Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
94


__ADS_3

Hari ini cuaca kota Jakarta cukup memprihatinkan pasalnya masih pagi hari hujan tampak sudah turun membasahi jalanan kota. Tidak ada sinar matahari yang muncul untuk menghangatkan bumi.


Pagi ini Retha berniat akan bertemu dengan sahabat lamanya Delia. Sudah cukup lama mereka tidak bertemu. Retha memilih untuk bertemu dengan Delia di luar rumah saja. Ya yang tidak terlalu jauh dari rumah karena Arga pasti tidak memperbolehkan jika dia pergi jauh-jauh dari rumah tanpa pengawasan secara langsung.


Retha akan berangkat dengan sopir karena sudah beberapa hari ini Noel tidak berada di rumah. Anak itu seakan sudah melupakannya dan bersenang-senang dengan kakek dan neneknya atau orang tua Arga.


Retha merasa bersyukur karena mertuanya tidak pernah menganggap Noel orang lain. Mereka menganggap Noel sudah seperti cucu kandungnya dimana terkadang hal itu membuat Retha menjadi tidak enak. Pasalnya mereka terlalu memanjakan Noel dengan memberikan mainan-mainan terbaru dan tentunya dengan harga selangit. Bahkan setiap mereka pergi ke luar negeri mereka tidak pernah melupakan cucunya itu dan mereka akan pulang dengan berbagai macam mainan baru.


Terkadang itu semua membuat Retha sedikit kesal saja. Dia sudah mendidik Noel untuk menjadi anak yang sederhana meskipun kecukupan. Tapi perilaku mereka lama-kelamaan akan mengikis habis didikan yang sudah Retha berikan.


Sedangkan Arga dia tidak mau ambil pusing dengan hal itu. Dia tidak mempermasalahkan jika orang tuanya memanjakan Noel.


Seperti yang sudah-sudah hari ini Noel juga masih belum dikembalikan oleh orang tua Arga. Mereka bilang jika Noel masih ingin berada di sana. Bagaimana bisa jika Noel tidak betah disana, dirumah orang tua Arga semua terpenuhi dan disana Noel juga menemukan teman-teman baru. Tepatnya anak-anak dari pengawal yang tinggal bersebelahan dengan orang tua Arga.


"Pak tolong antarkan saya ke kafe diseberang jalan sana!" Perintah Retha pada pak Yuda sopir yang sudah menemani Arga dari dia kecil. Bisa dikatakan jika pak Yuda adalah sopir turun-temurun. Dulu pak Yuda selalu mengantar kemana pak Johan pergi dan sekarang giliran dia mengantar kemana Arga pergi.


"Baik nyonya muda."


Disini semua pelayan maupun penjaga sudah seperti robot mereka tidak pernah mengurusi urusan tuan maupun nyonya muda mereka. Mereka hanya akan patuh kemana majikannya menyuruh.


Hanya butuh waktu lima menit mereka sampai di kafe tersebut karena jaraknya memanglah dekat. Retha pun keluar setelah pak Yuda membukakan pintu untuknya.


Karena saat ini musim hujan Retha memilih pakaian yang dapat menghangatkan tubuhnya. Dia memakai sweater turtleneck tebal warna kuning lemon yang dipadupadankan dengan celana longgar agar tidak menggangu perkembangan janinnya. Tak lupa dengan tas yang dia gantungkan di pundaknya.

__ADS_1


Dia mengedarkan pandangannya guna mencari dimana Delia berada. Tetapi kafe tersebut terlihat masih sepi mungkin karena masih pagi dan musim hujan menghambat beberapa orang yang ingin berpergian. Retha pun memutuskan untuk duduk di kursi yang dekat dengan meja.


Kafe tersebut tidak berukuran besar bisa dibilang minimalis. Tapi pihak kafe bisa mengubah tempat minimalis tersebut menjadi tempat yang menakjubkan. Terdapat beberapa kursi kayu serta perabotan lain yang sama terbuat dari kayu. Kesan pertama yang Retha dapatkan adalah sebuah kedamaian. Tak lama kemudian muncul sosok wanita muda yang sudah amat sangat Retha rindukan.


