
Retha hanya menggelengkan kepala dengan sikap suaminya itu. Bagaimana bisa dia cemburu dengan anak sepupunya sendiri Bahakan bocah itu masih sangat kecil.
Membayangkan itu membuat Retha mengingat sesuatu tentang Jerry. Dilihatnya Jerry memejamkan matanya tapi bibirnya sedikit melengkung memperlihatkan jika dia berbohong.
"Hei bangun anak muda, jangan membohongiku kau tidak sedang tidur kan?" Tanyanya sembari menggelitik perut Jerry.
Jerry pun terkekeh dan segera membuka matanya jika tidak bisa bisa mamanya itu akan selalu menggelitiknya.
"Ada apa ma? Aku mengantuk." Ucapnya beralasan.
Retha pun menjewer telinga Jerry tidak keras dia hanya memegang telinganya saja. "Kenapa kau tadi meminta mengantarkan Renata pulang? Aku tahu kau bukan tipe pria kecil seperti itu. Apalagi kau mengatakan jika akan berkunjung lagi kesana. Apa maksudmu bung?"
"Ma mama masa tidak mengerti sih, aku menyukainya ma!" Jawabnya enteng.
"Hei kau bocah kecil bisa-bisanya kau bilang menyukai gadis, umurmu masih kecil, dasar kau!"
"Tapi kata papa jika hanya menyukai saja tidak apa-apa ma, Iya kan pa?"
Arga pun sontak menoleh lalu memelototi Jerry, dia mengumpat kesal sungguh mulut bocah itu seperti tidak ada remnya. Retha yang mendengar itu langsung menatap tajam ke arah Arga. Arga yabg ditatap seintens itu menjadi gugup.
"Anu.. maksudku bukan begitu sayang, sepertinya Jerry saja yang salah paham!" Ucapnya sambil menyengir kuda.
"Salah paham bagaimana, kau ini papa macam apa, dia masih kecil kenapa kau ajari hal-hal cabul sepertimu?"
"Aku tidak cabul sayang mungkin kalau cabul hanya padamu saja."
Blushh
Wajah Retha memerah seketika antara malu dan kesal. Dengan gamblangnya Arga mengatakan hal-hal tabu didepan anak kecil.
"Sudah kalian berdua sama saja membuatku kesal, kalian berdua tidur saja dikamar tamu!" Kata Retha.
"Jangan dong sayang Jerry saja ya yang tidur dikamar tamu?" Tanyanya dengan menaikkan kedua alisnya.
"Tidak kalian berdua pokoknya."
"Papa saja ma, kan papa yang mengajariku hal-hal buruk itu." Kata Jerry mencari pembelaan.
__ADS_1
"Anak kecil kau jangan membual aku tidak pernah mengajarimu hal-hal buruk." Ujar Arga dengan nada sinis.
"Sudah sudah kenapa jadi kalian yang ribut. Keputusanku sudah bulat kalian tidur berdua di kamar tamu."
Setelah mengatakan itu mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di halaman villa. Retha langsung bergegas turun dan masuk ke dalam kamarnya.
Arga dan Jerry menyusul masuk ke dalam villa dengan langkah gontai. Arga mengumpat kesal dalam hati. Bagaimana bisa dia tidur tanpa memeluk guling hidupnya itu.
Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam kamar tamu. Tidak ada sepatah katapun yang mereka ucapkan, mereka sama-sama menyalahkan satu sama lain.
Pagi harinya seperti biasa Retha bangun terlebih dahulu. Dia bergegas membersihkan diri lalu membuat sarapan untuk dua malaikatnya itu.
Rasa kesalnya semalam sudah hilang terbawa oleh mimpinya. Dan hari ini Retha akan mengajak mereka ke pantai. Karena Bali terkenal dengan destinasi wisata pantainya jadi Retha tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
Seperti biasa Retha akan membuat sarapan sehat untuk mereka. Kali ini Retha akan membuat salad sayur serta jus jeruk untuk menu sarapan mereka. Dan dengan beberapa biskuit gandum jika masih belum kenyang.
