewa mengenai hasil masakan pertamanya meskipun Orin hanya tinggal menuangkan kecapnya saja dan kecap itu yang membuat rasa masakannya menjadi hancur. Setelah ini Marcel harus memutar otaknya lagi agar Orin tidak usah memasak saja atau masakannya akan membuat orang lain keracunan seperti halnya dia sekarang ini.


__ADS_2