Retha sudah cukup lama tidak bertemu Delia mungkin sejak mereka wisuda. Tetapi mereka masih berkomunikasi dengan baik melalui media sosial yang ada.


"Sudah menunggu lama tuan putri?" Tanya saat tiba di depan Retha dan duduk didepannya.


Retha pun mencebik kesal, Delia selalu seperti itu menggodanya terus-terusan. Bahkan ketika mereka sedang bertukar kabar melalui ponsel pun tak urung mengurangi niat Delia untuk menggoda Retha.


"Tidak baru beberapa saat, sudah sarapan? Jika belum lebih baik kita sarapan terlebih dahulu karena sedari tadi aku sudah tidak bisa menahan liurku melihat daftar menu itu." Ungkapnya secara jujur. Memang setelah hamil selera Retha dalam makanan bertambah. Dia tidak memperdulikan berat badannya yang kian bertambah juga karena Arga pun tidak mempermasalahkan itu.


"Apa kau belum sarapan dari rumah?"


"Sudah tapi sekarang aku sudah lapar lagi."


Akhirnya mereka pun memesan beberapa makan untuk menemani percakapan mereka. Saat ini Delia sudah tidak bekerja lagi sebagai pelayan restoran. Kini dia bekerja di salah satu perusahaan yang memberinya gaji yang cukup besar.


"Bukankah kau tadi bilang ada kabar bahagia yang ingin sampaikan, apa itu?" Tanya Retha yang mulai pada inti mengapa mereka bisa bertemu.


Delia pun mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan menyerahkan sebuah undangan pada Retha.


"Undangan pernikahanmu?"

__ADS_1


"Iya itu khusus makanya aku memberikan langsung padamu."


"Ah syukurlah kau menikah kupikir kau akan menjadi perawan tua dan tidak menikah." Ledeknya. Pasalnya dia tahu jika temannya itu tidak pandai dalam bergaul. Jangankan dengan teman laki-laki dengan perempuan sana Delia sedikit kesulitan.


Ternyata waktu mampu merubah segalanya. Kini mereka menikmati kehidupan mereka masing-masing. Retha dengan Arga yang setiap harinya memberi cinta yang semakin besar dan Delia dengan calon suaminya.


"Aku pasti akan datang."


"Oh ya apa kau tahu kabar terakhir tentang Daniel?" Tanya Delia tiba-tiba. Retha pun sedikit terkejut sudah lama nama Daniel tidak ada lagi dipikirannya bahkan mungkin Retha sudah bisa dibilang seratus persen move on dari Daniel.


"Aku tidak tahu, kau tahu sendiri bukan jika Arga membatasi pergaulanku dengan laki-laki."


"Aku tahu memang suamimu itu sangat posesif dan sedikit menyebalkan."


"Lalu bagaimana kabarnya?" Tanya Retha dia sebenarnya juga ingin menjalin pertemanan dengan Daniel kembali. Hanya pertemanan tidak lebih tapi sepertinya Arga tidak memberinya kesempatan untuk itu.


"Aku dengar-dengar dari beberapa teman-teman ternyata Daniel bukan anak rantau dari desa ke kota. Dia anak orang kaya yang mungkin saat itu sedang ada masalah dengan keluarganya."


"Benarkah?"


"Ya dan mereka juga bilang jika sekarang Daniel sudah kembali ikut orang tuanya di luar negeri. Tepatnya dimana aku tidak tahu karena hanya itu yang aku tahu."


Retha pun hanya meringis ternyata selama mereka menjalin hubungan Daniel sudah menipunya. Mungkin cinta Daniel pada Retha hanya sebuah tipuan tapi Retha pun enggan memikirkan hal itu lagi.

__ADS_1


"Apa kau juga akan mengundangnya?"


"Tidak, aku masih kesal karena dia berselingkuh darimu." Jawab Delia yang mulai menampilkan wajah garangnya dimana membuatnya semakin lucu saja.


__ADS_2