Setelah selesai membuat sarapan Retha kembali menuju kamarnya untuk berganti pakaian yang cocok digunakan untuk ke pantai. Dia menggunakan jumpsuit panjang tanpa lengan hanya ada tali kecil warna kuning dengan corak bunga-bunga.
Sesudah mengganti pakaian dia pergi ke kamar tamu untuk membangunkan dua manusia yang memang sulit untuk bangun pagi.
"Hai bangun! mau sampai berapa kalian tidur?"
"Mau kemana sudah rapi?" Tanya Arga penasaran. Dia saja baru bangun tapi sang istri sudah terlihat lebih cantik saja. Meskipun Arga tahu istrinya itu tidak pernah terlihat jelek meskipun baru bangun tidur.
"Pantai." Jawabnya ringan sambil berlalu meninggalkan kamar tersebut.
Jerry yang mendengar kata 'pantai' langsung mendudukkan dirinya. Memang pantai adalah tujuan utamanya datang kesini. Melihat hamparan pasir putih dan lautan biru yang asin sungguh memanjakan matanya.
"Ayo pa kita bersiap-siap kita akan ke pantai!" Katanya dengan penuh antusias.
"Sebentar lagi papa masih mengantuk!" Katanya.
"Iya sudah kalau begitu biar aku sama mama saja yang ke pantai."
"Tidak, iya sudah papa akan ikut cepat sana kamu mandi dulu, papa mau keluar."
Arga pun keluar kamar, dia duduk dimeja makan sembari menyeruput kopi buatan sang istri.
__ADS_1
"Kamu tidak ikut ke pantai?" Tanya Retha pada suaminya itu.
"Ikutlah tadi masih ada Jerry yang mandi. Oh iya kamu telepon Steffy lagi kapan dia akan jemput Jerry."
"Sudahlah Arga mungkin kak Steffy masih sibuk, lagian kalau cuma berdua saja aku bosan."
"Jadi kamu bosan berduaan denganku?" Tanya Arga menyelidik.
"Tidak bukan begitu sayang." Ucap Retha sedikit merayu, jangan sampai Arga marah kalau dia marah bisa-bisa dia tidak jadi berangkat ke pantai.
"Lalu?"
"Emm kan lebih seru jika ramai-ramai." Alasan Retha.
"Hmm benar begitu?" Tanya Arga menaikkan sebelah alisnya.
"Iya sayang." Kata Retha.
"Kalau begitu cium dulu!" Perintahnya sembari memajukan bibirnya itu. Lantas Retha pun mencium kilas bibir Arga, belum sampai Retha menarik dirinya Arga sudah memegang tengkuknya untuk memperdalam ciumannya. Akhirnya Retha hanya bisa pasrah menerima ciuman ciuman lembut suaminya.
Saat mereka sedang asyik bercumbu tiba-tiba saja ada suara yang mengharuskan mereka berhenti bercumbu.
"Ehemm...."
Mereka pun menoleh bersama dan disana Jerry sudah berdiri tegap dengan style pantainya. Tak lupa dia menenteng sebuah tas yang berisi mainan yang biasa digunakan dipantai.
Retha langsung menarik dirinya menjauh dari Arga. Sungguh dia malu sekali harus menampilkan pemandangan seperti itu didepan bocah berusia lima tahun.
"Ayo sayang sarapan dulu!" Ajak Retha.
Jerry pun berjalan menuju meja makan, Arga langsung meninggalkan meja makan dan bergegas untuk menuntaskan gairahnya yang sudah tertunda beberapa hari.
Setelah selesai sarapan Retha dan Jerry duduk dibalkon untuk melihat pemandangan laut lepas dipagi hari. Meskipun sudah tidak terlalu pagi tapi tetap saja indah pemandangan disekitar villa yang mereka tempati.
"Ayo berangkat!" Ajaknya setelah menyelesaikan sarapannya.
Mereka pun berjalan menuju mobil. Setelah itu mobil mereka melaju meninggalkan villa.
__ADS_1
Hari ini mereka akan mengunjungi salah satu pantai yang terkenal di pulau Bali. Setelah beberapa jam akhirnya mobil mereka sampai di pantai Kuta yang terkenal di Bali.
Mereka pun segera turun terlihat sudah banyak para wisatawan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang datang berkunjung