Istri Tuan Arga

Istri Tuan Arga
87


__ADS_3

Didalam perjalanan mereka hanya terdiam larut dengan pikiran masing-masing. Arga masih dengan pemikirannya akankah dia bisa menyayangi Noel sepenuhnya. Bahkan dia saja belum pernah bermain dengan anak kecil kecuali Jerry dulu. Itupun ketika usia Jerry tiga tahun dia baru berani mendekat.


Sampai suara rengekan Noel menghentikan lamunan mereka.


"Hey baby boy mommy sudah bangun ya?" Tanya Retha pada Noel yang sudah memulai membuka matanya itu. Awalnya Noel hendak menangis tapi saat matanya menatap mata Retha, Noel kecil seperti terhipnotis akan mata Retha yang memancarkan kehangatan itu.


"Noel pasti haus minum susunya dulu ya sayang!" Retha pun memberikan sebotol susu yang masih baru dibuat pada Noel bayi itupun menyambut dengan gembira.


Setelah menghabiskan setengah botol susu Noel pun sepertinya sudah kenyang. Bayi itu sudah diam dan hanya melihat sekelilingnya yang tampak asing karena mereka masih ada di dalam mobil sedangkan Noel belum pernah naik mobil sekalipun.


Sedangkan Arga sedari tadi hanya mengamati interaksi antara Retha dan Noel sudah seperti ibu dan anak kandungnya sendiri.


"Mau coba memangkunya?" Tanya Retha pada Arga. Dia tahu Arga belum pernah menggendong anak kecil. Dia tahu itu karena dia memperhatikan tadi cara menggendong Arga pada Noel saat Noel masih tidur dan itu terlihat sangat kaku.


Arga masih tampak memandangi Retha dan Noel bergantian, apakah dia bisa menggendong seorang bayi? bagaimana jika bayi itu bergerak dan nanti jatuh. Itulah yang ada dipikiran Arga.

__ADS_1


"Tidak akan jatuh, kau hanya perlu memegangnya dengan erat tapi juga buat dia nyaman dalam pangkuanmu!" Jelas Retha saat melihat keraguan dari mata Arga.


"Boleh kucoba." Kemudian Retha pun menyerahkan Noel pada Arga. Dia menghadapkan tubuh Noel pada Arga agar Noel segera terbiasa dengan kehadiran Arga.


Awalnya Arga memegang Noel dengan erat hingga membuat Noel sedikit tertekan dan tak bisa bergerak.


"Jangan terlalu kencang sayang!" Ucap Retha lalu mengelus lengan Arga.


Noel pun tampak bahagia melihat wajah tampan Arga. Siapa uang tidak bahagia mendapatkan orang tua sempurna seperti mereka. Retha yang penyabar dan juga cantik


"This is your Daddy Noel, jadi sekarang kau panggil dia Daddy ya sayang." Kata Retha dia tahu Noel belum mengerti apa yang dia bicarakan tapi dia hanya ingin membuat Noel terbiasa memanggil Arga dengan sebutan Daddy.


"Dadaaadadada mummmuuumuu!" Rancauan dan gumaman Noel seakan dia sedang mengajak mereka berbicara.


"No mummmuuumuu sayang mommy or mom oke?"

__ADS_1


"Mom!" Ucap Noel tiba-tiba meskipun masih tidak jelas tapi mereka bisa mendengar jika Noel mengucap 'mom'.


"Ah Noel kau sangat tampan dan juga pintar?" Kata Retha sambil mencium pipi Noel itu.


"Hey itu curang boy kau juga harus bisa memanggilku Daddy oke? sekarang ucapkan da-ddy!"


"Waawaamammmaam!" Begitulah yang diucapkan Noel sehingga membuat mereka semua tertawa.


"Ah boy kau menyakiti hati daddymu!" Ucap Arga pura-pura merajuk pada anak angkatnya itu. Dan memang benar Retha membawa dampak baik untuknya, dulu dia enggan berdekatan dengan anak yang masih kecil karena takut tapi sekarang baru saja dia memangku Noel tapi sekarang mereka sudah terlihat dekat.


Noel pun tersenyum senang tidak ada yang tahu apa yang membuat bayi itu tersenyum tapi mereka cukup senang Noel mudah beradaptasi dengan mereka dan tidak merengek padahal mereka terbilang sudah cukup lama tidak bertemu.


Setelah perjalanan cukup lama akhirnya mereka pun sudah sampai rumah saat matahari sudah mulai tenggelam. Arga pun menggendong Noel dengan hati-hati sedangkan bayi itu tidak ada hentinya memegangi rambut Arga.


Para pelayan pun menyambut kedatangan mereka dengan suka cita. Sebelum mereka tiba, mereka sudah diberitahu jika mereka akan kedatangan tuan kecil baru. Dan dari mereka tidak ada yang bertanya mengapa ada tuan kecil baru sedangkan Retha masih hamil. Mereka tidak ingin ikut campur dengan urusan tuan dan nyonya muda mereka karena itu sudah menjadi aturan khusus yang sudah diberitahukan sebelum mereka mulai bekerja.

__ADS_1


"Selamat datang tuan kecil?" Ucap mereka bersamaan saat Arga dan Retha serta Noel yang berada di gendongan Arga melintas di depan mereka.


__ADS_2