
Akhirnya bel keramat yang ditunggu-tunggu para siswa dan siswi pun berbunyi. Apalagi kalau bukan bel istirahat. Para siswa-siswi pun berhamburan keluar kelas, berlarian menuju surganya sekolah yaitu kantin.
"Kantin yuk?" Ajak Aneta ketika Orin masih membereskan buku dan alat tulisnya yang berserakan di meja.
"Iya bentar gue beresin buku dulu!" Orin pun kembali membereskan buku-buku tersebut lalu berjalan bersama dengan Aneta menuju kantin.
"Yah rame banget sih!" Keluh Aneta ketika melihat beberapa teman-temannya sedang mengantri untuk membeli makan siang.
"Gini aja lu yang antri gue yang nyari tempat duduk, gimana?"
"Lah enak di lu dong, ya udah deh terserah. Lu mau makan apa?"
"Bakso aja deh sama minumnya es jeruk ya!"
"Oke." Aneta pun berjalan meninggalkan Orin untuk antri sementara Orin mulai mencari tempat duduk yang masih kosong.
__ADS_1
Akhirnya Orin menemukan tempat duduk yang masih kosong, tempatnya agak kurang strategis sih menurutnya sebab berada di tengah-tengah kantin. Dimana semua siswa-siswi berkumpul membuatnya tidak nyaman.
Tak lama kemudian datanglah Aneta dengan dua mangkuk bakso beserta minumnya.
"Tadi kan antri banget, lu kok cepet banget baliknya?" Tanya Orin bingung yang melihat sahabatnya sudah kembali itu.
"Gue kan termasuk cewek populer jadi bisalah kibulin tuh cowok-cowok!" Jawabnya dengan santainya sembari duduk ditempat yang sudah tersedia.
"Gila bener Luh!"
"Rin?" Sapa Alex kemudian pemuda itu duduk di sebelah Orin dengan tidak tahu malunya. Sementara Orin hanya melirik sebentar kemudian melanjutkan makan siangnya. Daripada harus berurusan dengan Alex yang tidak ada gunanya lebih baik dia menikmati semangkuk bakso dengan kuah pedasnya.
"Eh pesenin gue makan juga dong!" Perintah Alex pada salah satu temannya yang setia mengikuti kemana dirinya pergi.
"Mau makan apa lu Lex?" Tanya sahabatnya itu.
__ADS_1
"Terserah, gue ngikut lu aja!" Jawabnya sambil memberikan uang selembar berwarna merah.
"Rin lu ada waktu jalan nggak nanti malam?" Ajak Alex, dia benar-benar masih kukuh untuk mendapatkan cinta Orin.
"Sorry Lex gue harus belajar, bentar lagi ujian. Lagian kita udah kelas tiga bukan waktunya lagi buat main-main." Jawab Orin bijak. Dalam hatinya dia berharap Alex mengerti akan ucapnya dan segera pergi dari sisinya. Dia sendiri juga was-was jika nanti tiba-tiba nenek lampir itu datang, dia sudah bersiap dengan semangkuk kuah baksonya.
"Kalau weekend gimana?" Tanya Alex lagi, dia benar-benar tidak mau menyerah. Sebenarnya Orin sendiri kasihan pada Alex tapi dia juga tidak mau jika kebaikannya nanti malah di salah artikan oleh Alex.
"Lu ajak yang lain aja ya!"
"Eh lu Lex, kagak malu apa udah di tolak Orin berkali-kali manis aja kekeh!" Kini suara Aneta yang menginterupsi. Aneta sendiri juga tidak menyukai Alex sebab pria itu mempunyai masa lalu buruk yaitu sebagai playboy.
"Nggak lah kenapa gue harus malu!"
"Udah deh kalian jangan kayak anak kecil, kalau ketemu pasti berantem terus!" Ucap Orin menengahi sebelum kedua temannya itu beradu mulut lebih lanjut lagi. Lagipula saat ini kepala Orin sedikit pusing, memikirkan laki-laki yang tak kunjung dia jumpai itu.
__ADS_1
"Eh ada sesuatu di bibir lu Rin!" Ucap Alex sambil membersihkan bibir Orin dan tepat saat itu seorang pria memasuki area kantin melihat kejadian tersebut yang mana membuat hati serta matanya panas.